News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Yuk Temukan Pesona Wisata Tana Toraja yang Magis dan Mistis

Ubaidillah • Jumat, 12 April 2024 | 07:35 WIB
Desa Palawa
Desa Palawa

Radarbangkalan.id - Sobat pasti sudah sering mendengar tentang keseruan berlibur di destinasi-destinasi populer Indonesia seperti pantai-pantai tropis Bali, kegiatan outdoor yang seru di Jogja, atau taman-taman rekreasi di Kota Malang.

Tapi, pernahkah kamu mendengar tentang Tana Toraja yang dipenuhi dengan budaya dan sejarah magis yang memikat? Destinasi ini sangat cocok bagi sobat yang ingin menjelajahi Indonesia lebih dalam namun telah merasa bosan dengan destinasi-destinasi yang sudah mainstream.

Baca Juga: Ibu Hamil Berisiko Alami ini Jika Menahan Buang Air Kecil Selama Perjalanan Mudik Lebaran

Mari kita bahas mengapa Tana Toraja bisa menjadi destinasi liburan yang unik dan penuh pesona di bawah ini!

1. Desa Palawa

Ingin menikmati pesona desa Tana Toraja yang masih mempertahankan keaslian dan keindahannya? Maka,

kamu harus mengunjungi Desa Palawa. Di desa yang tidak terlalu ramai ini, kamu akan menemukan banyak Tongkonan, rumah adat khas Tana Toraja,

yang berdiri megah. Tongkonan, dengan desain atap melengkung dan konstruksi dari bambu, memiliki usia ratusan tahun dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Di depan setiap Tongkonan, terdapat lumbung padi yang disebut Alang dalam bahasa setempat. Selain itu,

setiap Tongkonan dihiasi dengan tanduk kerbau. Jumlah tanduk kerbau yang dipajang menandakan status sosial keluarga pemiliknya.

Baca Juga: Wisata TN Meru Betiri: Keindahan Alam dan Keanekaragaman Satwa, Cocok Dikunjungi saat Pulkam

Tanduk kerbau merupakan simbol dari seberapa sering keluarga tersebut melakukan upacara adat, yang katanya biayanya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

2. Lemo

Tana Toraja juga memiliki kawasan pemakaman yang sering disebut sebagai "Rumah Arwah". Di kawasan Makale,

Kabupaten Tana Toraja, terdapat tebing tinggi yang telah diukir untuk menempatkan jasad orang yang telah meninggal.

Baca Juga: Wisata Pantai Papuma: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka, Cocok Untuk Liburan Akhir Pekan

Di sini, kamu akan menemukan setidaknya 75 lubang kuburan (Lemo) di tebing tersebut, yang masing-masing digunakan untuk satu keluarga.

Tahukah kamu, proses pengukiran lubang pada tebing batu tersebut biasanya memakan waktu sekitar 6-12 bulan.

Keluarga yang ingin menggunakan lubang tersebut untuk pemakaman harus merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah.

Pada waktu-waktu tertentu, kawasan Lemo ini juga sering menjadi lokasi upacara Ma Nene, di mana keluarga membersihkan dan mengganti pakaian para mayat.

Editor : Ubaidillah
#wisata misteri #wisata populer #wisata indonesia #Wisata mistis