RadarBangkalan.id - Kolesterol merupakan zat menyerupai lilin yang terdapat di dalam darah dan dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel-sel sehat. Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.
Di tengah masyarakat, nyeri atau rasa cenat-cenut pada bagian belakang leher sering dianggap sebagai tanda kolesterol tinggi. Anggapan ini ternyata belum tentu benar.
Baca Juga: Wanita Bekasi Alami Gagal Ginjal Stadium 5 Meski Rajin Minum Air Putih, Ternyata Ini Pemicunya
Dokter Sebut Nyeri Leher Bukan Gejala Khas Kolesterol Tinggi
Spesialis jantung dan pembuluh darah dr BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K) menegaskan bahwa nyeri pada bagian belakang leher bukan tanda khas kolesterol tinggi.
Menurutnya, keluhan tersebut lebih sering disebabkan oleh masalah otot atau postur tubuh yang kurang baik.
Baca Juga: Australia Darurat Difteri, Lebih dari 220 Kasus Tercatat pada 2026
“Mitos itu, muncul sakit di otot leher bukan karena kolesterol,” ujar dr Ario.
Pendapat serupa disampaikan spesialis gizi klinik dr Diana F Suganda. Ia menjelaskan bahwa kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala yang spesifik.
Baca Juga: Daya Tahan Tubuh Lemah? Ini 11 Cara Alami Meningkatkan Imun
Karena itu, seseorang tidak bisa memastikan kadar kolesterol hanya berdasarkan rasa nyeri di leher atau bagian tubuh tertentu.
“Jadi nggak ada tuh yang orang bilang, ‘oh sakit nih di leher berarti kolesterol tinggi’, belum tentu,” jelasnya.
Baca Juga: Nafsu Makan Sulit Dikontrol? Ini 10 Cara Efektif Menurunkannya
Kolesterol Tinggi Sering Tidak Bergejala
Spesialis penyakit dalam dr Muhammad Imanuddin mengatakan kadar kolesterol jahat atau LDL yang tinggi umumnya tidak memunculkan gejala khusus.
Namun dalam beberapa kasus, pasien bisa mengalami keluhan tertentu seperti:
- Bengkak pada kaki, tangan, atau tubuh
- Nyeri pada kaki, tangan, pundak, maupun leher
Meski demikian, gejala tersebut tidak bisa dijadikan patokan utama untuk memastikan kolesterol tinggi.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis di Bangkalan Disorot, Makanan Balita Baru Tiba Sore Hari
Menurut dr Imanuddin, cara terbaik mengetahui kadar kolesterol adalah melalui pemeriksaan laboratorium di fasilitas kesehatan.
Pemeriksaan biasanya meliputi:
- Kolesterol total
- Kolesterol LDL (kolesterol jahat)
- Kolesterol HDL (kolesterol baik)
- Trigliserida
Obesitas Bisa Menjadi Faktor Risiko
Spesialis penyakit dalam dr Ray Ratu, SpPD menjelaskan bahwa kondisi fisik tertentu memang dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, salah satunya obesitas.
Obesitas terjadi akibat penumpukan lemak berlebih dalam tubuh yang menyebabkan berat badan tidak proporsional.
Baca Juga: Video “Guru Bahasa Inggris vs Murid” Viral di TikTok dan X, Benarkah Ada Part 2 di Telegram?
Menurutnya, obesitas termasuk bagian dari sindrom metabolik yang berkaitan dengan berbagai penyakit seperti:
- Hipertensi
- Hiperkolesterolemia
- Diabetes mellitus
- Hiperurisemia
Meski begitu, dr Ray menegaskan tidak semua orang gemuk pasti memiliki kolesterol tinggi.
“Tidak serta merta memang orang gemuk pasti kolesterol tinggi. Tetapi kemungkinan membawa penyakit metabolik lain memang lebih besar,” katanya.
Baca Juga: Chelsea Tundukkan Tottenham Hotspur 2-1, Asa ke Eropa Tetap Hidup hingga Pekan Terakhir
Faktor Risiko Kolesterol Tinggi
Dikutip dari Mayo Clinic, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, antara lain:
- Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans
- Kurang aktivitas fisik atau olahraga
- Kebiasaan minum alkohol berlebihan
- Faktor usia, terutama di atas 40 tahun
Seiring bertambahnya usia, kemampuan hati dalam membuang kolesterol jahat akan menurun sehingga risiko kolesterol tinggi ikut meningkat.
Pentingnya Pemeriksaan Rutin
Karena kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini.
Baca Juga: Arsenal Resmi Juara Premier League Setelah Bournemouth Tahan Manchester City 1-1
Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, mengontrol berat badan, dan menghindari konsumsi alkohol berlebihan juga dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap normal serta menurunkan risiko penyakit jantung.
Editor : Ubaidillah