Cerutu Jember Tembus 45 Negara, Gus Fawait Dorong Hilirisasi Tembakau

Ubaidillah • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 05:39 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat mengunjungi BIN Cigar. (Foto: Istimewa)
Bupati Jember Gus Fawait saat mengunjungi BIN Cigar. (Foto: Istimewa)

 

RadarBangkalan.id - Bupati Jember Gus Fawait terus mendorong peningkatan ekspor cerutu atau cigar dari Jember ke berbagai negara. Upaya tersebut dibarengi perhatian terhadap kesejahteraan petani tembakau yang menjadi salah satu penopang industri cerutu di daerah tersebut.

Gus Fawait menyebut produk cerutu Jember telah dipasarkan ke sekitar 45 negara, mulai dari Amerika Serikat, kawasan Timur Tengah, Eropa, Yunani, Jerman, China, hingga negara-negara ASEAN.

Baca Juga: Rp101 Miliar untuk 56 Ruas Jalan Bangkalan, FPB Minta Pengawasan Diperkuat

"Jember hari ini mentasbihkan diri menjadi kabupaten dengan pengekspor cigar terbesar di Indonesia. Kami sudah kirim hampir ke-45 negara, termasuk ke Amerika Serikat, ke Timur Tengah, ke Eropa, Yunani, ke Jerman, ke Cina, negara ASEAN, dan negara lainnya," kata Gus Fawait kepada detikJatim, Sabtu (19/9/2026).

Petani Tembakau Jadi Perhatian

Gus Fawait mengatakan Pemkab Jember tidak hanya berupaya meningkatkan ekspor produk cerutu, tetapi juga memberikan perhatian terhadap petani tembakau.

Menurutnya, pemerintah daerah telah memberikan jaminan kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan kepada petani tembakau. Program tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Saya pikir Pemerintah Kabupaten Jember akan terus mencari solusi, selain kemarin kita sudah menjamin kesehatan petani tembakau, kita juga memberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada petani tembakau. Agar apa, agar mereka semakin bersemangat dan bisa berdampak pada kesejahteraan petani," tambahnya.

Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Kebakaran Lahan di Towuti, TNI-Polri dan Damkar Bergerak Cepat

Selain perlindungan sosial, Pemkab Jember juga berupaya menjaga stabilitas harga tembakau. Gus Fawait mengakui harga komoditas tersebut masih mengalami fluktuasi.

Baca Juga: Dugaan Pelecehan Pelamar Kerja, Disperinaker Surabaya Temukan Fakta soal Lowongan PT Hersindo

"Hari ini tinggal bagaimana kita memastikan harga, karena memang harga tembakau masih sangat fluktuatif. Tapi memang tidak bisa hanya kita atasi dengan kebijakan Jember saja kalau urusan tembakau, karena memang komoditas dunia," bebernya.

Dorong Hilirisasi Tembakau Jember

Untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan, Pemkab Jember juga menyiapkan sejumlah upaya lain, termasuk kemungkinan bantuan peralatan bagi petani tembakau.

"Kita mencoba membantu petani lewat sektor yang lain yakni kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, juga mungkin nanti ada program bantuan-bantuan alat untuk para petani tembakau. Dan kita akan mendukung untuk hilirisasi pembuatan cerutu," tambahnya.

Baca Juga: 500 Personel Dikerahkan, Karhutla Gunung Wilis di Nganjuk Dipastikan Mereda

Gus Fawait menilai hilirisasi menjadi salah satu langkah penting agar komoditas tembakau Jember tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

Salah satu industri cerutu yang menjadi perhatian Pemkab Jember adalah BIN Cigar. Gus Fawait mengunjungi langsung pabrik tersebut dan melihat aktivitas produksi cerutu yang berorientasi ekspor.

"Hari ini saya berkunjung ke salah satu produsen cerutu atau sigar di Jember, salah satu yang terbesar yaitu adalah BIN Cigar. Di Jember ada 6 pabrikan penghasil cerutu yang 90 persen orientasinya adalah ekspor. Bahkan kita sudah mensuplai duty free kurang lebih di 10 negara," katanya.

Cerutu Jadi Salah Satu Produk Hilirisasi Jember

Menurut Gus Fawait, Jember selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau. Namun, komoditas tersebut kini tidak hanya dikembangkan sebagai produk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah melalui industri cerutu.

Baca Juga: Nama Dicatut dalam Kasus Pasar Karangploso, Anggota DPRD Malang Adeng Lapor Polisi

"Jember sebagai salah satu penghasil tembakau mulai dari zaman dahulu kala, hari ini sudah bergerak melakukan hilirisasi dengan memproduksi, bukan cuma mengekspor tembakau mentah, tetapi sudah hilirisasi menjadi cerutu atau sigar unggulan. Jember akan memanfaatkan komoditas yang bisa menyumbang devisa negara. Ada berapa komoditas selain cerutu tembakau, kita juga ada kopi, edamame, cokelat, kerajinan-kerajinan tangan UMKM yang sudah diekspor, dan kita akan terus menggenjot untuk membantu produk-produk tersebut," tandasnya.

Pemkab Jember berharap pengembangan industri hilir dapat memperkuat nilai tambah komoditas daerah sekaligus memberikan dampak terhadap petani dan pelaku usaha yang terlibat dalam rantai produksi.

Baca Juga: Pria di Bondowoso Ditangkap, Diduga Perkosa Anak Tiri Selama 4 Tahun

Editor : Ubaidillah
ekspor cerutu gus fawait pemkabjember petani tembakau