News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Benarkah Garam Dapur yang Kita Konsumsi Mengandung Mikroplastik? Ini Fakta dan Cara Menghindarinya!

Azril Arham • Kamis, 20 Februari 2025 | 20:20 WIB

 

Garam
Garam

RadarBangkalan.id - Pernahkah terpikir bahwa garam yang kita gunakan setiap hari bisa mengandung plastik?

Ya, tanpa disadari, garam dapur yang sering kita tambahkan ke makanan ternyata bisa saja terkontaminasi oleh mikroplastik, yaitu partikel plastik berukuran sangat kecil yang berasal dari limbah plastik di lautan.

Sebuah penelitian pada 2018 mengungkapkan bahwa lebih dari 90 persen merek garam dapur di dunia mengandung mikroplastik.

Lantas, apa dampaknya bagi kesehatan dan bagaimana cara mengurangi paparan mikroplastik ini? Simak penjelasannya berikut ini!

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science & Technology menemukan bahwa dari 39 merek garam dapur yang diteliti, sebanyak 36 merek mengandung mikroplastik.

Sampel garam tersebut diambil dari 21 negara di berbagai benua, termasuk Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, dan Asia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan mikroplastik paling tinggi ditemukan pada garam laut di kawasan Asia.

Menurut Sherri Mason, profesor dari Universitas Negeri New York, mikroplastik kini ditemukan di mana-mana, sehingga sulit memastikan bahwa garam dari negara tertentu benar-benar bebas dari kontaminasi.

Namun, ada kabar baik! Ternyata ada tiga merek garam yang tidak terdeteksi mengandung mikroplastik, yaitu garam yang berasal dari Taiwan, China, dan Prancis.

Walaupun penelitian tentang dampak langsung mikroplastik terhadap kesehatan manusia masih berlangsung, para ahli mengkhawatirkan risiko yang bisa ditimbulkannya.

Mikroplastik tidak hanya berpotensi mencemari makanan, tetapi juga membawa zat kimia berbahaya seperti pestisida dan logam berat yang dapat masuk ke dalam tubuh.

Berikut beberapa risiko kesehatan akibat konsumsi garam yang terkontaminasi mikroplastik:

1. Gangguan Pencernaan

Mikroplastik yang masuk ke tubuh bisa menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dan mengganggu keseimbangan mikrobiota usus. Hal ini dapat berdampak pada sistem pencernaan dan imunitas tubuh.

2. Paparan Zat Kimia Berbahaya

Mikroplastik mampu menyerap bahan kimia beracun seperti pestisida dan logam berat. Jika masuk ke dalam tubuh, zat-zat ini berpotensi mengganggu keseimbangan hormon, meningkatkan risiko kanker, serta menyebabkan gangguan reproduksi.

3. Peradangan dan Stres Oksidatif

Penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik dapat memicu respons peradangan dalam tubuh. Ketika sistem imun mencoba melawan partikel ini, bisa terjadi stres oksidatif yang berkaitan dengan penyakit kronis seperti diabetes, gangguan kardiovaskular, dan penuaan dini.

4. Gangguan Sistem Imun

Paparan mikroplastik secara terus-menerus dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Tubuh mengenali partikel plastik sebagai benda asing dan berusaha melawannya, yang lama-kelamaan bisa menyebabkan sistem imun menjadi lelah dan kurang efektif melawan infeksi.

5. Akumulasi dalam Organ Tubuh

Meskipun tubuh memiliki mekanisme alami untuk mengeluarkan zat asing, beberapa partikel mikroplastik bisa tetap menumpuk di organ seperti hati, ginjal, atau usus. Akumulasi ini berisiko menyebabkan gangguan fungsi organ dalam jangka panjang.

Tak hanya berdampak pada manusia, mikroplastik juga mengancam ekosistem laut. Banyak ikan dan biota laut lainnya terkontaminasi oleh mikroplastik, yang pada akhirnya bisa masuk ke rantai makanan manusia.

Meskipun sulit menghindari mikroplastik sepenuhnya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalkan paparan:

1. Pilih Garam dari Sumber yang Terpercaya

Pastikan garam yang digunakan berasal dari produsen yang memiliki standar tinggi dalam proses produksi dan pengolahan. Carilah informasi tentang sumber garam dan metode panennya.

2. Gunakan Jenis Garam yang Lebih Aman

Garam Himalaya atau garam batu yang ditambang dari deposit mineral di bawah tanah cenderung memiliki risiko kontaminasi mikroplastik lebih rendah dibandingkan dengan garam laut.

3. Kurangi Konsumsi Garam Berlebihan

Mengurangi konsumsi garam tidak hanya baik untuk kesehatan jantung, tetapi juga membantu mengurangi paparan mikroplastik. Batas konsumsi garam yang disarankan adalah sekitar 5 gram per hari atau setara dengan satu sendok teh.

4. Kurangi Penggunaan Plastik dalam Kehidupan Sehari-hari

Salah satu cara terbaik untuk mengurangi pencemaran mikroplastik adalah dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dengan begitu, jumlah limbah plastik yang berakhir di lautan juga bisa berkurang.

5. Gunakan Filter Air Berkualitas

Jika menggunakan air laut atau air yang mungkin terkontaminasi mikroplastik, pertimbangkan untuk menggunakan filter air dengan teknologi membran halus. Ini bisa membantu menyaring partikel plastik sebelum air digunakan untuk memasak atau melarutkan garam. ***

Editor : Azril Arham
#garam dapur #mikroplastik #garam #mikroplastik di dalam tubuh #plastik #kesehatan