News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pria 226 Kg Berhasil Turunkan Berat Badan 114 Kg Setelah Divonis Pradiabetes

Ubaidillah • Rabu, 1 Juli 2026 | 06:40 WIB
Foto: Instagram/ @bickelco
Foto: Instagram/ @bickelco

 

RadarBangkalan.id - Perjalanan menurunkan berat badan tidak selalu berlangsung singkat. Hal itu dialami Matthew Bickel, pria berusia 45 tahun asal Amerika Serikat yang berhasil mengubah hidupnya setelah berat badannya mencapai lebih dari 226 kilogram (kg).

Selama bertahun-tahun, Matthew mengalami kenaikan berat badan secara perlahan hingga hampir setengah kilogram setiap bulan. Pola makan berlebihan dan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori membuat bobot tubuhnya terus meningkat.

Baca Juga: Diet Mentimun Jepang Diklaim Turunkan 11 Kg dalam 2 Bulan, Ini Fakta dan Risikonya

Dalam sekali makan, ia mengaku bisa menghabiskan satu loyang pizza berukuran besar, enam kaleng minuman bersoda, hingga makanan penutup dalam porsi besar.

"Saya kelebihan berat badan sepanjang hidup saya. Bahkan saat masih aktif bermain sepak bola di Universitas Baylor, saya sudah menjadi pemain dengan ukuran tubuh terbesar dengan berat 158 kg," ujar Matthew.

Berat Badan Naik Setelah Berhenti Olahraga

Saat masih muda, Matthew merupakan mahasiswa di Baylor University dan aktif bermain olahraga. Namun setelah berhenti dari aktivitas tersebut, berat badannya mulai sulit dikendalikan.

Memasuki usia 30 tahun, bobot tubuhnya telah mencapai sekitar 241 kg. Ia mengaku menjadikan makanan sebagai pelarian ketika menghadapi tekanan emosional.

Baca Juga: Pilih Teh Hijau atau Kopi Hitam Saat Diet? Ini Perbandingan Manfaat dan Risikonya

Kebiasaan tersebut akhirnya berkembang menjadi pola makan tidak sehat yang membuat kondisi fisiknya semakin memburuk.

Vonis Pradiabetes Jadi Titik Balik

Perubahan besar dalam hidup Matthew terjadi ketika dokter menyatakan dirinya mengalami pradiabetes.

Saat itu, ia mulai menyadari bahwa kondisi kesehatannya dapat memburuk jika tidak segera melakukan perubahan.

Baca Juga: Minum Kopi Bikin Sering Buang Air Kecil? Ini Penjelasan Dokter Urologi

"Saya merasa jika tidak segera berubah, saya akan mati," katanya.

Rasa takut terhadap risiko penyakit serius membuat Matthew mulai mengambil langkah sederhana untuk memperbaiki hidupnya.

Mulai dari Jalan Kaki dan Mengubah Pola Makan

Langkah pertama yang dilakukan Matthew adalah rutin berjalan kaki dan mendaki gunung.

Ia juga berhenti mengonsumsi minuman manis dan menggantinya dengan air putih. Selain itu, ia mulai belajar memasak makanan sehat sendiri di rumah.

Dukungan dari lingkungan sekitar membuatnya mampu mempertahankan kebiasaan baru tersebut. Perlahan, ia kembali berolahraga dan mulai mencoba berbagai aktivitas seperti CrossFit, bersepeda, hingga lari.

Hasilnya mulai terlihat. Dalam waktu kurang dari enam bulan, Matthew berhasil menurunkan berat badan sekitar 45 kg pertama.

Baca Juga: Mengenal Child Grooming, Modus Manipulasi Anak yang Diduga Terjadi di SMK Pamulang

Turun 114 Kg dalam 15 Tahun

Meski penurunan awal berlangsung cepat, perjalanan Matthew masih panjang. Ia membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat tahun untuk mengurangi berat badan berikutnya.

Secara keseluruhan, setelah menjalani proses selama sekitar 15 tahun, Matthew berhasil menurunkan berat badan hingga 114 kg.

Ia kemudian membagikan perjalanan transformasinya melalui akun Instagram dan mengungkap salah satu hal yang paling membuatnya bahagia adalah bisa kembali mengenakan pakaian dengan ukuran yang lebih nyaman.

"Yang terbaik adalah sekarang saya bisa memakai pakaian keren. Orang bertubuh besar pasti memahami sulitnya mencari pakaian dengan ukuran besar dan pilihan model yang terbatas," ujarnya.

Baca Juga: KemenPPPA Minta Publik Tak Sebarkan Foto Korban Penyekapan Bandung, Fokus Pemulihan Trauma

Kini Bersiap Ikut Ultramaraton 160 Km

Perubahan gaya hidup membuat Matthew semakin tertarik dengan dunia kebugaran.

Pada Agustus 2026, ia berencana mengikuti kompetisi ultramaraton Life Time Leadville Trail 100, perlombaan lari sejauh 160 kilometer yang melintasi medan berat Pegunungan Rocky.

Saat ini, Matthew menghabiskan sekitar 15 hingga 20 jam setiap minggu untuk berlatih.

Baca Juga: Kebiasaan Pagi Jeff Bezos yang Membantu Menjaga Fokus dan Produktivitas

Kisahnya menunjukkan bahwa perubahan berat badan tidak hanya berkaitan dengan angka di timbangan, tetapi juga perubahan kebiasaan, konsistensi, dan komitmen menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Editor : Ubaidillah
#penurunan berat badan #pradiabetes #obesitas #diet #berat badan