News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kanker Usus Buntu Meningkat pada Generasi Muda, Risiko Milenial hingga 4 Kali Lipat Lebih Tinggi

Ubaidillah • Minggu, 21 Juni 2026 | 06:30 WIB
Risiko kanker pencernaan. Foto: iStock
Risiko kanker pencernaan. Foto: iStock

 

RadarBangkalan.id - Kanker usus buntu atau kanker apendiks selama ini dikenal sebagai penyakit langka. Namun, penelitian terbaru menunjukkan adanya peningkatan kasus yang cukup mengejutkan, terutama pada kelompok usia muda.

Generasi X dan milenial disebut memiliki risiko terkena kanker usus buntu hingga tiga sampai empat kali lebih tinggi dibandingkan orang yang lahir pada era 1940-an.

Baca Juga: Pelari Marathon Kolaps hingga Cuci Darah, Kenali Bahaya Rhabdomyolysis Akibat Olahraga Ekstrem

Kanker usus buntu terjadi ketika sel-sel di bagian apendiks mengalami perubahan atau mutasi, kemudian berkembang secara tidak terkendali. Apendiks sendiri merupakan kantong kecil yang berada di bagian kanan bawah perut, dekat dengan pertemuan usus besar dan usus kecil.

Kasus Kanker Usus Buntu Naik pada Generasi Muda

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine pada 10 Juni 2025 menemukan adanya peningkatan angka kejadian kanker usus buntu pada generasi yang lahir setelah tahun 1945.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menganalisis data Surveillance, Epidemiology, and End Results (SEER) milik National Cancer Institute. Sebanyak 4.858 kasus kanker usus buntu pada orang dewasa berusia 20 tahun ke atas selama periode 1975 hingga 2019 berhasil diidentifikasi.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang lahir antara tahun 1975 hingga 1985 memiliki risiko kanker usus buntu tiga hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang lahir pada 1940-an.

Meski tergolong sangat jarang, peningkatan angka kasus ini menjadi perhatian karena sejalan dengan tren meningkatnya berbagai jenis kanker pada usia muda.

"Kami melihat peningkatan nyata insiden kanker usus buntu, terutama pada orang dewasa muda," ujar salah satu peneliti.

Baca Juga: Pola Makan Ketat Cristiano Ronaldo Tanpa Cheat Day, Ini Dampak Positif dan Risikonya

Pasien Kanker Usus Buntu Mulai Ditemukan pada Usia Sangat Muda

Para dokter juga menemukan bahwa kanker usus buntu tidak hanya menyerang kelompok usia dewasa.

Kepala onkologi bedah dari Fakultas Kedokteran Yale, Kiran Turaga, MD, MPH, mengatakan bahwa dalam praktik klinisnya ia bahkan menemukan pasien berusia belasan hingga awal 20-an yang mengalami penyakit tersebut.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya perubahan pola penyakit kanker yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada usia lanjut.

Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu

Gejala Kanker Usus Buntu yang Perlu Diwaspadai

Karena tidak memiliki program skrining khusus seperti beberapa jenis kanker lain, kanker usus buntu sering kali baru diketahui ketika sudah menimbulkan gejala.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

• Nyeri pada area perut

Baca Juga: Dapur MBG Bakal Dibagi Kelas A, B, C, Insentif SPPG Tidak Lagi Sama

• Perut terasa kembung atau membesar

• Muncul benjolan di bagian perut

• Mual dan muntah

• Cepat merasa kenyang saat makan

Meski demikian, munculnya gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami kanker usus buntu. Namun, keluhan yang berlangsung lama atau semakin memburuk perlu mendapatkan pemeriksaan medis.

Dokter juga menyarankan masyarakat memperhatikan tanda lain seperti penurunan berat badan tanpa sebab jelas, gangguan pencernaan yang menetap, atau rasa tidak nyaman pada perut yang terus berulang.

Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja

Belum Ada Skrining Khusus untuk Kanker Usus Buntu

Berbeda dengan kanker usus besar yang memiliki metode skrining seperti kolonoskopi, hingga kini belum tersedia pemeriksaan rutin khusus untuk mendeteksi kanker usus buntu.

Bahkan, kolonoskopi yang menjadi salah satu pemeriksaan utama untuk kanker kolorektal masih dapat melewatkan keberadaan kanker yang berasal dari apendiks.

Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Ternyata Bisa Beri 5 Manfaat Besar untuk Tubuh

Karena itu, dokter menyarankan masyarakat tidak mengabaikan perubahan kecil pada tubuh, terutama jika terjadi dalam waktu lama.

Baca Juga: Kenali Tahapan Kanker Usus Besar dari Stadium 0 hingga 4, Ini Perubahan Feses yang Perlu Diwaspadai

Gaya Hidup Diduga Berperan pada Meningkatnya Kanker Usia Muda

Penyebab pasti meningkatnya kanker usus buntu pada generasi muda masih belum diketahui secara pasti.

Namun, para peneliti menduga terdapat banyak faktor yang berkontribusi, mulai dari gaya hidup hingga faktor lingkungan.

Beberapa faktor yang diduga berkaitan antara lain:

• Obesitas

• Kurangnya aktivitas fisik

• Pola makan tidak sehat

• Paparan faktor lingkungan tertentu

Tren peningkatan kanker pada usia muda sebelumnya juga ditemukan pada beberapa jenis kanker lainnya. Karena itu, menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan ketika muncul gejala yang menetap menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit lebih awal.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Gagal Cetak Gol, Portugal Hanya Raih Satu Poin Lawan RD Kongo

Editor : Ubaidillah
#gejala kanker #usia produktif #kanker pencernaan #kanker usus buntu #kanker