News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

11 Jam Kerja di Bawah Terik Matahari Bikin Pria Ini Kritis, Waspada Risiko Heat Stroke

Ubaidillah • Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:38 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/gorodenkoff
Foto ilustrasi: Getty Images/gorodenkoff

 

RadarBangkalan.id - Cuaca panas ekstrem yang terjadi di berbagai wilayah perlu mendapat perhatian serius. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan rasa gerah atau kelelahan biasa, tetapi juga dapat memicu gangguan kesehatan berat apabila tubuh terus dipaksa beraktivitas tanpa cukup cairan.

Salah satu kasus terjadi pada seorang pria berusia 25 tahun asal Son La, Vietnam, yang harus mendapat perawatan intensif setelah bekerja sebagai kuli bangunan selama 11 jam sehari di bawah paparan matahari terik.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis

Sepulang bekerja, pria tersebut awalnya hanya mengalami kelelahan berat, rasa haus, dan nyeri tubuh. Namun, kondisinya memburuk dalam waktu singkat.

Tubuhnya mengalami kekakuan, nyeri otot parah, hingga kehilangan kemampuan untuk bergerak. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepanasan Picu Kerusakan Ginjal Akut

Saat tiba di rumah sakit, dokter menemukan sejumlah tanda yang mengkhawatirkan.

Pasien mengalami oliguria atau kondisi ketika produksi urine menurun drastis. Selain itu, warna urine berubah menjadi gelap pekat yang menjadi salah satu tanda adanya gangguan serius pada tubuh.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan pria tersebut mengalami Acute Kidney Injury (AKI) atau kerusakan ginjal akut akibat dehidrasi berat.

Baca Juga: Pola Makan Ketat Cristiano Ronaldo Tanpa Cheat Day, Ini Dampak Positif dan Risikonya

Tidak hanya itu, ia juga mengalami rhabdomyolysis, yaitu kondisi ketika jaringan otot rangka mengalami kerusakan dan pecah.

Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu

Bagaimana Panas Ekstrem Bisa Merusak Otot dan Ginjal?

Dokter Nguyen Van Lap, MD, MSc, menjelaskan bahwa aktivitas fisik berat dalam kondisi suhu tinggi dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui keringat.

Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, tubuh dapat mengalami dehidrasi berat dan gangguan keseimbangan elektrolit.

Baca Juga: Dapur MBG Bakal Dibagi Kelas A, B, C, Insentif SPPG Tidak Lagi Sama

Selain itu, aktivitas berlebihan dalam kondisi panas dapat menyebabkan sel otot mengalami kerusakan.

Saat jaringan otot hancur, zat bernama mioglobin akan dilepaskan ke dalam darah. Ginjal kemudian harus bekerja lebih keras untuk membuang zat tersebut.

Dalam kondisi tertentu, beban kerja berlebih ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan ginjal akut.

Tanda Tubuh Mengalami Bahaya Akibat Panas

Masyarakat, terutama pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan, perlu mengenali tanda bahaya akibat paparan panas berlebih.

Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja

Segera hentikan aktivitas dan cari pertolongan medis apabila mengalami:

Gejala tersebut dapat menjadi tanda tubuh mengalami dehidrasi berat atau gangguan organ akibat suhu panas.

Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Ternyata Bisa Beri 5 Manfaat Besar untuk Tubuh

Cara Mencegah Risiko Kerusakan Tubuh Saat Cuaca Panas

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan:

Baca Juga: Kenali Tahapan Kanker Usus Besar dari Stadium 0 hingga 4, Ini Perubahan Feses yang Perlu Diwaspadai

Cuaca panas ekstrem bukan hanya menyebabkan rasa tidak nyaman. Jika tubuh terus dipaksa bekerja tanpa cukup cairan dan waktu pemulihan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi masalah serius yang mengancam organ tubuh.

Editor : Ubaidillah
#rhabdomyolysis #cuaca panas ekstrem #ginjal #dehidrasi #kerusakan ginjal