Radarbangkalan.id - Kampung Heritage Kajoetangan adalah destinasi wisata yang unik di Kota Malang, yang menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk menyusuri jejak sejarah kolonial Belanda dan kehidupan masyarakat tempo dulu.
Terletak di jantung kota, kampung ini masih mempertahankan bangunan-bangunan klasik dari era kolonial, serta kehidupan warga yang sederhana dan bersahaja.
Kampung ini tidak hanya menarik bagi pecinta sejarah, tetapi juga fotografer dan wisatawan yang ingin merasakan suasana khas masa lampau.
Kampung ini memiliki lebih dari 100 bangunan berusia puluhan hingga ratusan tahun yang masih berdiri kokoh, dengan ciri khas arsitektur Belanda yang kental.
Banyak rumah di Kampung Heritage Kajoetangan yang dihiasi dengan ornamen-ornamen klasik, jendela kayu berdaun ganda, dan atap genteng tanah liat.
Pengunjung dapat berkeliling sambil menikmati tur dengan pemandu yang siap menjelaskan sejarah setiap bangunan dan peninggalan yang ada di kampung ini.
Tidak hanya arsitektur, Kampung Heritage Kajoetangan juga menawarkan pengalaman budaya lokal.
Para pengunjung dapat menikmati kuliner khas Malang di warung-warung yang tersebar di kampung ini,
serta berinteraksi dengan warga lokal yang ramah dan terbuka untuk berbagi cerita sejarah kampung mereka.
Sering kali, kampung ini juga mengadakan berbagai acara budaya dan pameran seni yang menambah daya tariknya.
Bagi yang tertarik untuk mengunjungi Kampung Heritage Kajoetangan, harga tiket masuk cukup terjangkau, yaitu Rp10.000 per orang.
Kampung ini buka setiap hari, dari Senin hingga Minggu, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB,
memberikan fleksibilitas bagi para wisatawan yang ingin merasakan nuansa sejarah di tengah kesibukan kota.
Suasana yang damai dan penuh kenangan masa lalu membuat tempat ini cocok dikunjungi di pagi atau sore hari.
Kampung Heritage Kajoetangan berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Klojen, Kota Malang, yang mudah diakses dari berbagai penjuru kota.
Dengan lokasinya yang strategis, pengunjung bisa dengan mudah melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata lain di Kota Malang setelah menikmati wisata sejarah di kampung ini.
Editor : Ubaidillah