RadarBangkalan.id - Lionel Messi kembali mencatat sejarah setelah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia dengan koleksi 18 gol. Rekor tersebut ia raih saat membawa Argentina mengalahkan Austria pada fase grup Piala Dunia 2026.
Meski usianya telah mencapai 38 tahun, performa La Pulga masih berada di level tertinggi. Kemampuan menjaga kecepatan, stamina, serta ketajaman di depan gawang tidak lepas dari gaya hidup disiplin yang telah dijalani selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tetap Prima di Usia 41 Tahun, Ini Rahasia Pola Hidup Sehat CR7
Di balik kesuksesan tersebut, Messi menerapkan pola makan dan latihan khusus untuk menjaga kondisi tubuhnya.
1. Menjalani Diet dengan Lima Pilar Utama
Untuk menjaga kebugaran, Messi menerapkan pola makan yang berfokus pada makanan alami dan menghindari konsumsi gula olahan serta karbohidrat sederhana.
Beberapa kategori makanan yang menjadi bagian dari pola makannya antara lain:
Baca Juga: Carbohydrate Mouth Rinse, Teknik yang Dipakai Atlet untuk Menjaga Performa
- Air putih dalam jumlah cukup untuk menjaga hidrasi tubuh.
- Minyak zaitun extra virgin sebagai sumber lemak sehat.
- Biji-bijian utuh yang menyediakan energi secara lebih stabil.
- Buah segar yang kaya vitamin dan antioksidan.
- Sayuran segar yang mengandung serat, mineral, serta nutrisi penting.
Pola makan tersebut membantu menjaga energi, mengontrol komposisi tubuh, serta mendukung pemulihan setelah latihan maupun pertandingan.
Baca Juga: Vinicius Jr Menggila, Brasil Tekuk Skotlandia Sementara 2-0 di Piala Dunia 2026
2. Menghindari Minuman Bersoda dan Pizza
Salah satu perubahan besar dalam gaya hidup Messi adalah meninggalkan makanan yang dianggap dapat mengganggu performanya.
Pada 2014, mantan pelatihnya, Pep Guardiola, pernah mengingatkan Messi bahwa mempertahankan karier panjang di level tertinggi membutuhkan perubahan pola hidup.
Sejak saat itu, Messi diketahui mengurangi bahkan menghindari konsumsi minuman bersoda dan pizza.
Baca Juga: 5 Hewan Paling Cerdas di Dunia, Kemampuan Otaknya Hampir Menyaingi Manusia
Disiplin tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu Messi menjaga kondisi fisiknya selama bertahun-tahun.
3. Fokus Menjaga Massa Otot
Meski dikenal memiliki postur tubuh yang tidak tinggi dibandingkan banyak pemain lain, Messi mampu memaksimalkan kekuatan fisiknya melalui latihan yang tepat.
Ia menggunakan latihan fungsional untuk mengaktifkan otot-otot penstabil tubuh yang berperan penting dalam keseimbangan dan pergerakan.
Latihan inti atau core training juga menjadi bagian penting dari rutinitasnya.
Baca Juga: Kanker Usus Besar Meningkat pada Anak Muda, Waspadai 4 Tanda Awalnya
Dengan memperkuat otot perut, punggung, dan pinggul, Messi mampu mempertahankan stabilitas tubuh saat melakukan akselerasi, perubahan arah, maupun duel dengan pemain lawan.
4. Mengandalkan Kekuatan Tubuh untuk Kecepatan Eksplosif
Salah satu keunggulan Messi sepanjang kariernya adalah kemampuan melakukan akselerasi cepat meski menghadapi pemain bertahan yang lebih besar dan muda.
Latihan fisik yang terarah membantu Messi mempertahankan kemampuan tersebut hingga usia kepala tiga akhir.
Kombinasi antara teknik, keseimbangan tubuh, dan kekuatan otot membuat Messi tetap sulit dihentikan di lapangan.
Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata
5. Konsistensi Menjadi Kunci Utama
Selain pola makan dan latihan, faktor terbesar yang membuat Messi bertahan lama adalah konsistensi.
Menjadi pemain elite selama lebih dari satu dekade membutuhkan perhatian terhadap banyak hal, mulai dari nutrisi, pemulihan tubuh, hingga kebiasaan sehari-hari.
Kesuksesan Messi menunjukkan bahwa menjaga performa olahraga bukan hanya soal bakat, tetapi juga kedisiplinan dalam merawat tubuh.
Baca Juga: Pola Makan Ketat Cristiano Ronaldo Tanpa Cheat Day, Ini Dampak Positif dan Risikonya
Editor : Ubaidillah