RadarBangkalan.id - Belakangan ini muncul anggapan di media sosial bahwa emosi yang dipendam dapat meningkatkan risiko kanker. Isu tersebut ramai diperbincangkan dan membuat banyak orang bertanya-tanya apakah stres serta depresi memang bisa memicu penyakit ganas tersebut.
Spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi onkologi Andhika Rachman mengatakan ada kaitan antara kondisi emosional dengan kesehatan tubuh, termasuk risiko kanker. Namun, ia menegaskan tidak semua emosi yang dipendam otomatis menyebabkan kanker.
Baca Juga: Viral Istilah UPF, Benarkah Semua Ultra-Processed Food Tidak Sehat?
Menurutnya, kondisi yang perlu diwaspadai adalah stres berat hingga depresi berkepanjangan.
“Yang kalau sampai mengakibatkan luapan emosi, itu jadi depresi, stres, dan stresnya bukan stres harian yang kita dapatkan,” ujar dr Andhika dalam acara The 6th Siloam Oncology Summit di Shangri-La Hotel Jakarta.
Bagaimana Stres Bisa Berkaitan dengan Risiko Kanker?
dr Andhika menjelaskan saat seseorang mengalami depresi atau stres berat dalam waktu lama, tubuh dapat menghasilkan zat kimia bernama sitokin pro-inflamasi.
Zat tersebut memicu inflamasi atau peradangan di dalam tubuh. Kondisi inflamasi berkepanjangan dinilai dapat memengaruhi lingkungan sel dan memicu perubahan genetik tertentu.
Baca Juga: 5 Posisi Seks Minim Suara saat Menginap di Rumah Mertua
Ketika sel mengalami kerusakan genetik, risiko terbentuknya sel abnormal atau keganasan dapat meningkat.
“Akibatnya terjadi kerusakan genetik. Di situlah, kalau gennya terganggu kemudian terjadi perubahan protein yang berwujud kepada jadinya keganasan,” jelasnya.
Baca Juga: Panu di Wajah dan Leher Susah Hilang? Ini Cara Mengatasinya dengan Benar
Tidak Semua Emosi Dipendam Langsung Sebabkan Kanker
Meski demikian, dr Andhika menegaskan proses munculnya kanker sangat kompleks dan tidak disebabkan oleh satu faktor saja.
Menurutnya, diperlukan proses panjang sebelum depresi dapat berkontribusi terhadap munculnya kanker. Selain itu, ada banyak faktor lain yang ikut berperan.
Baca Juga: Dokter Sebut Wajah Sembap Bisa Jadi Gejala Gagal Ginjal Stadium Akhir
Beberapa faktor risiko kanker yang umum meliputi:
- Gaya hidup tidak sehat
- Merokok
- Pola makan buruk
- Kurang olahraga
- Faktor genetik atau keturunan
- Paparan zat berbahaya tertentu
Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung menyimpulkan bahwa semua emosi yang dipendam pasti menyebabkan kanker.
Baca Juga: Heatstroke Bisa Sebabkan Kejang hingga Hilang Kesadaran, IDAI Ungkap Tanda Awalnya
Cara Mengurangi Risiko Stres Berlebihan
dr Andhika menyarankan masyarakat tetap menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Mengontrol stres dapat dilakukan dengan berbagai cara sederhana seperti:
- Berolahraga rutin
- Beristirahat cukup
- Melakukan aktivitas menyenangkan
- Jalan-jalan atau rekreasi
- Menjaga hubungan sosial yang sehat
“Pencegahannya dengan kontrol stres dan jangan lupa olahraga, main-main jalan-jalan juga itu penting,” katanya.
Baca Juga: Viral di Instagram, Wanita Bekasi Derita TB Tulang sampai Harus Cuci Darah
Editor : Ubaidillah