News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Viral Tren Strava Fridge, Profesor IPB Ungkap Bahaya Sering Buka-Tutup Kulkas Minimarket

Ubaidillah • Jumat, 5 Juni 2026 | 05:56 WIB
Tren viral Strava Fridge ternyata menyimpan risiko keamanan pangan. Foto: iStock
Tren viral Strava Fridge ternyata menyimpan risiko keamanan pangan. Foto: iStock

 

RadarBangkalan.id - Tren Strava Fridge sempat ramai di media sosial dan diikuti banyak pengguna. Konten ini dibuat dengan menempatkan ponsel di dalam kulkas minimarket, kemudian merekam momen saat pintu kulkas dibuka seolah-olah sedang mengambil minuman.

Video tersebut biasanya dipadukan dengan statistik olahraga dari aplikasi Strava sebelum diunggah ke media sosial. Meski terlihat menarik, kebiasaan membuka dan menutup pintu kulkas berulang kali demi membuat konten ternyata dapat menimbulkan dampak yang tidak disadari.

Baca Juga: Minuman Manis Bisa Picu Gagal Ginjal, Kemenkes Soroti Konsumsi Tinggi pada Anak

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Dr Ir Epi Taufik, S.Pt., M.Si., MVPH., IPM., menjelaskan bahwa kulkas atau lemari pendingin di supermarket dan minimarket sengaja menggunakan kaca transparan agar pelanggan dapat menentukan pilihan produk sebelum membuka pintu.

"Kalau sedang belanja, ada lemari dingin, kulkas atau freezer yang kacanya bening dan tembus pandang. Tujuannya supaya kita memilih dan menetapkan pilihan terlebih dahulu sebelum membuka pintunya," jelas Prof Epi.

Mengapa Kulkas Minimarket Menggunakan Kaca Transparan?

Menurut Prof Epi, desain transparan pada pintu kulkas bukan hanya untuk menampilkan produk kepada konsumen. Fungsi utamanya adalah menjaga suhu di dalam lemari pendingin tetap stabil.

Dengan melihat produk dari luar, pelanggan tidak perlu membuka pintu terlalu lama saat memilih barang yang ingin dibeli.

Baca Juga: Waspadai 5 Gejala Kanker Darah di Kulit yang Sering Dianggap Sepele

Sebaliknya, kebiasaan membuka pintu kulkas lalu mencari-cari produk sambil berdiri lama dapat menyebabkan udara hangat dari luar masuk ke dalam ruang pendingin.

"Jangan buka pintunya dulu lalu baru berpikir ingin memilih yang mana. Jika dilakukan terus-menerus oleh banyak orang, suhu di dalam kulkas bisa naik," ujarnya.

Dampak Sering Buka-Tutup Kulkas Minimarket

Setiap kali pintu kulkas dibuka, suhu di dalamnya akan mengalami perubahan. Jika terjadi berulang kali sepanjang hari, suhu penyimpanan produk menjadi tidak stabil.

Baca Juga: Momen Dadan Hindayana Digelandang ke Mobil Tahanan Usai Jadi Tersangka Korupsi BGN

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas produk, terutama makanan dan minuman yang membutuhkan suhu dingin untuk menjaga kesegaran dan keamanannya.

Prof Epi mengungkapkan bahwa di beberapa negara bahkan terdapat imbauan khusus yang ditempel pada pintu lemari pendingin agar pelanggan memilih produk terlebih dahulu sebelum membuka pintu.

"Anda pilih dan tetapkan dulu barang yang akan dibeli, baru buka pintunya. Tujuannya untuk menjaga keamanan dan kebersihan produk," katanya.

Baca Juga: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi Program MBG, Kejagung Ungkap Modusnya

Tren Strava Fridge Dinilai Berpotensi Mengganggu Sistem Pendingin

Jika hanya dilakukan satu orang, dampaknya mungkin tidak terlalu terasa. Namun, apabila puluhan hingga ratusan orang melakukan hal yang sama setiap hari demi membuat konten media sosial, suhu kulkas dapat terus berfluktuasi.

Perubahan suhu yang berulang membuat sistem pendingin bekerja lebih keras untuk mengembalikan suhu ideal.

Baca Juga: Susah BAB Selama 23 Tahun, Hasil Rontgen Wanita Taiwan Ini Bikin Merinding

"Kalau dilakukan oleh 100 orang dalam sehari, suhu pendingin bisa terus naik turun sampai supermarket tutup," ujar Prof Epi.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menjadikan kulkas minimarket sebagai lokasi pembuatan konten yang mengharuskan pintu kulkas dibuka dalam waktu lama atau berulang kali.

Pilih Produk dari Luar Sebelum Membuka Pintu

Keberadaan kaca transparan pada kulkas supermarket dan minimarket merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas produk tetap optimal.

Baca Juga: Rahasia Awet Muda Jerry Yan di Usia 49 Tahun, Rajin Olahraga hingga Jarang Main HP

Dengan menentukan pilihan dari luar terlebih dahulu, konsumen membantu menjaga suhu penyimpanan tetap stabil sehingga kualitas, kebersihan, dan keamanan produk dapat terjaga hingga sampai ke tangan pembeli.

Editor : Ubaidillah
#viral #keamanan pangan #kolom kebugaran #strava #strava fridge