News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

YES I CARE Puskesmas Sukolilo Dorong Skrining Dini, Warga Diimbau Lebih Peduli Kesehatan

Mohammad Sugianto • Jumat, 21 November 2025 | 17:33 WIB
Petugas puskesmas Sukolilo saat hendak melakukan cek kesehatan gratis kepada masyarakat
Petugas puskesmas Sukolilo saat hendak melakukan cek kesehatan gratis kepada masyarakat

BANGKALAN, Radarbangkalan.id – Puskesmas Sukolilo mengintensifkan pemeriksaan kesehatan dini melalui program YES I CARE (Yuk Early Skrining – Initiative Care Kesehatan). Program ini menjadi upaya jemput bola untuk mendeteksi risiko penyakit tidak menular (PTM) yang hingga kini masih menjadi penyebab terbesar kematian di Indonesia.

Data menunjukkan 73 persen kematian nasional berasal dari PTM seperti jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan gangguan pernapasan. Bahkan banyak kasus menyerang usia produktif dan meningkatkan risiko kematian dini hingga 20 persen.

Sebagian besar kasus PTM terlambat terdeteksi karena gejala awal sering tak terasa dan minimnya kebiasaan masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan preventif. Alhasil, warga baru memeriksakan diri ketika keluhan sudah mengganggu.

Menjawab kondisi itu, Puskesmas Sukolilo menghadirkan layanan skrining gratis, cepat, dan mudah melalui program YES I CARE. “Tujuannya memperluas akses masyarakat terhadap deteksi dini risiko penyakit sekaligus memberikan edukasi komprehensif tentang pencegahan PTM,” ujar Kepala Puskesmas Sukolilo, Awang Susilo Darmawan.

Program ini menyasar peserta didik usia 7–17 tahun, ibu hamil, usia produktif, lansia, dan balita. Semua dirangkul untuk mengenali kondisi kesehatan sejak dini agar tidak berkembang menjadi penyakit berat.

Puskesmas Sukolilo saat melakukan cek kesehatan gratis yang diberi program YES I CARE
Puskesmas Sukolilo saat melakukan cek kesehatan gratis yang diberi program YES I CARE

Rangkaian kegiatan YES I CARE meliputi 14 tahapan pemeriksaan, mulai registrasi, senam bersama, edukasi nutrisi dan gaya hidup, skrining riwayat penyakit, pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, hingga pemeriksaan gula darah dan kimia klinik. Pemeriksaan gigi, skrining kesehatan jiwa, IVA, SADANIS, dan HPV DNA juga dilakukan, termasuk konsultasi hasil dan rujukan awal bila ditemukan gangguan.

Pelaksanaan program mengusung model pos pelayanan kesehatan yang digelar di sekolah, pondok pesantren, area publik, komunitas, hingga perkantoran. Tenaga kesehatan yang terlibat terdiri dari dokter umum, dokter gigi, perawat, analis laboratorium, bidan, hingga koordinator gizi, promkes, kesehatan jiwa, kesorga, lansia, dan P2PTM.

Awang berharap program ini mampu mendorong budaya cek kesehatan rutin di masyarakat. “Kami ingin masyarakat lebih sadar bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Skrining dini menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup,” tegasnya.

Program YES I CARE diharapkan menjadi intervensi penting dalam menciptakan komunitas yang lebih sehat, produktif, dan berdaya melalui edukasi dan deteksi dini yang berkelanjutan.(gik)

 

Editor : Mohammad Sugianto
#CKG 2025 #bangkalan #Sukolilo #Cek Kesehatan Gratis 2025 #Dinkes Bangkalan