RadarBangkalan.id - Sektor pariwisata di Bangkalan, sebuah daerah yang dikenal sebagai gerbang utama Pulau Madura, sangat prospektif.
Bangkalan tidak hanya kaya dengan keindahan alam, tetapi juga budaya yang unik dan wisata kuliner yang menggugah selera.
Salah satu destinasi yang menjadi favorit pelancong adalah Bukit Jaddih.
Bukit Jaddih terletak di Desa Parseh, Kecamatan Socah, dan dikenal dengan pemandangan bukit kapurnya yang eksotis dan bernuansa putih bersih.
Keindahan alam yang disuguhkan menjadikan Bukit Jaddih sebagai salah satu destinasi wisata alam yang sering dikunjungi wisatawan.
Namun, sejak terjadinya pandemi Covid-19, jumlah pengunjung Bukit Jaddih mengalami penurunan yang signifikan.
Slamet, pengelola objek wisata Bukit Jaddih, mengungkapkan bahwa sebelum pandemi, pengunjung membludak.
Kini, jumlah pengunjung merosot hingga 70 persen. Penurunan drastis ini berdampak pada operasional beberapa fasilitas di Bukit Jaddih.
Salah satu fasilitas yang terdampak adalah wahana waterpark. “Kalau dipersentasekan, semula 100 persen kini tersisa 30 persen,” ucap Slamet.
Harga tiket masuk (HTM) ke Wisata Bukit Jaddih sebesar Rp 5 ribu per orang, sedangkan biaya operasional waterpark mencapai Rp 600 ribu per hari.
“Sejak dua bulan lalu kolam (waterpark) sudah tidak beroperasi,” imbuhnya.
Penurunan jumlah pengunjung juga dirasakan oleh masyarakat sekitar yang sehari-hari berjualan di area wisata Bukit Jaddih.
Maliyah, seorang pedagang di area objek wisata, mengungkapkan bahwa sebelum pandemi, pengunjung selalu ramai dan pendapatannya mencapai Rp 1,2 juta per hari.
Namun kini, pendapatannya menurun drastis menjadi hanya Rp 200 ribu per hari.
Selain waterpark, beberapa fasilitas wisata lainnya juga tidak beroperasi. Danau yang biasanya menjadi tempat favorit wisatawan sudah kering sejak 14 bulan.
“Sebab, sudah lama Bangkalan tidak diguyur hujan,” tandas Maliyah.
Meski situasi saat ini cukup berat, ada harapan bahwa pariwisata di Bukit Jaddih akan pulih kembali.
Dengan upaya dari pengelola dan masyarakat sekitar, serta dukungan dari pemerintah dan wisatawan, diharapkan Bukit Jaddih bisa kembali menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi. ***
Editor : Azril Arham