Radarbangkalan.id - Emetophobia adalah rasa takut berlebih terhadap muntahan atau saat melihat orang lain muntah.
Bahkan, kondisi ini juga dapat membuat seseorang merasa cemas secara berlebihan saat memikirkan tentang muntah.
Baca Juga: Manfaat Sayur Bayam untuk Hidangan Sahur, Ternyata Bagus untuk Kesehatan Mata
Mari kenali penyebab, gejala, hingga cara mengatasi emetophobia selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa itu Emetophobia?
Emetophobia adalah salah satu jenis fobia spesifik yang membuat seseorang merasa sangat takut terhadap hal-hal yang berkaitan dengan muntahan.
Kondisi ini jarang terjadi, ditemukan hanya sekitar pada 0,1% orang di seluruh dunia. Wanita tercatat sebagai kelompok yang lebih sering mengalami Emetophobia dibandingkan laki-laki.
Sebetulnya, rasa jijik yang muncul saat melihat muntahan merupakan hal yang wajar. Namun, jika hal tersebut menimbulkan rasa takut atau cemas berlebihan,
bahkan sampai tidak sanggup memikirkan atau bahkan hanya mendengar kata “muntah”, kondisi ini bisa menjadi indikasi dari emetophobia.
Selain takut dengan muntah, penderita emetophobia juga bisa merasa cemas saat berada pada situasi tertentu, seperti:
- Tidak bisa menemukan kamar mandi dengan cepat saat membutuhkannya.
- Muntah yang berulang atau tidak terkontrol.
- Tersedak muntahan sendiri dan merasa tersiksa secara fisik.
- Merasa mempermalukan diri sendiri di depan banyak orang karena muntah.
- Dirawat di rumah sakit.
Penyebab Emetophobia
Dalam kebanyakan kasus, emetophobia terjadi pada seseorang yang trauma dengan kondisi yang berkaitan dengan muntah,
Baca Juga: Jangan Dibuang Sia-Sia, 4 Biji Buah Ini Punya Manfaat Kesehatan
seperti menderita sakit berat yang menimbulkan gejala berupa muntah terus-menerus, muntah di depan umum,
tersedak dalam kondisi yang berat, dan lain sebagainya. Hal tersebut dapat membuat seseorang merasa takut atau cemas ketika kondisi yang berhubungan dengan muntah kembali terjadi.
Awalnya, penderita emetophobia akan menghindari tempat dan hal yang berkaitan dengan muntah.
Baca Juga: Ibu Hamil Berisiko Alami ini Jika Menahan Buang Air Kecil Selama Perjalanan Mudik Lebaran
Namun, seiring dengan waktu, rasa takut tersebut dapat terus bertambah dan menjadi irasional dan bisa mendominasi hidup penderita.
Kebiasaan makan penderita juga dapat berubah menjadi lebih ketat, kemudian penderita juga dapat menghindari makanan yang kurang familier dengannya atau makanan-makanan yang dapat menyebabkan muntah, sekecil apa pun risikonya.
Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada aspek sosial dan pekerjaan karena penderita akan membatasi diri untuk tidak bepergian,
seperti pergi ke sekolah, ke tempat bekerja, dan melakukan berbagai aktivitas sosial. Di samping itu,
sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami emetophobia adalah sebagai berikut:
Memiliki keluarga dengan riwayat kondisi serupa.
Menderita gangguan kesehatan mental lain, seperti gangguan makan atau obsessive compulsive disorder (OCD).
Gejala Emetophobia
Gejala utama emetophobia adalah rasa takut berlebihan saat melihat atau bahkan memikirkan hal-hal yang terkait dengan muntah.
Ketika dihadapkan dengan situasi yang berkaitan dengan muntah, penderita emetophobia juga dapat mengalami serangan panik (panic attack), seperti:
- Jantung berdebar (palpitasi).
- Sakit perut.
- Tubuh berkeringat.
- Tangan dan kaki gemetar.
- Sesak napas.
- Sakit kepala.
- Pingsan.
Di samping itu, beberapa hal yang dapat memicu (trigger) munculnya gejala emetophobia adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Manfaat Sayur Bayam untuk Hidangan Sahur, Ternyata Bagus untuk Kesehatan Mata
- Perasaan mual.
- Melihat orang lain sedang muntah.
- Mendengar atau mengucapkan kata yang berhubungan dengan muntah, seperti ‘enek’, ‘mual’, dan ‘muntahan’.
- Berada di tempat baru, karena hal ini membuat seseorang tidak tahu di mana letak toilet terdekat.
- Berada di dekat makanan atau minuman yang sebelumnya menyebabkan penderita muntah.
Melihat adegan muntah di televisi. - Bersalaman dengan orang lain.
- Mencium bau busuk atau sampah.
Karena merasa takut berlebihan terhadap mual, penderita emetophobia biasanya cenderung menghindari perilaku tertentu,
seperti menyentuh benda yang dicurigai terkontaminasi kuman karena khawatir dapat menimbulkan penyakit yang menyebabkan muntah-muntah,
atau naik kendaraan karena khawatir mengalami mabuk darat. Selain itu, penderita emetophobia juga kerap mengisolasi diri sendiri karena takut melihat orang muntah.
Cuci tangan yang berlebihan dan berulang, mencuci makanan, mengelap permukaan benda, membuang makanan yang bahkan belum kedaluwarsa,
mencium aroma makanan secara berlebihan, hingga masak secara overcooked (melebihi kematangan) juga merupakan ciri-ciri orang dengan emetophobia.
Editor : Ubaidillah