RadarBangkalan.id - Kanker kolorektal atau kanker usus besar kini mengalami perubahan pola penyebaran. Jika sebelumnya penyakit ini lebih sering dikaitkan dengan kelompok usia lanjut, saat ini kasusnya justru meningkat pada kalangan dewasa muda.
Data kesehatan menunjukkan adanya lonjakan kasus kanker kolorektal pada orang berusia di bawah 50 tahun. Kondisi ini membuat para ahli semakin memperhatikan tren kanker usus besar usia muda yang terus meningkat.
Baca Juga: Pelari Pemula Rentan Alami Rhabdomyolysis, Olahraga Berlebihan Bisa Picu Gagal Ginjal
Bahkan, kanker usus besar kini menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada pria muda dan berada di posisi kedua pada wanita muda. Para peneliti memperkirakan penyakit ini berpotensi menjadi penyebab kematian kanker tertinggi pada kelompok usia produktif.
Salah satu masalah terbesar adalah banyak orang muda yang mengabaikan gejala awal kanker usus besar karena merasa masih sehat dan memiliki risiko rendah.
Padahal, mengenali tanda peringatan sejak dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan sebelum kanker berkembang ke tahap yang lebih serius.
Baca Juga: Ismael Kone Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Dokter Jelaskan Kenapa Pemain Tak Langsung Merasa Sakit
"Setiap orang, tanpa memandang usia, harus menyadari bahwa gejala tertentu dapat menjadi tanda kanker kolorektal," ujar Peter Liang, MD, MPH, profesor dari Fakultas Kedokteran New York University.
Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata
Mengapa Kanker Usus Besar Banyak Menyerang Anak Muda?
Para peneliti masih terus mencari penyebab meningkatnya kasus kanker kolorektal pada usia muda. Namun, sejumlah faktor diduga memiliki hubungan dengan perubahan pola penyakit ini.
Beberapa faktor yang sedang diteliti antara lain:
Baca Juga: Kanker Usus Buntu Meningkat pada Generasi Muda, Risiko Milenial hingga 4 Kali Lipat Lebih Tinggi
- Paparan bakteri tertentu seperti strain E. coli yang dapat menghasilkan racun pemicu kerusakan sel sejak masa kanak-kanak.
- Perubahan mikrobioma usus akibat pola makan tinggi makanan olahan atau processed food.
- Penggunaan antibiotik berlebihan yang dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam saluran pencernaan.
- Paparan pestisida dari bahan makanan yang masih diteliti kaitannya dengan munculnya kanker kolorektal usia dini.
Data klinis menunjukkan sekitar satu dari lima pasien kanker usus besar sebenarnya sudah mengalami tanda peringatan dalam rentang waktu tiga bulan hingga dua tahun sebelum diagnosis ditegakkan.
4 Gejala Kanker Usus Besar yang Tidak Boleh Diabaikan
Gejala kanker usus besar pada tahap awal sering kali terlihat seperti gangguan pencernaan biasa. Namun, jika muncul secara terus-menerus, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis
Berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
1. Anemia Tanpa Penyebab yang Jelas
Anemia akibat kekurangan zat besi dapat terjadi karena adanya perdarahan kecil yang berlangsung terus-menerus di dalam usus.
Akibatnya, tubuh kekurangan zat besi untuk membentuk sel darah merah. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan berlebihan, tubuh lemas, hingga sesak napas.
Baca Juga: Pola Makan Ketat Cristiano Ronaldo Tanpa Cheat Day, Ini Dampak Positif dan Risikonya
2. Feses Berdarah atau Berwarna Gelap
Tumor atau polip pada usus besar dapat menyebabkan perdarahan di saluran pencernaan.
Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu
Darah pada feses terkadang terlihat jelas, tetapi dalam beberapa kasus jumlahnya sangat sedikit sehingga hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan medis.
Perubahan warna feses menjadi hitam atau lebih gelap juga perlu diperhatikan.
3. Perubahan Pola Buang Air Besar
Gangguan seperti diare berkepanjangan, sembelit, perubahan bentuk feses menjadi lebih kecil atau pipih seperti pensil, hingga sensasi buang air besar yang tidak tuntas dapat menjadi tanda adanya masalah pada usus besar.
4. Nyeri Perut yang Berlangsung Terus-menerus
Nyeri perut yang tidak kunjung membaik, baik berupa kram maupun rasa sakit tajam, dapat menjadi salah satu gejala kanker usus besar.
Pada beberapa kasus, nyeri lebih sering terasa di bagian kiri perut.
Baca Juga: Dapur MBG Bakal Dibagi Kelas A, B, C, Insentif SPPG Tidak Lagi Sama
Jika mengalami salah satu dari gejala tersebut, pemeriksaan ke dokter sebaiknya tidak ditunda. Skrining dan diagnosis lebih awal dapat membantu menentukan langkah pengobatan yang tepat.
Editor : Ubaidillah