News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kurang Tidur Bisa Sebabkan Obesitas? Ini Penjelasan Medisnya

Ubaidillah • Jumat, 22 Mei 2026 | 06:16 WIB
Ilustrasi - Obesitas Bikin Susah Tidur dan Sleep Apnea, Begini Penjelasannya
Ilustrasi - Obesitas Bikin Susah Tidur dan Sleep Apnea, Begini Penjelasannya

 

RadarBangkalan.id - Obesitas dan kualitas tidur ternyata memiliki hubungan yang sangat erat. Tidak hanya obesitas yang dapat menyebabkan gangguan tidur, kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan hingga memicu obesitas.

Para ahli menjelaskan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi hormon tubuh, metabolisme, hingga pola makan sehari-hari. Sebaliknya, obesitas juga bisa memperparah kualitas tidur dan meningkatkan risiko gangguan seperti insomnia serta sleep apnea.

Baca Juga: Bisakah Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit? Ini Penjelasan Medisnya

Kurang Tidur Bisa Memicu Obesitas

Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh lemas dan sulit berkonsentrasi. Kondisi ini juga dapat mengacaukan sistem metabolisme tubuh.

Salah satu penyebab utamanya adalah gangguan hormon pengatur nafsu makan, yaitu leptin dan ghrelin. Leptin berfungsi memberi sinyal kenyang ke otak, sedangkan ghrelin memicu rasa lapar.

Baca Juga: Wajah Bengkak Ternyata Tanda Gagal Ginjal, Wanita Bekasi Kini Cuci Darah 2 Kali Seminggu

Saat seseorang kurang tidur, kadar leptin akan menurun sementara ghrelin meningkat. Akibatnya, tubuh merasa lebih lapar meski kebutuhan energi sebenarnya sudah cukup.

Baca Juga: Rahasia Umur Panjang Para Ahli, Rutin Konsumsi 5 Jenis Makanan Ini

Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah makan berlebihan, terutama makanan tinggi kalori, gula, dan lemak.

Baca Juga: Sering Wajah Bengkak dan Mudah Lelah? Bisa Jadi Tanda Gagal Ginjal Kronis

Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan hormon stres kortisol. Kadar kortisol yang tinggi dapat memicu emotional eating atau kebiasaan makan berlebihan akibat stres.

Kurang tidur juga menyebabkan tubuh mudah lelah sehingga aktivitas fisik berkurang. Banyak orang akhirnya lebih sering duduk, bermain gawai, atau menonton dibanding berolahraga.

Obesitas Dapat Memperburuk Kualitas Tidur

Di sisi lain, obesitas juga berpengaruh besar terhadap kualitas tidur seseorang.

Orang dengan obesitas diketahui lebih rentan mengalami insomnia, sulit tidur nyenyak, hingga sering terbangun di malam hari. Mereka juga lebih mudah mengalami kantuk berlebihan pada siang hari meski merasa sudah tidur cukup lama.

Baca Juga: Benarkah Nyeri Leher Belakang Tanda Kolesterol Tinggi? Dokter Buka Suara

Secara biologis, obesitas dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Selain itu, penumpukan lemak berlebih memicu peradangan kronis yang memengaruhi sistem saraf pusat dan kualitas tidur.

Baca Juga: Wanita Bekasi Alami Gagal Ginjal Stadium 5 Meski Rajin Minum Air Putih, Ternyata Ini Pemicunya

Lemak visceral atau lemak di area perut menghasilkan senyawa proinflamasi yang dapat memicu rasa kantuk berlebihan dan menurunkan kualitas tidur.

Tak hanya itu, obesitas juga sering dikaitkan dengan sleep apnea, yaitu gangguan pernapasan saat tidur yang menyebabkan tidur menjadi tidak nyenyak.

Baca Juga: Australia Darurat Difteri, Lebih dari 220 Kasus Tercatat pada 2026

Terbentuk Lingkaran Setan antara Obesitas dan Tidur Buruk

Kurang tidur dapat meningkatkan rasa lapar dan keinginan mengonsumsi makanan tinggi kalori. Kebiasaan ini akhirnya memperburuk obesitas.

Sebaliknya, obesitas yang tidak ditangani akan terus mengganggu kualitas tidur. Kondisi ini menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus jika tidak disertai perubahan gaya hidup sehat.

Baca Juga: Daya Tahan Tubuh Lemah? Ini 11 Cara Alami Meningkatkan Imun

Karena itu, menjaga berat badan ideal dan memperbaiki pola tidur menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Tips Meningkatkan Kualitas Tidur bagi Orang dengan Obesitas

Berikut beberapa cara yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur:

• Tetapkan jadwal tidur yang teratur setiap hari
• Rutin berolahraga, terutama di luar ruangan
• Gunakan kasur yang nyaman dan menopang tubuh dengan baik
• Hindari makanan tinggi kalori dan makan larut malam
• Batasi penggunaan gawai 30–60 menit sebelum tidur
• Ciptakan kamar tidur yang sejuk, gelap, dan tenang
• Hindari konsumsi kopi, teh, atau minuman energi di sore dan malam hari

Tidur yang cukup dan berkualitas membantu tubuh mengatur metabolisme, nafsu makan, serta keseimbangan energi dengan lebih optimal.

Baca Juga: Nafsu Makan Sulit Dikontrol? Ini 10 Cara Efektif Menurunkannya

Jika gangguan tidur terus berlangsung, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan agar penyebabnya bisa diketahui lebih dini.

Editor : Ubaidillah
#penyebab obesitas #gangguan tidur #sleep apnea #kurang tidur menyebabkan obesitas #obesitas dan kualitas tidur