RadarBangkalan.id - Survei global terbaru menunjukkan jutaan orang di berbagai negara masih hidup di bawah tekanan ekonomi, konflik, dan ketidakstabilan politik yang berdampak pada kondisi emosional mereka. Salah satu temuan menarik berasal dari laporan emosi global yang dirilis Gallup, yang mengukur berbagai perasaan masyarakat di 144 negara dan wilayah.
Hasil survei menunjukkan sekitar satu dari lima orang dewasa di dunia mengaku merasakan kemarahan pada hari sebelum wawancara dilakukan. Negara-negara yang tengah menghadapi konflik, krisis kemanusiaan, dan tekanan ekonomi tercatat mendominasi daftar negara dengan tingkat kemarahan tertinggi.
Baca Juga: Rahasia Kopi Lebih Sehat, Tambahkan Bumbu Dapur Ini untuk Bantu Turunkan Risiko Diabetes
Di sisi lain, Indonesia mencatat hasil yang sangat berbeda. Sebanyak 92 persen responden di Indonesia mengaku tertawa atau tersenyum pada hari sebelumnya, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penduduk paling banyak tersenyum dan tertawa dalam survei tersebut.
Chad Menempati Posisi Pertama
Dalam daftar negara paling pemarah di dunia tahun 2026, Chad berada di posisi teratas. Sebanyak 47 persen responden di negara tersebut mengaku merasakan kemarahan sehari sebelum survei dilakukan.
Angka tersebut menunjukkan hampir separuh warga yang diwawancarai mengalami emosi marah dalam aktivitas sehari-hari.
Beberapa negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika juga mencatat tingkat kemarahan yang tinggi akibat berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang berkepanjangan.
Baca Juga: Klaim Membengkak, BPJS Kesehatan Butuh Suntikan Dana Rp 20 Triliun
10 Negara Paling Pemarah di Dunia 2026
- Chad – 47 persen
- Jordan – 46 persen
- Armenia – 43 persen
- Iraq – 40 persen
- Sierra Leone – 40 persen
- Guinea – 39 persen
- Democratic Republic of the Congo – 38 persen
- Palestine – 38 persen
- Iran – 37 persen
- Morocco – 37 persen
Baca Juga: Harga Obat Mulai Naik Imbas Rupiah Melemah, Menkes Budi Buka Suara
Faktor yang Memicu Tingginya Kemarahan
Mayoritas negara dalam daftar tersebut menghadapi berbagai persoalan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Cara Mengatasi Anak Takut Dokter Gigi, Coba Program First Dental Visit dari Medikids
Di Democratic Republic of the Congo, konflik bersenjata yang berlangsung bertahun-tahun memicu krisis kemanusiaan besar, pengungsian massal, serta kesulitan ekonomi yang berkepanjangan.
Sementara itu, Iraq masih menghadapi tantangan sosial dan politik pasca-invasi tahun 2003. Ketidakstabilan yang berlangsung lama disebut memengaruhi kondisi psikologis masyarakat.
Kondisi serupa juga dialami Palestine yang menghadapi konflik berkepanjangan, keterbatasan aktivitas, serta tekanan ekonomi yang tinggi.
Negara dengan Tingkat Kemarahan Terendah
Menariknya, negara dengan tingkat kemarahan terendah bukanlah negara yang selama ini dikenal sebagai negara paling bahagia di dunia.
Posisi pertama ditempati oleh Vietnam, dengan hanya 5 persen responden yang mengaku merasakan kemarahan sehari sebelumnya.
Baca Juga: BPOM Gerebek Gudang Kosmetik Ilegal di Tangerang, Nilainya Capai Rp 27,6 Miliar
Sementara itu, Finland yang selama bertahun-tahun dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia berada di posisi kedua negara dengan tingkat kemarahan terendah.
Baca Juga: Anak Usia Berapa Boleh Diberi Susu Formula? Ini Kata Prof Rini Sekartini
Indonesia Jadi Negara Paling Banyak Tersenyum
Di tengah tingginya tekanan global, Indonesia justru mencatat hasil positif. Sebanyak 92 persen responden mengaku tertawa atau tersenyum pada hari sebelum survei dilakukan.
Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun masyarakat Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial, tingkat ekspresi emosi positif masih tergolong sangat tinggi dibandingkan negara-negara lain di dunia.
Editor : Ubaidillah