News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tradisi Khas Indonesia untuk Sambut Kepulangan Jemaah Haji dari Tanah Suci

Azril Arham • Jumat, 5 Juli 2024 | 23:39 WIB
Ilustrasi Tradisi Sambut Kepulangan Jamaah Haji dari Tanah Suci Makkah
Ilustrasi Tradisi Sambut Kepulangan Jamaah Haji dari Tanah Suci Makkah

RadarBangkalan.id - Momentum menyambut kepulangan keluarga dari ibadah haji adalah kegiatan yang dinanti-nantikan oleh keluarga peserta haji di Tanah Air.

Perasaan bangga dan kagum terhadap keluarga yang telah berhasil menunaikan ibadah haji dan kembali dengan selamat menjadi alasan utama di balik antusiasme ini.

Di berbagai daerah di Indonesia, kepulangan jemaah haji dirayakan dengan berbagai tradisi khas yang sarat makna dan nilai budaya.

Jemaah haji Indonesia dijadwalkan kembali ke Tanah Air mulai 22 Juni hingga 21 Juli 2024. Untuk menyambut keluarga yang telah menunaikan ibadah haji, berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi unik masing-masing.

Berikut beberapa tradisi atau kebiasaan menyambut peserta haji dari berbagai daerah di Indonesia.

1. Mappatoppo Talili dari Makassar

Masyarakat Makassar memiliki tradisi yang dikenal dengan nama Mappatoppo Talili untuk menyambut kepulangan peserta ibadah haji.

Menurut informasi dari sulsel.kemenag.go.id, tradisi ini dilakukan dengan cara memakaikan kerudung bagi jemaah haji perempuan dan songkok putih bagi jemaah laki-laki.

Mappatoppo Talili merupakan bentuk rasa syukur atas selesainya seluruh rangkaian ibadah haji.

Tradisi ini memiliki makna yang dalam, yaitu sebagai bentuk penghargaan dan penguatan untuk menjaga sifat-sifat baik dari peserta haji.

Prosesinya dimulai dengan sujud syukur menghadap Kiblat atau Kakbah, diikuti dengan pembacaan salawat kepada Nabi oleh orang yang dituakan, lalu meletakkan Songkok Talili di atas kepala peserta haji.

 2. Walimatul Naqiah di Kalimantan Tengah

Mengutip dari kalteng.kemenag.go.id, warga Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Tengah menyambut kepulangan peserta haji dengan acara syukuran yang dikenal sebagai Walimatul Naqiah.

Acara syukuran ini diisi dengan kegiatan silaturrahmi, penjamuan, dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya ibadah haji. Tradisi ini juga memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan di antara warga.

3. Tahlilan Tasyakuran di Nusa Tenggara Barat

Di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Lombok Timur, tradisi menyambut kepulangan ibadah haji dikenal dengan Tahlilan Tasyakuran.

Dikutip dari haji.kemenag.go.id, tradisi ini melibatkan doa bersama dan syukuran yang dilakukan baik saat keberangkatan maupun kepulangan peserta ibadah haji.

Tahlilan Tasyakuran menjadi momen untuk mempererat tali silaturrahmi dan memperkuat rasa kebersamaan di antara masyarakat.

4. Betawi Pulang Aji

Bagi masyarakat Betawi, menyambut kepulangan jemaah haji memiliki tradisi unik yang dikenal sebagai Betawi Pulang Aji.

Setelah kembali dari ibadah haji, masyarakat Betawi yang baru pulang haji tidak diperkenankan untuk keluar rumah secara santai atau kongko-kongko sebelum 40 hari.

Mereka biasanya mengadakan tasyakuran dengan mengundang ustaz untuk memberikan tausiyah kepada masyarakat sekitar.

Masyarakat yang mengunjungi rumah jemaah haji akan mulai sepi setelah dua minggu.

Orang Betawi yang telah menunaikan ibadah haji juga mendapatkan gelar kehormatan seperti Pak Haji atau Ibu Haji, sebagai tanda mereka telah menunaikan ibadah haji dan dianggap sebagai bagian dari elit Betawi.

5. Asajere di Madura

Di Madura, masyarakat memiliki tradisi yang dikenal dengan nama Asajere untuk menyambut kepulangan jemaah haji.

Tradisi ini melibatkan arak-arakan kendaraan, baik motor maupun mobil, yang dilakukan selama 40 hari untuk merayakan kepulangan peserta ibadah haji.

Selain itu, jemaah haji juga disuguhkan hidangan khas Madura sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur.

Tradisi-tradisi ini menunjukkan kekayaan budaya Indonesia dalam menyambut kepulangan jemaah haji.

Setiap daerah memiliki cara unik dan penuh makna untuk merayakan momen tersebut, yang tidak hanya memperkuat ikatan keluarga tetapi juga mempererat tali silaturrahmi di antara masyarakat.

Dengan berbagai tradisi yang berbeda-beda, kepulangan jemaah haji menjadi lebih istimewa dan penuh kebahagiaan. ***

Editor : Azril Arham
#tradisi #jemaah haji #haji #haji indonesia #kepulangan jemaah haji #sambut