RadarBangkalan.id - Video seorang influencer yang mengonsumsi 11 suplemen sekaligus dalam satu kali minum viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang mempertanyakan apakah kebiasaan tersebut aman bagi kesehatan atau justru berpotensi menimbulkan risiko tertentu.
Menanggapi fenomena tersebut, dokter spesialis saraf sekaligus neurolog, Prof. Dr. Rizaldy Taslim Pinzon, menjelaskan bahwa penggunaan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Baca Juga: BGN Ungkap Penyebab Ribuan Dapur MBG Disuspend, dari Dugaan Mark Up hingga Kasus Keracunan
Menurutnya, aspek yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah suplemen yang dikonsumsi, tetapi juga kandungan, dosis, serta kemungkinan adanya zat gizi yang tumpang tindih dari beberapa produk berbeda.
Perhatikan Dosis dan Kandungan Suplemen
Prof Rizaldy mencontohkan vitamin B6 sebagai salah satu nutrisi yang sering menjadi perhatian dalam penggunaan suplemen.
Vitamin B6 memiliki peran penting dalam menjaga fungsi saraf, membantu metabolisme tubuh, serta mendukung sistem kekebalan. Namun, seperti nutrisi lainnya, konsumsi vitamin B6 tetap harus memperhatikan dosis yang tepat.
Baca Juga: Kenkulus Viral Disebut Balita Genius, Ini Menu Makanan Favorit yang Dikonsumsi Sejak Kecil
Ia menjelaskan bahwa kasus neuropati perifer akibat kelebihan vitamin B6 memang tergolong jarang. Namun, para ahli saraf mencatat bahwa kesadaran masyarakat terhadap risiko penggunaan suplemen berlebihan semakin meningkat, terutama pada mereka yang mengonsumsi beberapa jenis suplemen secara bersamaan.
Neuropati perifer merupakan gangguan pada saraf tepi yang dapat menyebabkan gejala seperti kesemutan, mati rasa, hingga baal pada bagian tubuh tertentu.
Baca Juga: Orang Indonesia Dinilai Terlalu Banyak Konsumsi Karbohidrat, Asupan Protein Sering Terlupakan
Meski demikian, kondisi tersebut umumnya dapat membaik apabila penyebabnya diketahui lebih awal dan konsumsi suplemen disesuaikan.
Kebutuhan Vitamin B6 Bisa Dipenuhi dari Makanan
Menurut Prof Rizaldy, kebutuhan vitamin B6 orang dewasa berkisar antara 1,3 hingga 2 miligram per hari. Kebutuhan tersebut umumnya dapat dipenuhi melalui pola makan yang seimbang.
Beberapa sumber alami vitamin B6 antara lain ikan, daging unggas, telur, kentang, pisang, dan kacang-kacangan.
Baca Juga: Viral Wanita Kena Kanker Kulit Diduga Akibat Manicure UV, Dokter Bagikan Tips Aman
Namun pada kondisi tertentu, penggunaan suplemen tetap diperlukan. Misalnya pada ibu hamil dan menyusui, lansia, penderita penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan ginjal, pengguna obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, atau individu yang mengalami gangguan penyerapan nutrisi.
"Pendekatan yang tepat bukan menghindari suplemen, tetapi memastikan penggunaannya berdasarkan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masing-masing individu," jelas Prof Rizaldy.
Pakar Farmasi: Tidak Ada Batas Jumlah Suplemen yang Baku
Pendapat serupa disampaikan oleh Zullies Ikawati. Menurutnya, tidak ada aturan baku yang menyebut seseorang hanya boleh mengonsumsi jumlah suplemen tertentu dalam sehari.
Yang lebih penting adalah memahami kandungan setiap suplemen dan menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh.
Baca Juga: Kenapa Pelari Sering Mules Sebelum Race? Dokter Ungkap Penyebabnya
Ia menegaskan bahwa suplemen berfungsi sebagai tambahan nutrisi, bukan pengganti makanan sehat dan bergizi.
Karena itu, konsumsi suplemen idealnya dilakukan ketika tubuh memang membutuhkan tambahan zat gizi tertentu yang tidak dapat dipenuhi dari pola makan sehari-hari.
Baca Juga: Gejala Stroke pada Anak Muda Kerap Tak Disadari, Ini Tanda-Tandanya
Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai kemungkinan adanya kandungan yang sama dalam beberapa produk berbeda. Tumpang tindih kandungan tersebut berpotensi membuat asupan vitamin atau mineral tertentu menjadi berlebihan tanpa disadari.
Baca Juga: Viral Wanita Kena Kanker Kulit Usai 18 Tahun Pakai UV Nail Lamp, Ini Kata Dokter
Editor : Ubaidillah