News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ramai Soal UPF, Benarkah Semua Ultra Processed Food Buruk untuk Kesehatan?

Ubaidillah • Selasa, 26 Mei 2026 | 07:02 WIB
Sarden kalengan belakangan banyak dibahas sebagai pangan non-UPF. Foto: Aldrian/detikHealth
Sarden kalengan belakangan banyak dibahas sebagai pangan non-UPF. Foto: Aldrian/detikHealth

 

RadarBangkalan.id - Istilah ultra-processed food (UPF) belakangan semakin sering menjadi perbincangan di media sosial. Berbagai makanan kemasan seperti mi instan, sosis, nugget, hingga minuman kemasan kerap langsung dicap tidak sehat karena masuk kategori UPF.

Perdebatan juga muncul setelah sarden kalengan disebut tidak selalu termasuk ultra-processed food. Hal ini membuat banyak orang mulai mempertanyakan apakah semua produk UPF benar-benar berdampak buruk bagi kesehatan.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Sarden Kalengan Penyok, Ini Risiko BPA dan Kontaminasi Bakteri

Dalam sistem klasifikasi NOVA, pangan dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat pengolahannya, yaitu unprocessed atau minimally processed foods, processed culinary ingredients, processed foods, dan ultra-processed foods.

Meski sering mendapat stigma negatif, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tidak semua produk dalam kelompok UPF memiliki dampak kesehatan yang sama.

Tidak Semua Produk UPF Punya Risiko Serupa

Beberapa jenis produk UPF memang lebih sering dikaitkan dengan risiko penyakit, terutama makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Namun, produk lain dalam kategori yang sama ternyata tidak selalu menunjukkan dampak serupa dalam penelitian.

Baca Juga: Sariawan hingga Bibir Bengkak, Benarkah Kumur Air Garam Bisa Membantu?

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care tahun 2023 menggunakan data lebih dari 198 ribu partisipan di Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi UPF yang lebih tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko Diabetes Tipe 2.

Baca Juga: Kulit Sering Gatal dan Badan Linu, Apakah Tanda Imun Tubuh Bermasalah?

Namun, para peneliti juga menemukan bahwa tidak semua kelompok UPF menunjukkan hubungan risiko yang sama.

Produk seperti minuman berpemanis, refined breads, produk hewani olahan, dan ready-to-eat dishes lebih sering dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Perut pada Bayi, Kenali Penyebabnya Sejak Dini

Sementara itu, beberapa produk lain seperti Yogurt, whole-grain breads, dan sereal tertentu menunjukkan hasil yang berbeda dalam penelitian tersebut.

Ahli Ingatkan Jangan Menilai Makanan dari Label Saja

Pakar teknologi pangan dari IPB University, Prof Dr Ir Purwiyatno Hariyadi, menilai salah satu masalah dalam pembahasan UPF adalah anggapan bahwa semua produk dalam kategori tersebut otomatis tidak sehat.

Menurutnya, karakteristik dan kandungan gizi setiap produk pangan sangat beragam sehingga tidak bisa disamakan begitu saja.

Baca Juga: Benarkah Emosi Dipendam Bisa Memicu Kanker? Dokter Ungkap Faktanya

Ia mencontohkan beberapa produk seperti Susu UHT, pangan fortifikasi, maupun pangan olahan lokal produksi UMKM yang tetap aman dan bergizi sesuai standar pangan.

Karena itu, makanan sebaiknya tidak hanya dinilai dari klasifikasi pengolahannya saja. Kandungan gizi, komposisi bahan, frekuensi konsumsi, dan pola makan secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.

Baca Juga: Viral Istilah UPF, Benarkah Semua Ultra-Processed Food Tidak Sehat?

Di tengah ramainya perdebatan soal UPF, para ahli mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam memilih makanan dan tidak mudah terpengaruh stigma yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Panu di Wajah dan Leher Susah Hilang? Ini Cara Mengatasinya dengan Benar

Editor : Ubaidillah
#Sarden #kolom gizi #sarden kalengan #ultra processed food #klasifikasi nova