RadarBangkalan.id - Hubungan antara obesitas dan kualitas sperma menjadi perhatian penting, terutama bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil. Berat badan berlebih ternyata tidak hanya memengaruhi kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga dapat berdampak pada kesuburan pria.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa obesitas dapat mengganggu keseimbangan hormon, meningkatkan suhu testis, hingga memicu kerusakan DNA sperma. Akibatnya, jumlah dan kualitas sperma bisa menurun.
Baca Juga: Kurang Tidur Bisa Sebabkan Obesitas? Ini Penjelasan Medisnya
Tak sedikit pria yang tidak menyadari bahwa kondisi obesitas dapat menjadi salah satu penyebab sulitnya mendapatkan keturunan.
Bagaimana Obesitas Memengaruhi Kualitas Sperma?
Secara medis, obesitas dapat memengaruhi kesuburan pria melalui beberapa mekanisme berikut.
Baca Juga: Bisakah Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit? Ini Penjelasan Medisnya
Baca Juga: Rahasia Umur Panjang Para Ahli, Rutin Konsumsi 5 Jenis Makanan Ini
1. Gangguan Hormon Reproduksi
Pria dengan indeks massa tubuh (BMI) tinggi cenderung mengalami penurunan kadar testosteron dan peningkatan hormon estrogen.
Baca Juga: Wajah Bengkak Ternyata Tanda Gagal Ginjal, Wanita Bekasi Kini Cuci Darah 2 Kali Seminggu
Ketidakseimbangan hormon ini mengganggu proses spermatogenesis atau pembentukan sperma. Selain itu, hormon reproduksi lain seperti FSH, LH, dan SHBG juga dapat ikut menurun sehingga kualitas sperma semakin terganggu.
2. Suhu Testis Menjadi Lebih Tinggi
Produksi sperma membutuhkan suhu testis yang ideal, sekitar 34–35 derajat Celsius.
Pada pria obesitas, penumpukan lemak di area sekitar skrotum dapat meningkatkan suhu testis. Kondisi ini berisiko menurunkan pergerakan sperma, merusak DNA sperma, dan meningkatkan stres oksidatif.
Jika berlangsung lama, kualitas sperma bisa terus menurun dan meningkatkan risiko infertilitas.
Baca Juga: Benarkah Nyeri Leher Belakang Tanda Kolesterol Tinggi? Dokter Buka Suara
Baca Juga: Wanita Bekasi Alami Gagal Ginjal Stadium 5 Meski Rajin Minum Air Putih, Ternyata Ini Pemicunya
3. Sindrom Metabolik
Obesitas sering berkaitan dengan sindrom metabolik seperti gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, trigliserida tinggi, dan kolesterol baik (HDL) rendah.
Baca Juga: Australia Darurat Difteri, Lebih dari 220 Kasus Tercatat pada 2026
Kondisi tersebut dapat memicu hipogonadisme atau kadar testosteron rendah. Akibatnya, produksi sperma terganggu, libido menurun, dan risiko disfungsi ereksi meningkat.
4. Peningkatan Hormon Estrogen
Jaringan lemak berlebih meningkatkan aktivitas enzim aromatase yang mengubah testosteron menjadi estrogen.
Semakin tinggi kadar lemak tubuh, semakin besar pula peningkatan hormon estrogen pada pria. Kondisi ini menyebabkan hormon pemicu produksi sperma seperti FSH dan LH ikut menurun.
Dampaknya, jumlah dan kualitas sperma menjadi kurang optimal.
5. Kerusakan DNA Sperma
Obesitas juga meningkatkan stres oksidatif akibat penumpukan radikal bebas dalam tubuh.
Kondisi ini dapat merusak struktur sperma, termasuk materi genetik atau DNA sperma. Akibatnya, motilitas, morfologi, dan daya tahan sperma ikut menurun.
Sejumlah penelitian juga menemukan pria obesitas cenderung memiliki jumlah sperma lebih rendah dibanding pria dengan berat badan normal.
Baca Juga: Daya Tahan Tubuh Lemah? Ini 11 Cara Alami Meningkatkan Imun
Cara Meningkatkan Kesuburan pada Pria Obesitas
Meski obesitas dapat memengaruhi kualitas sperma, kondisi ini umumnya masih bisa diperbaiki dengan perubahan gaya hidup sehat.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
• Menurunkan berat badan secara bertahap
• Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
• Memperbanyak asupan zinc, vitamin D, omega-3, dan asam folat
• Rutin berolahraga intensitas sedang
• Menghindari suhu panas berlebih di area testis
• Tidur cukup 7–8 jam setiap malam
• Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol
Perubahan gaya hidup tersebut dapat membantu meningkatkan kadar testosteron sekaligus memperbaiki kualitas sperma dalam beberapa bulan.
Baca Juga: Nafsu Makan Sulit Dikontrol? Ini 10 Cara Efektif Menurunkannya
Jika program hamil belum berhasil meski sudah menjalani pola hidup sehat, konsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau fertilitas sangat dianjurkan.
Editor : Ubaidillah