Radarbangkalan.id - Di Kota Malang, terdapat sebuah toko legendaris bernama Toko Madjoe yang terletak di Jalan Pasar Besar Nomor 30B. Toko ini hampir mencapai usia satu abad dalam menjual kue kering yang khas dan menjadi bagian dari tradisi lokal.
Kue-kue yang dijual di sini identik dengan suguhan yang biasanya disajikan saat hari-hari besar seperti Idul Fitri dan Natal.
Toko Madjoe didirikan pada tahun 1930, menjadikannya salah satu toko tertua di Malang yang terus bertahan hingga kini.
Cita rasa yang dipertahankan dari resep turun-temurun menjadi salah satu alasan toko ini mampu eksis selama hampir 91 tahun.
Toko ini juga tetap menjaga nuansa klasik, berbeda dengan toko-toko kue modern. Dari depan, toko ini masih menggunakan pintu dan jendela kayu,
serta papan nama dengan ejaan lama, "Toko Madjoe," yang menambah kesan kuno dari toko yang kini dikelola oleh tiga generasi keluarga.
Toko Madjoe awalnya didirikan oleh Teh Bian Liep. Kala itu, kue kering yang dijual digemari oleh warga Kota Malang, termasuk orang-orang Belanda yang tinggal di sana.
Di dalam toko, berbagai jenis kue kering disimpan dalam toples kaca kuno yang berjajar rapi di atas rak kayu.
"Di sini ada sekitar 25 jenis kue kering, yang memang sejak dulu dijual di Toko Madjoe. Sekarang yang mengelola adalah nenek saya, generasi ketiga," ujar Cornelia Feliciana, generasi kelima pemilik Toko Madjoe, pada Sabtu (15/1/2021).
Cornelia menjelaskan bahwa sebagian besar pembeli mereka adalah pelanggan lama, bahkan ada juga keturunan dari pelanggan lama yang tetap setia.
"Banyak pelanggan berusia 20-30 tahun yang bilang mereka tahu Toko Madjoe karena dulunya sering diajak oleh orang tuanya. Jadi mereka datang karena nostalgia," tambahnya.
Produksi kue di Toko Madjoe tidak dilakukan setiap hari, melainkan menyesuaikan dengan permintaan.
"Produksi kue menunggu stok habis dulu baru dibuat lagi. Kue kering ini bisa tahan lama, hingga dua bulan.
Kami hanya memproduksi setiap hari pada momen tertentu, seperti menjelang Natal atau Idul Fitri," jelas Cornelia.
Dari 25 varian kue kering yang dijual, harganya bervariasi antara Rp140 ribu hingga Rp250 ribu per kilogram.
Uniknya, penjualan kue di sini masih menggunakan timbangan klasik yang dipertahankan sejak zaman dulu.
Cornelia juga menyadari pentingnya memanfaatkan media sosial untuk memasarkan kue-kue mereka, meski saat ini belum maksimal karena ia harus membagi waktu dengan sekolah.
"Saya percaya bahwa kue-kue yang dijual di Toko Madjoe memiliki rasa khas yang tidak bisa ditemukan di tempat lain," pungkas Cornelia.