RadarBangkalan.id - Media sosial kembali diramaikan dengan perbincangan mengenai penggunaan Whip Pink oleh sejumlah figur publik. Produk yang sebenarnya diperuntukkan bagi kebutuhan kuliner ini menjadi sorotan karena diduga disalahgunakan untuk mendapatkan efek mabuk sesaat.
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Zulkarnain Harahap, mengungkapkan bahwa salah satu pihak yang diperiksa mengaku membeli produk tersebut secara rutin sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Baca Juga: Kenapa Pelari Sering Mules Sebelum Race? Dokter Ungkap Penyebabnya
Whip Pink sendiri mengandung nitrous oxide (N₂O), gas yang lazim digunakan dalam industri makanan dan minuman, terutama untuk membuat whipped cream, foam pada minuman, dan berbagai kreasi kuliner modern.
Apa Itu Nitrous Oxide?
Nitrous oxide merupakan gas yang dalam dunia medis juga dikenal sebagai "gas tawa" karena memiliki efek sedatif dan analgesik tertentu ketika digunakan secara terkontrol oleh tenaga kesehatan.
Di industri kuliner, gas ini dimanfaatkan dalam whipped cream dispenser untuk menghasilkan tekstur krim yang ringan dan mengembang.
Baca Juga: Viral Wanita Kena Kanker Kulit Diduga Akibat Manicure UV, Dokter Bagikan Tips Aman
Namun, di luar penggunaan yang semestinya, nitrous oxide kerap disalahgunakan sebagai zat hirup atau dikenal dengan istilah "whippets".
Bagaimana Nitrous Oxide Disalahgunakan?
Dalam praktik penyalahgunaannya, gas nitrous oxide tidak digunakan untuk memasak, melainkan dihirup secara langsung untuk menghasilkan sensasi euforia sesaat.
Baca Juga: Gejala Stroke pada Anak Muda Kerap Tak Disadari, Ini Tanda-Tandanya
Beberapa metode yang sering digunakan antara lain:
- Menghirup gas dari balon yang telah diisi nitrous oxide.
- Menggunakan alat pemecah tabung atau cracker.
- Menghirup langsung dari tabung tertentu yang dimodifikasi.
- Menggunakan kantong atau alat lain untuk menampung gas sebelum dihirup.
Efek yang dirasakan biasanya muncul hanya dalam hitungan detik dan berlangsung beberapa menit. Karena durasinya singkat, pengguna sering kali menghirup berulang kali untuk mempertahankan sensasi tersebut.
Baca Juga: Viral Wanita Kena Kanker Kulit Usai 18 Tahun Pakai UV Nail Lamp, Ini Kata Dokter
Efek Jangka Pendek Penyalahgunaan Whip Pink
Penyalahgunaan nitrous oxide dapat menyebabkan berbagai keluhan dalam waktu singkat, seperti:
- Pusing
- Lemas
- Kesemutan
- Gangguan keseimbangan
- Bicara pelo
- Mual dan muntah
- Penglihatan kabur
- Sakit kepala
- Detak jantung tidak teratur
Selain itu, risiko pingsan akibat kekurangan oksigen juga dapat terjadi, terutama jika gas dihirup dalam jumlah besar atau berulang kali.
Baca Juga: Kenapa Pelari Sering Kebelet BAB Saat Race? Ini Penjelasan Dokter Olahraga
Efek Jangka Panjang yang Lebih Berbahaya
Penggunaan nitrous oxide secara berulang dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius.
Baca Juga: Main HP sampai Larut Malam Bisa Tingkatkan Risiko Hipertensi dan Stroke
Beberapa risiko yang dilaporkan antara lain:
- Kerusakan saraf
- Kekurangan vitamin B12 berat
- Gangguan koordinasi tubuh
- Kerusakan otak
- Gangguan pendengaran
- Kerusakan hati dan ginjal
- Gangguan sumsum tulang
- Gangguan irama jantung
- Masalah kandung kemih dan usus
- Depresi dan gangguan psikologis
Kekurangan vitamin B12 menjadi salah satu komplikasi yang paling sering dikaitkan dengan penyalahgunaan nitrous oxide karena dapat memicu kerusakan sistem saraf yang bersifat serius.
Baca Juga: Kisah Aubrey Hasley, Usia 22 Tahun Alami Stroke Diawali Telinga Berdenging
Produk Kuliner yang Tidak Boleh Disalahgunakan
Meski Whip Pink dipasarkan sebagai produk untuk kebutuhan kuliner, para ahli mengingatkan bahwa penggunaan di luar peruntukannya dapat membahayakan kesehatan.
Efek euforia yang dirasakan hanya berlangsung singkat, sementara risiko kesehatan yang muncul dapat berdampak jangka panjang, terutama pada sistem saraf dan fungsi otak.
Karena itu, penggunaan nitrous oxide sebaiknya hanya sesuai fungsi yang telah ditetapkan dan tidak digunakan sebagai zat hirup untuk tujuan rekreasional.
Editor : Ubaidillah