Radarbangkalan.id - Adakah kebenaran di balik anggapan bahwa makan di atas jam 8 malam dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan? Pertanyaan ini sering muncul dalam diskusi seputar pola makan sehat.
Beberapa ahli menyatakan bahwa makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung, mengganggu pencernaan, dan mengacaukan kadar gula darah.
Meskipun belum banyak penelitian yang secara khusus meneliti larangan makan di atas jam 8 malam, ada manfaat yang dapat diperoleh dari membatasi makan malam secara umum.
Dokter Janese S. Laster, dalam sebuah kutipan dari Health, menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi di malam hari cenderung lebih tinggi karbohidrat dan lemaknya daripada makanan yang direncanakan secara cermat dan seimbang.
Waktu makan juga memengaruhi proses pencernaan, penyerapan nutrisi, dan metabolisme, yang pada akhirnya berdampak pada berat badan seseorang.
Namun, efek ini mungkin berbeda-beda pada setiap individu, dipengaruhi oleh faktor seperti jenis makanan yang dikonsumsi, genetika, tingkat stres, dan faktor lainnya.
Baca Juga : Berani Memerangi Kecurangan Pemilu 2024 Melalui Film Dirty Vote, Ini Profil Bivitri Susanti Srikandi Hukum Tata Negara Indonesia
Meskipun demikian, para ahli sepakat bahwa makan lebih awal dikaitkan dengan stabilitas berat badan.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jam makan yang dianjurkan, terutama bagi individu yang rentan mengalami gangguan pencernaan seperti kembung atau mulas.
Disarankan untuk menghindari makan dalam waktu 90 menit sebelum tidur untuk mencegah timbulnya gejala gangguan pencernaan.
Baca Juga : Jelang Pemungutan Suara Pemilu 2024, Bawaslu Ungkap Kekhawatiran Potensi Konflik Baru dari Film Dirty Vote
Namun, di sisi lain, disadari bahwa jadwal makan malam dapat bervariasi tergantung pada rutinitas dan kesibukan individu.
Sebagian orang mungkin terpaksa makan malam lebih awal atau lebih larut karena alasan tertentu.
Dan meskipun terdapat bukti yang mengaitkan makan larut malam dengan masalah kesehatan seperti gangguan pencernaan dan penambahan berat badan, hal ini tidak selalu berlaku untuk semua orang.
Baca Juga : Masa Tenang Pemilu 2024, Satpol PP Surabaya Gandeng Bawaslu dan KPU untuk Penertiban APK
Menurut ahli diet Julie Pace, dampak negatif dari makan malam mungkin tidak konsisten jika makanan yang dikonsumsi sedikit, kaya nutrisi, atau rendah kalori.
Pilihan makanan yang sehat, seperti buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, atau kacang-kacangan, dapat memberikan banyak energi dan nutrisi bagi tubuh, tidak peduli kapan waktu konsumsinya.
Bagaimanapun juga, penting untuk memberikan jarak yang cukup antara waktu makan malam dan tidur.
Dokter spesialis gastroenterologi Caroline Soyka merekomendasikan untuk menyelesaikan makan setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur.
Hal ini akan memberikan waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan dan mencegah tidur dalam keadaan lapar.
Selain itu, waktu rata-rata pengosongan lambung sekitar empat jam, sehingga menjaga jarak antara makan malam dan tidur juga merupakan langkah yang aman untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. ***