News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ismael Kone Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Dokter Jelaskan Kenapa Pemain Tak Langsung Merasa Sakit

Ubaidillah • Senin, 22 Juni 2026 | 03:49 WIB
Ismael Kone setelah mendapatkan perawatan pertama di lapangan (Foto: REUTERS/Agustin Marcarian)
Ismael Kone setelah mendapatkan perawatan pertama di lapangan (Foto: REUTERS/Agustin Marcarian)

 

RadarBangkalan.id - Cedera mengerikan dialami gelandang Timnas Kanada, Ismael Kone, saat menghadapi Qatar di ajang Piala Dunia 2026. Sang pemain mengalami patah tulang tungkai bawah yang membuat pertandingan harus terhenti sementara.

Asosiasi Sepakbola Kanada (CSA) mengonfirmasi bahwa Kone telah menjalani operasi untuk memperbaiki cedera tersebut. Proses operasi berjalan sukses dan sang pemain diperkirakan dapat pulih total, meski harus mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata

Cedera yang dialami Kone melibatkan dua tulang utama pada tungkai bawah, yaitu tibia dan fibula.

Mengapa Patah Kaki Bisa Tidak Langsung Terasa Sakit?

Momen ketika kaki Kone mengalami cedera membuat banyak penonton merasa ngeri. Namun, hal yang menarik perhatian adalah ekspresi Kone yang tidak langsung menunjukkan rasa sakit luar biasa setelah insiden terjadi.

Dokter spesialis ortopedi, dr Langga Sintong, SpOT(K) Foot and Ankle, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat terjadi karena respons alami tubuh terhadap trauma berat.

Baca Juga: Kanker Usus Buntu Meningkat pada Generasi Muda, Risiko Milenial hingga 4 Kali Lipat Lebih Tinggi

"Biasanya awal patah, masih ada adrenaline yang meningkat, sehingga bisa menekan sinyal nyeri atau jika patahannya menyebabkan cedera saraf, juga bisa menekan rasa nyerinya," jelas dr Langga.

Baca Juga: Pelari Marathon Kolaps hingga Cuci Darah, Kenali Bahaya Rhabdomyolysis Akibat Olahraga Ekstrem

Ketika seseorang mengalami cedera serius, tubuh dapat melepaskan hormon adrenalin dalam jumlah tinggi sebagai mekanisme bertahan hidup. Hormon ini dapat membuat tubuh sementara waktu lebih fokus menghadapi situasi darurat sehingga sensasi nyeri dapat berkurang.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis

Itulah sebabnya beberapa atlet yang mengalami cedera berat masih mampu berdiri atau bereaksi tenang beberapa saat sebelum rasa sakit mulai terasa lebih jelas.

Tibia dan Fibula Termasuk Tulang yang Kuat

Tungkai bawah manusia memiliki dua tulang utama, yaitu tibia (tulang kering) dan fibula (tulang betis).

Tibia merupakan tulang yang lebih besar dan menjadi penopang utama berat badan. Karena ukurannya besar dan strukturnya padat, patah tulang tibia dapat menghasilkan suara yang cukup keras ketika mengalami benturan berat.

"Iya tulang tibia termasuk tulang yang panjang dan besar serta padat, sehingga patah bisa menimbulkan suara cukup keras," ujar dr Langga.

Sementara itu, fibula memiliki ukuran lebih kecil dan berada di sisi luar tungkai. Cedera pada kedua tulang secara bersamaan biasanya membutuhkan penanganan medis serius dan waktu pemulihan yang cukup panjang.

Proses Pemulihan Patah Tibia dan Fibula

Penanganan patah tulang tungkai bawah bergantung pada tingkat keparahan cedera, posisi tulang, hingga kondisi jaringan di sekitarnya.

Baca Juga: Pola Makan Ketat Cristiano Ronaldo Tanpa Cheat Day, Ini Dampak Positif dan Risikonya

Pada kasus tertentu, dokter dapat melakukan operasi untuk memasang alat penyangga seperti pelat, sekrup, atau batang khusus agar posisi tulang kembali stabil.

Setelah operasi, pasien biasanya membutuhkan fase rehabilitasi yang meliputi:

Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu

• Pemulihan pergerakan sendi
• Latihan kekuatan otot
• Terapi berjalan secara bertahap
• Penyesuaian beban aktivitas

Bagi atlet profesional, proses kembali ke lapangan tidak hanya bergantung pada tulang yang menyatu, tetapi juga pemulihan kekuatan otot, koordinasi gerak, serta kesiapan mental.

Cedera Berat dalam Sepak Bola Perlu Ditangani Serius

Cedera patah tulang seperti yang dialami Ismael Kone menjadi pengingat bahwa sepak bola merupakan olahraga dengan risiko benturan tinggi.

Meski tubuh atlet memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa, kondisi seperti kelelahan, benturan keras, atau gerakan dengan tekanan tinggi tetap dapat menyebabkan cedera serius.

Baca Juga: Dapur MBG Bakal Dibagi Kelas A, B, C, Insentif SPPG Tidak Lagi Sama

Kemampuan atlet untuk tetap tenang setelah mengalami cedera bukan berarti cedera tersebut ringan. Dalam banyak kasus, rasa sakit dapat muncul beberapa saat kemudian setelah respons adrenalin tubuh mulai menurun.

Karena itu, setiap cedera berat di lapangan tetap membutuhkan pemeriksaan medis segera untuk menentukan tingkat kerusakan dan langkah pemulihan yang tepat.

Editor : Ubaidillah
#ismael kone #patah kaki #timnas kanada #adrenalin #piala dunia 2026