RadarBangkalan.id - Kanker usus besar atau kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang berkembang pada lapisan dalam usus besar dan rektum. Penyakit ini umumnya bermula dari polip atau benjolan kecil yang tumbuh perlahan hingga berubah menjadi kanker.
Proses perubahan polip menjadi kanker bisa memakan waktu sekitar 10 tahun. Karena berkembang secara perlahan, banyak penderita tidak menyadari gejalanya sejak awal.
Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Perut pada Bayi, Kenali Penyebabnya Sejak Dini
Belakangan, kanker usus besar tidak hanya ditemukan pada usia lanjut. Kasus kanker kolorektal pada usia muda, bahkan usia 20-an hingga di bawah 40 tahun, mulai meningkat dan menjadi perhatian para ahli kesehatan.
Penyebab Kanker Usus Besar
Dikutip dari Cleveland Clinic, kanker usus besar terjadi akibat mutasi genetik yang mengubah sel sehat di usus besar menjadi sel kanker.
Sel kanker tersebut kemudian tumbuh menembus dinding usus dan dalam kondisi tertentu dapat menyebar ke organ lain di luar usus besar.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Pup Anak! Warna dan Tekstur Feses Bisa Jadi Tanda Kesehatan Pencernaan
Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr Sulpiana, MBiomed, menjelaskan bahwa kanker kolorektal dapat dipicu oleh faktor keturunan maupun gaya hidup tidak sehat.
Faktor genetik biasanya muncul pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus besar atau jenis kanker tertentu lainnya.
Baca Juga: Benarkah Emosi Dipendam Bisa Memicu Kanker? Dokter Ungkap Faktanya
Sementara itu, faktor gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal meliputi:
• Kurang aktivitas fisik
• Pola makan tidak seimbang
• Konsumsi makanan rendah serat
• Terlalu sering makan makanan olahan
• Obesitas
• Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol
Menurut dr Sulpiana, pola hidup modern menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus kanker usus besar pada usia muda.
Baca Juga: Viral Istilah UPF, Benarkah Semua Ultra-Processed Food Tidak Sehat?
Gejala Kanker Usus Besar
Gejala kanker usus besar sering kali tidak disadari karena mirip gangguan pencernaan biasa. Namun, beberapa tanda berikut perlu diwaspadai:
• Sakit atau nyeri perut
• Perut kembung
• Darah pada tinja
• Warna tinja berubah
• Bentuk tinja menjadi lebih kecil atau menyempit
• Sembelit berkepanjangan
• Merasa BAB tidak tuntas
• Tubuh mudah lelah dan lemah
• Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
Baca Juga: 5 Posisi Seks Minim Suara saat Menginap di Rumah Mertua
Jika gejala muncul terus-menerus, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan untuk mendeteksi kondisi lebih dini.
Baca Juga: Panu di Wajah dan Leher Susah Hilang? Ini Cara Mengatasinya dengan Benar
Stadium Kanker Usus Besar
Kanker usus besar dibagi menjadi empat stadium berdasarkan ukuran tumor dan penyebarannya.
Stadium I
Kanker mulai tumbuh di dinding usus tetapi belum menyebar ke luar usus atau kelenjar getah bening.
Stadium II
Kanker mulai menembus lapisan luar usus dan dalam kondisi tertentu dapat menyebar ke organ terdekat.
Baca Juga: Dokter Sebut Wajah Sembap Bisa Jadi Gejala Gagal Ginjal Stadium Akhir
• Stadium IIA: Menyebar pada sebagian besar dinding usus
• Stadium IIB: Menembus lapisan luar usus
• Stadium IIC: Menyebar ke organ sekitar
Stadium III
Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar usus besar.
• IIIA: Menyebar ke 1–4 kelenjar getah bening
• IIIB: Penyebaran lebih luas pada dinding usus dan kelenjar getah bening
• IIIC: Menyebar ke organ terdekat dan lebih banyak kelenjar getah bening
Stadium IV
Kanker menyebar ke organ lain seperti hati, paru-paru, atau ovarium.
Baca Juga: Viral di Instagram, Wanita Bekasi Derita TB Tulang sampai Harus Cuci Darah
• IVA: Menyebar ke satu organ jauh
• IVB: Menyebar ke lebih dari satu organ
• IVC: Menyebar luas hingga jaringan perut
Pentingnya Deteksi Dini
Deteksi dini menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan kanker usus besar. Pemeriksaan rutin sangat dianjurkan terutama bagi orang yang memiliki riwayat keluarga kanker atau mengalami gangguan pencernaan berkepanjangan.
Baca Juga: Kurang Tidur Bisa Sebabkan Obesitas? Ini Penjelasan Medisnya
Menjalani pola hidup sehat, rutin berolahraga, memperbanyak konsumsi serat, serta membatasi makanan olahan juga dapat membantu menurunkan risiko kanker kolorektal.
Editor : Ubaidillah