RadarBangkalan.id - Infeksi Menular Seksual (IMS) menjadi salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Penyakit ini dapat menyerang pria maupun wanita, tetapi sering kali terlambat diketahui karena sebagian besar IMS tidak selalu menimbulkan gejala jelas pada tahap awal.
Baca Juga: 5 Hewan Paling Cerdas di Dunia, Kemampuan Otaknya Hampir Menyaingi Manusia
Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan RI, kasus infeksi menular seksual mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, tercatat sebanyak 23.347 kasus sifilis dan 10.506 kasus gonore.
Kelompok usia produktif, terutama 25 hingga 49 tahun, menjadi kelompok dengan jumlah kasus IMS terbanyak.
Menurut dokter spesialis dermatologi dan venereologi dari FKUI-RSCM, dr. Hanny Nilasari, Sp.D.V.E., banyak kasus IMS terlambat mendapatkan penanganan karena gejala awal sering tidak khas, terutama pada perempuan.
Jika tidak segera ditangani, IMS dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit radang panggul, kehamilan ektopik, hingga gangguan kesuburan.
Baca Juga: Kanker Usus Besar Meningkat pada Anak Muda, Waspadai 4 Tanda Awalnya
Baca Juga: Pelari Pemula Rentan Alami Rhabdomyolysis, Olahraga Berlebihan Bisa Picu Gagal Ginjal
Tanda Umum Infeksi Menular Seksual
Beberapa gejala IMS yang perlu diwaspadai antara lain:
- Keluar cairan tidak normal dari alat kelamin.
- Nyeri saat buang air kecil.
- Luka, lepuhan, atau kutil di area genital.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Ruam pada kulit.
- Perdarahan yang tidak biasa.
Berikut beberapa jenis infeksi menular seksual yang umum terjadi.
Baca Juga: Ismael Kone Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Dokter Jelaskan Kenapa Pemain Tak Langsung Merasa Sakit
1. Gonore
Gonore merupakan infeksi akibat bakteri yang menyerang saluran reproduksi.
Pada pria, gejala biasanya muncul lebih cepat dibandingkan wanita. Salah satu tanda yang sering muncul adalah keluarnya cairan seperti nanah dari ujung penis.
Gejala gonore lainnya meliputi:
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
- Cairan kental, keruh, atau berdarah dari alat kelamin.
- Nyeri atau pembengkakan pada testis.
- Nyeri, gatal, atau perdarahan di area anus.
- Nyeri panggul pada wanita.
Pada perempuan, gonore sering tidak menimbulkan gejala spesifik sehingga dapat terlambat diketahui dan berisiko menyebabkan komplikasi.
Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata
2. Klamidia
Klamidia adalah infeksi bakteri yang sering tidak disadari karena gejalanya bisa sangat ringan atau bahkan tidak muncul.
Baca Juga: Kanker Usus Buntu Meningkat pada Generasi Muda, Risiko Milenial hingga 4 Kali Lipat Lebih Tinggi
Jika muncul, gejala biasanya terjadi beberapa hari hingga minggu setelah terpapar bakteri.
Tanda klamidia meliputi:
- Nyeri saat buang air kecil.
- Nyeri di bagian bawah perut.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Keputihan tidak normal.
- Cairan keluar dari penis.
- Nyeri atau pembengkakan pada testis.
- Keluhan pada area rektum.
Tanpa pengobatan, klamidia dapat menyebabkan gangguan reproduksi.
Baca Juga: Pelari Marathon Kolaps hingga Cuci Darah, Kenali Bahaya Rhabdomyolysis Akibat Olahraga Ekstrem
3. Herpes Genital
Herpes genital disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV).
Sebagian penderita tidak menyadari dirinya terinfeksi karena gejala dapat hilang atau tidak muncul.
Gejala herpes genital meliputi:
- Muncul lepuhan kecil atau luka terbuka di sekitar alat kelamin.
- Rasa gatal atau nyeri pada area genital.
- Nyeri di bokong atau paha bagian dalam.
- Keputihan.
- Rasa tidak nyaman di area perut.
Pada kondisi berat, luka dapat muncul di area genital, anus, maupun mulut sesuai lokasi kontak virus.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis
Baca Juga: Pola Makan Ketat Cristiano Ronaldo Tanpa Cheat Day, Ini Dampak Positif dan Risikonya
4. Sifilis atau Raja Singa
Sifilis merupakan infeksi akibat bakteri yang dapat berkembang secara bertahap.
Tahap awal biasanya ditandai dengan luka yang tidak terasa sakit pada area kontak seksual, seperti alat kelamin, anus, atau mulut.
Jika tidak ditangani, infeksi dapat menyebar ke organ penting seperti:
Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu
- Jantung.
- Ginjal.
- Saraf.
- Mata.
Gejala sifilis lanjutan dapat berupa:
- Ruam pada kulit.
- Bercak di telapak tangan atau kaki.
- Demam.
- Pembengkakan kelenjar getah bening.
- Sakit kepala.
- Rambut rontok.
- Penurunan berat badan.
Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja
5. Kutil Kelamin
Kutil kelamin disebabkan oleh beberapa jenis Human Papillomavirus (HPV).
Kondisi ini menyebabkan munculnya benjolan kecil di sekitar alat kelamin atau anus.
Kutil kelamin biasanya tidak menimbulkan nyeri, tetapi dapat menyebabkan:
- Gatal.
- Iritasi.
- Rasa terbakar.
- Ketidaknyamanan.
- Perdarahan ringan.
Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja
6. HIV
Human Immunodeficiency Virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga kemampuan tubuh melawan infeksi menjadi menurun.
Pada tahap awal, HIV dapat menimbulkan gejala seperti:
Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Ternyata Bisa Beri 5 Manfaat Besar untuk Tubuh
- Demam.
- Menggigil.
- Pembengkakan kelenjar getah bening.
Jika berkembang menjadi AIDS, penderita dapat mengalami:
- Kelelahan berat.
- Luka pada mulut, anus, atau alat kelamin.
- Gangguan daya ingat.
- Infeksi berat akibat melemahnya sistem imun.
Cara Mendiagnosis Infeksi Menular Seksual
Untuk memastikan adanya IMS, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
- Tes darah untuk mendeteksi HIV atau sifilis.
- Pemeriksaan urine untuk beberapa jenis IMS.
- Pemeriksaan cairan dari luka atau area genital.
Deteksi dini sangat penting agar pengobatan dapat diberikan sebelum infeksi berkembang menjadi komplikasi serius.
Editor : Ubaidillah