RadarBangkalan.id - Kasus dugaan penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O) atau yang dikenal dengan nama Whip Pink kembali menjadi sorotan publik. Seorang YouTuber berinisial AM mengaku mengalami kelumpuhan temporer hingga terjatuh dari tangga setelah menggunakan produk tersebut.
Informasi itu disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso. Menurutnya, AM merupakan salah satu pihak yang diperiksa terkait dugaan penyalahgunaan gas N2O.
Baca Juga: Viral Wanita Kena Kanker Kulit Diduga Akibat Manicure UV, Dokter Bagikan Tips Aman
AM mengaku menggunakan Whip Pink selama periode Januari hingga Maret 2026. Penggunaan tersebut diduga berdampak serius pada kondisi kesehatannya hingga harus menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di wilayah Tangerang.
"AM menjelaskan bahwa penggunaan produk gas N2O merek Whip Pink diduga kuat telah berdampak pada kesehatannya sehingga harus dilakukan perawatan intensif," ujar Brigjen Eko dalam keterangannya.
Ia menambahkan, saat dilarikan ke rumah sakit, AM mengalami kehilangan kendali terhadap anggota tubuhnya, terutama pada bagian kaki.
Baca Juga: Kenapa Pelari Sering Mules Sebelum Race? Dokter Ungkap Penyebabnya
"AM mengalami lumpuh temporer hingga terjatuh di tangga rumahnya," jelasnya.
Whip Pink Sebenarnya Produk Legal untuk Kebutuhan Kuliner
Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada, Zullies Ikawati, menjelaskan bahwa Whip Pink pada dasarnya merupakan produk legal yang digunakan dalam dunia kuliner.
Gas nitrous oxide biasa dimanfaatkan untuk membantu mengembangkan whipped cream sehingga menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan mengembang.
Baca Juga: Gejala Stroke pada Anak Muda Kerap Tak Disadari, Ini Tanda-Tandanya
Selain itu, dinitrogen oksida juga digunakan dalam dunia medis, seperti pada prosedur kedokteran gigi dan persalinan. Namun penggunaannya dilakukan dalam dosis terkontrol, dicampur dengan oksigen, serta diawasi tenaga kesehatan.
Bagaimana Nitrous Oxide Memengaruhi Saraf?
Menurut Prof Zullies, masalah muncul ketika gas nitrous oxide sengaja dihirup di luar pengawasan medis untuk mendapatkan efek tertentu.
Saat masuk ke tubuh, gas tersebut bekerja pada otak dan sistem saraf pusat dengan memengaruhi pelepasan zat kimia seperti dopamin yang berperan dalam rasa senang dan nyaman.
Baca Juga: Viral Wanita Kena Kanker Kulit Usai 18 Tahun Pakai UV Nail Lamp, Ini Kata Dokter
Akibatnya, pengguna dapat merasakan:
- Euforia atau perasaan senang berlebihan
- Sensasi ringan dan melayang
- Tertawa tanpa sebab
- Perubahan persepsi sesaat
Efek tersebut muncul dengan cepat, tetapi juga hilang dalam waktu singkat. Kondisi inilah yang sering mendorong pengguna untuk mengulang pemakaian.
Baca Juga: Kenapa Pelari Sering Kebelet BAB Saat Race? Ini Penjelasan Dokter Olahraga
Risiko Serius Penggunaan Berulang
Di balik sensasi sesaat tersebut, nitrous oxide menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh.
Gas ini dapat mengurangi ketersediaan oksigen dalam tubuh karena menggantikan oksigen di paru-paru. Jika digunakan berulang kali atau dalam jumlah besar, dampaknya dapat berupa:
Baca Juga: Main HP sampai Larut Malam Bisa Tingkatkan Risiko Hipertensi dan Stroke
- Pusing dan kehilangan keseimbangan
- Pingsan
- Gangguan pernapasan
- Kekurangan oksigen
- Kerusakan saraf
- Kesemutan dan mati rasa
- Gangguan berjalan
- Kelumpuhan sementara
- Kematian mendadak pada kasus berat
Selain itu, penggunaan jangka panjang dapat mengganggu fungsi vitamin B12 yang berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem saraf.
Baca Juga: Kisah Aubrey Hasley, Usia 22 Tahun Alami Stroke Diawali Telinga Berdenging
"Penggunaan berulang dapat mengganggu fungsi vitamin B12 yang penting bagi saraf sehingga berisiko menimbulkan kesemutan, mati rasa, gangguan berjalan hingga kerusakan saraf yang bisa menetap," jelas Prof Zullies.
Jangan Terkecoh karena Dijual Bebas
Meski bukan termasuk narkotika, nitrous oxide tetap tergolong zat psikoaktif yang dapat membahayakan kesehatan jika disalahgunakan.
Karena dijual bebas sebagai perlengkapan dapur, banyak orang menganggap produk tersebut aman digunakan untuk tujuan selain kuliner. Padahal, dampaknya terhadap tubuh dapat berujung pada gangguan saraf serius yang tidak selalu bisa dipulihkan.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Sarden Kalengan Penyok, Ini Risiko BPA dan Kontaminasi Bakteri
Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda mencoba Whip Pink hanya karena tren atau rasa penasaran. Efek sesaat yang ditimbulkan tidak sebanding dengan risiko kesehatan yang dapat muncul dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Editor : Ubaidillah