RadarBangkalan.id – Matoa merupakan salah satu buah tropis asli Indonesia yang berasal dari wilayah timur, khususnya Papua.
Secara ilmiah, matoa dikenal dengan nama Pometia pinnata dan termasuk dalam keluarga rambutan dan leci, yakni Sapindaceae.
Tidak heran jika rasa dan teksturnya sering dibandingkan dengan kedua buah tersebut.
Secara fisik, matoa memiliki kulit berwarna hijau hingga cokelat keunguan ketika matang. Bentuknya bulat lonjong dengan ukuran seperti telur puyuh hingga telur ayam kecil.
Kulitnya cukup keras, tetapi mudah dibuka. Terdapat daging buah berwarna bening keputihan, sedikit kenyal, dan melekat pada biji.
Secara umum, masyarakat mengenal dua jenis matoa, yakni matoa kelapa yang teksturnya lebih kenyal dan tidak terlalu lengket, serta matoa papeda yang daging buahnya lebih lembek dan sedikit lengket.
Pohon matoa sendiri dapat tumbuh tinggi, bahkan mencapai lebih dari 15 meter dengan daun lebar yang rindang.
Selain rasanya yang nikmat, matoa mengandung sejumlah nutrisi penting. Buah ini diketahui memiliki vitamin C, vitamin E, antioksidan, serta mineral seperti kalsium dan kalium.
Kandungan tersebut berperan dalam membantu menjaga daya tahan tubuh dan melindungi sel dari paparan radikal bebas.
Keberadaan matoa menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki ragam buah tropis yang kaya rasa dan nilai budaya.
Dengan rasa manis legit yang unik serta identitas kuat sebagai buah khas Papua, matoa menyimpan potensi besar untuk dikenal lebih luas.
Baca Juga: Pre-Order Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia, Cek Harga dan Promo Lengkap
Di tengah maraknya buah impor, mengenal dan mengonsumsi buah lokal seperti matoa bisa menjadi langkah sederhana untuk mencintai kekayaan alam Indonesia. (Farah Arisanti)
Editor : Ina Herdiyana