DI tengah arus kuliner modern yang makin beragam, muncul satu cemilan tradisional yang cukup unik dan menjadi bagian warisan kuliner khas Jawa Timur yakni ampo.
Camilan ini memiliki bahan dasar yang tidak biasa, yakni tanah liat yang bersih yang diproses dengan teliti agar layak dikonsumsi.
Proses pembuatannya pun tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Tanah liat dipilih dari jenis yang benar-benar lembut, bebas pasir, kerikil, maupun batu.
Setelah itu, tanah liat dicampur dengan sedikit air dan dibentuk adonan, kemudian diserut menjadi gulungan tipis sebelum diasapi di tungku kayu.
Dalam kebudayaan masyarakat Tuban dan sekitarnya, ampo tidak sekadar menjadi makanan ringan.
Namun, camilan ini juga dipercaya dapat menyejukkan perut, bahkan sebagai makanan sehari-hari pada zaman dahulu jika bahan pangan lainnya sulit didapat.
Meski demikian, tanah liat yang dikonsumsi harus benar-benar steril dan tidak terdapat kuman di dalamnya.
Saat ini ampo dianggap sebagai bagian warisan budaya. Dengan pengakuan ini, diharapkan camilan khas tersebut tidak hanya menjadi kenagan, tetapi juga terangkat sebagai produk budaya yang lebih luas.
Meski tidak lagi menjadi makanan pokok seperti dahulu, ampo tetap dipertahankan keberadaannya oleh sebagian masyarakat Tuban.
Pembuatanya yang masih dilakukan secara turun-temurun menjadi bukti bahwa nilai budaya di balik camilan tanah liat ini tidak benar-benar hilang. (Elsa)
Editor : Ina Herdiyana