RadarBangkalan.id - Momen Idul Adha identik dengan aneka hidangan berbahan daging kurban. Mulai dari sate, gulai, tongseng, hingga rendang menjadi menu favorit banyak keluarga setelah pembagian daging.
Namun setelah menyantap berbagai olahan tersebut, tak sedikit orang mengeluhkan perut terasa lebih aktif dan kentut menjadi lebih bau dari biasanya. Banyak yang kemudian mengira konsumsi daging menjadi penyebab utamanya.
Baca Juga: Kisah Aubrey Hasley, Usia 22 Tahun Alami Stroke Diawali Telinga Berdenging
Spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi Aru Ariadno mengatakan anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Menurutnya, daging bukan faktor utama yang menyebabkan kentut menjadi lebih bau. Justru makanan tinggi karbohidrat tertentu lebih sering menjadi pemicunya.
"Justru kentut lebih bau itu terjadi bila kita banyak mengonsumsi karbohidrat, contohnya ubi," kata dr Aru saat berbincang dengan detikcom.
Baca Juga: Main HP sampai Larut Malam Bisa Tingkatkan Risiko Hipertensi dan Stroke
Ia menjelaskan karbohidrat yang masuk ke tubuh nantinya akan dipecah oleh bakteri di dalam usus. Proses tersebut menghasilkan gas yang dapat memicu aroma tidak sedap pada kentut.
Baca Juga: BGN Ancam Hentikan Operasional Dapur MBG yang Tak Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita
"Ubi itu akan menyebabkan proses karbohidrat yang dipecah dalam usus itu lebih banyak. Kemudian oleh kuman-kuman usus, karbohidrat itu dicerna dan diubah menjadi gas, terutama gas sulfur dan itu yang menyebabkan bau," jelasnya.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Sarden Kalengan Penyok, Ini Risiko BPA dan Kontaminasi Bakteri
Gas sulfur dikenal memiliki aroma menyengat yang membuat kentut terasa lebih bau dibanding biasanya. Selain ubi, beberapa makanan tinggi karbohidrat dan serat tertentu juga bisa memicu kondisi serupa, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah besar.
Meski begitu, perubahan bau kentut umumnya masih tergolong normal dan dipengaruhi pola makan sehari-hari. Namun jika disertai nyeri perut hebat, diare berkepanjangan, atau gangguan pencernaan lain, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Baca Juga: Sariawan hingga Bibir Bengkak, Benarkah Kumur Air Garam Bisa Membantu?
Editor : Ubaidillah