RadarBangkalan.id - Produk makanan dan minuman dengan klaim less sugar semakin banyak beredar di pasaran dan kerap dipilih konsumen karena dianggap lebih sehat. Namun, para ahli mengingatkan bahwa label tersebut belum tentu menunjukkan kandungan gula yang benar-benar rendah.
Dalam diskusi detikcom Leaders Forum bertajuk "Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gendut", Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menekankan pentingnya memahami sistem pelabelan nutri level yang dinilai lebih informatif dan mudah dipahami masyarakat.
Baca Juga: Olahraga Terlalu Keras Bisa Picu Gagal Ginjal? Kenali Bahaya Rhabdomyolysis
Apa Itu Nutri Level?
Nutri level merupakan sistem pelabelan yang memberikan informasi mengenai kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) dalam produk makanan maupun minuman kemasan.
Label ini menggunakan kategori A, B, C, dan D yang disertai warna berbeda untuk memudahkan konsumen menilai kualitas nutrisi suatu produk.
Baca Juga: Hidden Sugar Jadi Jebakan Diet, Ahli Ungkap Cara Membaca Label Nutrisi yang Benar
Menurut Taruna Ikrar, warna pada label dapat menjadi panduan praktis saat memilih produk.
- Hijau menunjukkan kandungan yang lebih sehat.
- Hijau muda masih tergolong baik untuk dikonsumsi.
- Kuning menandakan konsumen perlu lebih berhati-hati.
- Merah menunjukkan kandungan gula atau komponen tertentu yang tergolong tinggi.
Sistem tersebut telah diselaraskan antara BPOM dan Kementerian Kesehatan agar standar penilaian produk lebih seragam.
Baca Juga: Pria Ini Nekat Buka 'Pabrik Sperma' Ilegal di Media Sosial, Klaim Sudah Punya 180 Anak
Label Less Sugar Dinilai Bisa Menyesatkan
Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Mufti Mubarok, menilai klaim less sugar memang dapat membantu konsumen, tetapi belum tentu mencerminkan kandungan gula yang benar-benar rendah.
Menurutnya, istilah tersebut hanya menunjukkan adanya pengurangan kadar gula dibandingkan produk sebelumnya, tanpa menjelaskan secara rinci jumlah gula yang masih terkandung di dalamnya.
Karena itu, konsumen tetap perlu mencermati informasi nutrisi secara menyeluruh dan tidak hanya terpaku pada klaim pemasaran yang tertera di bagian depan kemasan.
Baca Juga: Bocah 7 Tahun Kena Gagal Ginjal Stadium 5, Awalnya Dikira Penyakit Biasa
Nutri Level Dinilai Lebih Transparan
Mufti menilai sistem nutri level lebih mudah dipahami karena menggunakan indikator warna yang langsung memberikan gambaran kondisi produk.
Dengan adanya warna yang berbeda sesuai kandungan nutrisi, masyarakat dapat lebih cepat membandingkan produk sebelum membeli.
Ia juga mengingatkan bahwa konsumen sebaiknya kembali memperhatikan informasi resmi pada kemasan dibanding hanya mengandalkan istilah promosi seperti less sugar, low sugar, atau no sugar.
Baca Juga: Viral Tren Strava Fridge, Profesor IPB Ungkap Bahaya Sering Buka-Tutup Kulkas Minimarket
Waspadai Produk Ilegal dan Palsu
Selain memperhatikan kandungan nutrisi, konsumen juga diimbau memastikan produk yang dibeli merupakan produk legal dan telah memiliki izin edar resmi.
BPOM mengingatkan masih banyak produk ilegal atau palsu yang beredar di pasaran.
Untuk itu, masyarakat disarankan menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli produk, yaitu:
Baca Juga: Viral Tren Strava Fridge, Profesor IPB Ungkap Bahaya Sering Buka-Tutup Kulkas Minimarket
- Cek Kemasan.
- Cek Label.
- Cek Izin Edar.
- Cek Kedaluwarsa.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu konsumen memperoleh produk yang aman sekaligus sesuai dengan kebutuhan kesehatan mereka.
Pentingnya Membaca Label Secara Menyeluruh
Para ahli menilai sistem nutri level dapat menjadi alat yang efektif untuk membantu masyarakat mengurangi konsumsi gula berlebih dan menghindari jebakan hidden sugar.
Baca Juga: Rahasia Awet Muda Jerry Yan di Usia 49 Tahun, Rajin Olahraga hingga Jarang Main HP
Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kesadaran konsumen dalam membaca informasi nutrisi secara menyeluruh sebelum membeli produk makanan maupun minuman kemasan.
Editor : Ubaidillah