Radarbangkalan.id – Kota Semarang memiliki banyak destinasi wisata menarik, salah satunya adalah Koeta Toea Semarang.
Tempat yang diresmikan pada 1 Oktober 2020 ini merupakan pusat oleh-oleh yang berlokasi di Jalan Brigjen Sudiarto, Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Keunikan dari pusat oleh-oleh ini terletak pada desainnya yang menyerupai Kota Cartagena di Kolombia, dengan beragam arsitektur kolonial yang berwarna-warni.
Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk dinikmati saat berwisata di Jawa Tengah bersama keluarga dan pengunjung tidak perlu khawatir tentang biaya masuk karena tidak dikenakan tiket masuk.
Bagi pengguna mobil, cukup membayar parkir sebesar Rp 5000, sementara sepeda motor dikenakan biaya parkir Rp 3000. Dengan biaya tersebut, pengunjung bisa menikmati Koeta Toea sepuasnya.
Koeta Toea tidak hanya berfokus pada pusat oleh-oleh, tetapi juga sebagai pusat kuliner, di tempat ini terdapat 30 tenant yang menjual street food, baik yang klasik maupun yang digemari oleh kaum milenial.
Beberapa makanan yang ditawarkan antara lain bakso, Korean street food, dan es krim Turki yang banyak diminati anak-anak.
Saat pertama kali memasuki ruangan, pengunjung akan disambut oleh petugas yang ramah dan akan diarahkan menuju pusat oleh-oleh.
Di sana, wisatawan akan disuguhi beragam jajanan atau makanan dari berbagai UMKM di Jawa Tengah, seperti Carica dari Wonosobo, Lumpia dari Semarang, Bakpia dari Yogyakarta, keripik buah, dodol, dan bandeng presto.
Beragam makanan tradisional juga disajikan, seperti jenang candil, klepon, jenang mutiara, dan lupis.
Harga oleh-oleh juga terjangkau, mulai dari Rp 5000 untuk gantungan kunci, sedangkan makanan mulai dari Rp 15.000.
Tidak hanya tempat makan yang sedang populer, dalam bangunan seluas 2000 meter persegi ini, wisatawan juga akan menemukan beberapa spot yang instagramable yang tidak kalah menarik dengan tempat aslinya.
Tempatnya nyaman dan cocok untuk melepas penat serta berekreasi dengan keluarga. Setiap akhir pekan, di Koeta Toea juga ada live music untuk menambah keseruan kunjungan.
Selain makanan dan oleh-oleh, Koeta Toea juga menawarkan produk fashion seperti baju, daster, topi, sandal, dan tas anyaman.
Tempat ini juga dilengkapi dengan playground untuk anak-anak. Apabila hujan, pengunjung tidak perlu khawatir karena bangunan berarsitektur kolonial ini memiliki dua lantai yang dapat digunakan untuk bersantai sambil menikmati makanan.
Riffani Tirta Aulia, Marketing Koeta Toea, mengatakan bahwa Koeta Toea Semarang hadir di daerah Semarang Timur untuk memajukan wilayah tersebut.
“Semarang Timur ini tempat wisatanya masih sepi. Harapannya kita ingin memajukan daerah ini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa antusiasme pengunjung sangat bagus.
Saat soft opening, dalam sehari mereka bisa menerima 3000 pengunjung, sementara setiap akhir pekan jumlah pengunjung juga cukup banyak, pada hari kerja, biasanya ada lebih dari 1000 orang yang datang.
Ke depan, di Koeta Toea juga akan dibangun sebuah museum yang saat ini progresnya sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan selesai pada akhir tahun.
“Museumnya akan menampilkan benda-benda sejarah dari Indonesia maupun mancanegara,” imbuhnya.
Salah satu pengunjung, Intan Ratu Servanda, mengungkapkan bahwa ia mengetahui tempat ini dari Instagram.
Menurutnya, Koeta Toea memiliki banyak spot foto instagramable yang sangat digemari oleh kaum milenial. “Tempatnya bagus, makanannya juga oke. Pas di kantong mahasiswa,” akunya. ***