News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pasar Kebun Saroka, Ide Brilian Anak Muda untuk Melestarikan Tradisi dan Menggerakkan Ekonomi Madura

Ina Herdiyana • Kamis, 12 Juni 2025 | 15:01 WIB
MENYUSURI KALI SAROKA: Salah satu wahana di  Pasar Kebun yang selalu dijubeli pengunjung tiap akhir pekan. (FAJAR SIDDIQ UNTUK RADARBANGKALAN.ID)
MENYUSURI KALI SAROKA: Salah satu wahana di Pasar Kebun yang selalu dijubeli pengunjung tiap akhir pekan. (FAJAR SIDDIQ UNTUK RADARBANGKALAN.ID)

SUMENEP, RadarBangkalan.id – Pasar Kebun menjadi jujukan masyarakat Kota Keris akhir-akhir ini. Sebab, pasar yang berlokasi di Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Sumenep, ini menyuguhkan suasana berbeda dari pasar pada umumnya.

Nuansa alam yang teduh dan beragam kuliner khas Madura, khususnya Sumenep, mengajak pengujung bernostalgia pada zaman tempo dulu.

Semua ornamen dan barang yang dijual di pasar ini memiliki tradisional. Mulai pakaian yang digunakan penjual, kedai, dan aneka makanan yang ditawarkan.

Menariknya, transaksi di pasar ini menggunakan koin bambu sebagai alat pembayaran. Suasana ini seolah mengajak pengunjung kembali ke era saat sistem barter masih berlaku.

Pasar Kebun berawal dari ide cemerlang anak muda yang ingin menjawab tantangan zaman. Di tengah tren efisiensi anggaran dan digitalisasi dalam sistem perbelanjaan, Moh. Fajar Siddiq bersama dua rekannya, Mohammad Jefri dan R. Panji Satria Waskita, berinisiatif menciptakan inovasi baru di sektor ekonomi.

Mereka bertekad untuk memberdayakan UMKM lokal agar lebih aktif dalam meningkatkan perekonomian melalui pendirian Pasar Kebun.

Dengan semangat kolaborasi, Pasar Kebun menjadi wadah bagi para pelaku usaha untuk memamerkan produk lokal mereka sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati beragam menu makanan dan minuman khas Madura.

Baca Juga: Ke Pasar Kebun Saronggi Bisa Apa Saja?

Di Pasar Kebun, pengunjung dapat menemukan berbagai hidangan lezat yang menggugah selera. Mulai dari sate, apen, pespes, rap-orap, rujak cingur, hingga minuman tradisional seperti es dawet. Terdapat total 20 pedagang yang menyajikan aneka kuliner di pasar ini.

"Kami percaya, dengan memberikan ruang bagi para pelaku usaha, mereka dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam menyajikan kuliner yang tidak hanya enak, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya Madura," ungkap Fajar.

"Tujuan kami sangat sederhana. Yakni, merawat tradisi, menjaga bumi, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap barang yang dijual di Pasar Kebun tidak hanya menguntungkan penjual, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar," ujarnya.

"Dengan mengutamakan produk lokal, kami berharap dapat mengurangi jejak karbon dan mendukung keberlanjutan," tambahnya.

Baca Juga: Berbelanja Unik Pakai Koin Bambu di Pasar Kebun Saronggi

Fajar berharap, Pasar Kebun terus berkembang dengan inovasi yang sejalan dengan kemajuan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi nenek moyang.

"Kami ingin Pasar Kebun menjadi contoh bagaimana tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan, menciptakan ekosistem yang saling mendukung. Dengan dukungan masyarakat dan pelaku usaha, kami yakin Pasar Kebun akan menjadi destinasi yang menarik dan bermanfaat bagi semua," tutupnya. (*)

 
 
Editor : Ina Herdiyana
#khas madura #Pasar Kebun #tradisional #kuliner