News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kanker Usus Besar Kini Banyak Menyerang Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Gejalanya

Ubaidillah • Minggu, 28 Juni 2026 | 10:30 WIB
Foto: Ilustrasi kanker usus besar (Istock)
Foto: Ilustrasi kanker usus besar (Istock)

 

RadarBangkalan.id - Kanker usus besar atau kanker kolorektal selama ini lebih sering dikaitkan dengan kelompok usia lanjut. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kasus kanker usus besar pada orang berusia muda mulai mengalami peningkatan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kanker usus besar pada kelompok usia di bawah 50 tahun terus meningkat, terutama sejak dekade 1990-an di sejumlah negara.

Baca Juga: Dada Terasa Terbakar Jangan Diabaikan, Ini 10 Penyebab Mulai dari GERD hingga Serangan Jantung

Kondisi ini membuat masyarakat usia muda perlu lebih waspada terhadap faktor risiko dan gejala awal kanker usus besar yang sering kali dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.

Faktor Risiko Kanker Usus Besar di Usia Muda

Faktor genetik diketahui berperan pada sebagian kasus kanker usus besar yang terjadi di usia dini. Sekitar 20 persen pasien kanker usus besar usia muda memiliki faktor keturunan yang berkaitan dengan risiko kanker.

Namun, sebagian besar kasus kanker usus besar pada usia muda tidak selalu disebabkan oleh faktor genetik.

Baca Juga: Sering Sakit Perut Bagian Atas? Ini Perbedaan Maag, GERD, dan Gastritis yang Perlu Diketahui

Beberapa faktor risiko lain yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Perubahan Mikrobioma Usus

Mikrobioma usus merupakan kumpulan bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan.

Penelitian menunjukkan bahwa sebagian penderita kanker usus besar memiliki variasi bakteri usus yang lebih sedikit dibandingkan orang sehat. Perubahan keseimbangan mikrobioma ini diduga dapat memengaruhi kesehatan usus dalam jangka panjang.

Baca Juga: Pria 44 Tahun di Prancis Hidup Normal Meski Hasil MRI Tunjukkan Otaknya Sangat Kecil

2. Penggunaan Antibiotik Berlebihan

Penggunaan antibiotik, terutama sejak usia dini, dapat mengganggu keseimbangan bakteri dalam usus.

Perubahan mikrobioma akibat antibiotik dalam jangka panjang diduga dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan pada usus, termasuk kanker kolorektal.

3. Pola Makan Tidak Sehat

Kebiasaan mengonsumsi makanan olahan dan minuman tinggi gula sejak remaja hingga dewasa dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.

Pola makan rendah serat juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan sistem pencernaan.

Baca Juga: Carbohydrate Mouth Rinse, Teknik yang Dipakai Atlet untuk Menjaga Performa

4. Kurang Aktivitas Fisik

Gaya hidup kurang bergerak menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker usus besar.

Kebiasaan duduk terlalu lama, seperti bekerja di depan komputer atau menghabiskan banyak waktu menonton televisi, dapat berdampak pada kesehatan tubuh.

Baca Juga: 5 Hewan Paling Cerdas di Dunia, Kemampuan Otaknya Hampir Menyaingi Manusia

5. Tidak Melakukan Pemeriksaan Dini

Banyak orang belum melakukan pemeriksaan kanker usus besar sebelum usia 45 tahun karena menganggap penyakit ini hanya menyerang lansia.

Padahal, munculnya gejala tertentu pada usia muda tetap perlu mendapat perhatian.

Baca Juga: Kanker Usus Besar Meningkat pada Anak Muda, Waspadai 4 Tanda Awalnya

Gejala Awal Kanker Usus Besar pada Usia Muda

Gejala kanker usus besar sering kali mirip dengan gangguan pencernaan biasa. Hal ini menyebabkan banyak kasus terlambat terdeteksi.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

1. Sakit atau Tidak Nyaman pada Perut

Nyeri perut dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti pola makan, stres, atau gangguan pencernaan.

Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata

Namun, rasa sakit yang terus-menerus, kram yang semakin memburuk, atau perubahan pola nyeri perlu diperiksa lebih lanjut.

2. Perdarahan dari Rektum

Adanya darah pada tinja atau terlihat saat buang air besar merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga: Pelari Marathon Kolaps hingga Cuci Darah, Kenali Bahaya Rhabdomyolysis Akibat Olahraga Ekstrem

Meski bisa disebabkan oleh kondisi lain, perdarahan tetap membutuhkan evaluasi medis.

3. Diare atau Perubahan Pola Buang Air Besar

Diare berkepanjangan maupun perubahan kebiasaan buang air besar dapat menjadi tanda adanya gangguan pada usus.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis

Perubahan ini dapat berupa:

• Sering diare
• Sembelit berkepanjangan
• Pola buang air besar yang berubah tiba-tiba

4. Anemia

Kanker usus besar dapat menyebabkan perdarahan internal yang berlangsung perlahan.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan anemia atau kekurangan sel darah merah yang membuat tubuh mudah lelah.

5. Mudah Lelah

Rasa lelah terus-menerus tanpa penyebab jelas dapat berkaitan dengan anemia akibat perdarahan kronis.

Baca Juga: Pola Makan Ketat Cristiano Ronaldo Tanpa Cheat Day, Ini Dampak Positif dan Risikonya

6. Berat Badan Turun Tanpa Sebab

Penurunan berat badan secara tiba-tiba tanpa perubahan pola makan atau aktivitas perlu menjadi perhatian.

7. Perut Kembung Berkepanjangan

Perut terasa penuh, kembung terus-menerus, atau sensasi belum tuntas setelah buang air besar dapat mengindikasikan adanya gangguan pada usus besar.

Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu

Cara Diagnosis Kanker Usus Besar

Untuk mendeteksi kanker usus besar, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

1. Kolonoskopi

Kolonoskopi dilakukan dengan memasukkan selang kecil berkamera melalui rektum untuk melihat kondisi bagian dalam usus besar.

Pemeriksaan ini dapat membantu menemukan polip, perubahan jaringan, atau tanda kanker.

2. Tes DNA Tinja

Pemeriksaan ini menggunakan sampel tinja untuk mendeteksi perubahan DNA pada sel yang dapat berkaitan dengan kanker atau kondisi prakanker.

Tes ini juga dapat mendeteksi keberadaan darah dalam tinja.

Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja

3. FOBT dan FIT

FOBT (fecal occult blood test) dan FIT (fecal immunochemical test) merupakan pemeriksaan laboratorium untuk menemukan darah tersembunyi dalam tinja.

4. Virtual Kolonoskopi

Virtual kolonoskopi atau CT colonography menggunakan teknologi pemindaian untuk menghasilkan gambaran usus besar dan rektum.

Kisah Pasien Muda yang Mengalami Kanker Usus Besar

Kasus kanker usus besar pada usia muda juga dialami oleh Fredihan, pria asal Bandung yang didiagnosis kanker usus besar beberapa bulan sebelum usia 30 tahun.

Awalnya, ia merasakan sensasi tidak biasa pada bagian bawah perut. Pemeriksaan awal seperti tes urine, darah, dan USG menunjukkan hasil normal.

Namun, karena memiliki riwayat keluarga dengan kanker, dokter menyarankan pemeriksaan kolonoskopi. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan massa di usus besar yang setelah biopsi dinyatakan ganas.

Pengalaman serupa dialami Cheryl, seorang wanita yang didiagnosis kanker usus besar pada usia 44 tahun.

Sebelum diagnosis, ia mengalami nyeri perut, mual setelah makan, sembelit berat, hingga diare yang datang bergantian. Gejala tersebut sempat dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa hingga akhirnya penyakit terdeteksi dalam kondisi lebih lanjut.

Editor : Ubaidillah
#gejala kanker #kanker usus besar #faktor risiko #milenial #kesehatan