News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kenapa Matcha Lebih Populer di Kalangan Perempuan?

Ina Herdiyana • Senin, 23 Februari 2026 | 12:22 WIB

Matcha. Sumber foto: Hello Sehat
Matcha. Sumber foto: Hello Sehat

RadarBangkalan.id – Dominasi perempuan sebagai peminat utama minuman berbasis matcha bukanlah tanpa alasan yang berdasar.

Secara sosiologis dan biologis, daya tarik bubuk teh hijau asal Jepang ini berakar pada perpaduan harmonis antara nilai estetika, fungsionalitas kesehatan, serta karakteristik yang unik.

Matcha punya warna yang kontras dan estetik, apalagi kalau dipadukan dengan latte art atau disajikan dalam bentuk dessert seperti mille crepes.

Bagi banyak perempuan, ritual memotret minuman sebelum diminum adalah bagian dari pengalaman, dan matcha adalah objek foto yang sempurna.

​Dari segi medis, matcha dikategorikan sebagai superfood karena kandungan antioksidannya, terutama Epigallocatechin Gallate (EGCG), yang jauh lebih tinggi dibandingkan teh hijau seduh biasa.

Senyawa ini berperan vital dalam proses regenerasi sel kulit dan pencegahan penuaan dini, dua hal yang menjadi perhatian utama dalam regimen kecantikan perempuan.

Selain itu, matcha diketahui efektif dalam membantu proses metabolisme oksidasi lemak, menjadikannya alternatif minuman pendukung diet yang jauh lebih sehat dibandingkan minuman manis lainnya.

Berbeda dengan kopi yang kerap menimbulkan efek kecemasan atau detak jantung yang tidak teratur, matcha mengandung asam amino L-Theanine.

Zat ini bekerja secara sinergis dengan kafein untuk menciptakan kondisi "waspada yang tenang".

Efek relaksasi namun tetap fokus ini sangat diminati oleh perempuan produktif yang membutuhkan ketajaman kognitif tanpa harus mengorbankan stabilitas emosional atau kualitas tidur mereka.

Selain itu, karakteristik rasa yang tidak terlalu abrasif di lidah ini memberikan sensasi kenyamanan (comfort drink) yang sulit ditemukan pada kepahitan kopi hitam yang tajam atau keasaman biji kopi tertentu.

Baca Juga: Rahasia di Balik Manisnya Buah Tin

Hal inilah yang membuat matcha menjadi pilihan utama dalam momen-momen relaksasi maupun interaksi sosial.

"Menurut saya, selain rasa yang enak, matcha juga tidak menimbulkan rasa mules pada perut seperti ketika minum kopi," ujar Aura yang mengaku sebagai penikmat matcha.

Dari sini kita menyimpulkan bahwa matcha telah bertransformasi dari sekadar konsumsi tradisional menjadi simbol gaya hidup modern yang mengutamakan keseimbangan. (Athoya Hanin)

 

Editor : Ina Herdiyana
#kaya manfaat #teh hijau #jepang #matcha #minuman sehat