RadarBangkalan.id – Bunga pepaya adalah bagian dari pohon pepaya yang sering kali menempati posisi unik dalam kuliner Nusantara, terutama di wilayah Indonesia Timur dan Manado.
Meskipun secara alami memiliki rasa pahit yang cukup tajam, bunga yang berbentuk kecil, dan bertangkai panjang ini sangat digemari karena teksturnya yang renyah dan kemampuannya untuk membangkitkan nafsu makan.
Rasa pahitnya justru dianggap sebagai karakter utama yang memberikan sensasi segar dan dipercaya mampu berfungsi sebagai penyedap alami yang menyeimbangkan hidangan berlemak atau berminyak.
Baca Juga: Mengenal Hantavirus: Penyakit yang Berkaitan dengan Hewan Pengerat
Karakteristik rasa pahit pada bunga pepaya berasal dari kandungan zat bernama papain yang sangat bermanfaat, namun bagi sebagian orang rasa ini perlu dikurangi agar lebih nyaman di lidah.
Rahasia pengolahan tradisional untuk meminimalkan rasa pahit tersebut biasanya melibatkan penggunaan daun jambu biji, asam jawa, atau tanah liat murni (lempung) saat proses perebusan awal.
Setelah teksturnya menjadi empuk dan rasa pahitnya berkurang, bunga pepaya siap ditumis dengan bumbu aromatik yang kuat seperti bawang putih, cabai, dan terasi, atau dicampur dengan ikan cakalang asap.
Bunga pepaya juga merupakan sumber antioksidan yang sangat baik karena manfaatnya dalam melancarkan sistem pencernaan.
Baca Juga: Manis dan Lembut, Ubi Cilembu Kini Jadi Gaya Hidup Baru Pencinta Healthy Food
Kandungan nutrisinya dipercaya dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan memperbaiki sirkulasi darah.
Selain itu, dalam pengobatan tradisional, konsumsi bunga pepaya secara teratur sering disarankan bagi mereka yang kehilangan nafsu makan atau sebagai upaya alami untuk menjaga stabilitas kadar gula darah.
Keberanian masyarakat dalam mengolah bagian tumbuhan yang pahit menjadi hidangan enak mencerminkan kreativitas dan kedekatan manusia dengan alam sekitar.
Sebagai salah satu sayuran paling ikonik di pasar tradisional, bunga pepaya tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari cita rasa autentik dan tantangan kuliner yang memberikan kepuasan tersendiri di setiap suapan. (Athoya Hanin)
Editor : Ina Herdiyana