RadarBangkalan.id - Kasus medis yang mengejutkan terjadi di Arizona, Amerika Serikat. Seorang pria berusia 60 tahun sempat diduga mengidap kanker otak ganas setelah mengalami berbagai gejala neurologis. Namun, hasil operasi justru mengungkap fakta yang sama sekali tidak terduga.
Pria bernama Shawn Funk awalnya mengeluhkan mati rasa pada lengan disertai gangguan penglihatan yang semakin memburuk. Untuk mencari penyebabnya, tim dokter melakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI).
Baca Juga: Rahasia Panjang Umur Wanita 101 Tahun, Rutin Zumba hingga Selalu Bersyukur
Hasil pemindaian menunjukkan adanya massa besar di jaringan otak. Berdasarkan bentuk dan gejalanya, dokter semula menduga massa tersebut merupakan tumor otak ganas yang membutuhkan tindakan segera.
Namun, diagnosis itu berubah total saat Shawn menjalani operasi kraniotomi atau pembedahan tengkorak.
Alih-alih menemukan jaringan kanker, tim medis justru menemukan seekor larva cacing pita yang masih hidup dan bersarang di dalam otaknya.
Infeksi Cacing Pita Menyerupai Tumor Otak
Kondisi yang dialami Shawn dikenal sebagai neurocysticercosis, yaitu infeksi sistem saraf pusat akibat larva cacing pita babi (Taenia solium).
Infeksi ini terjadi ketika seseorang secara tidak sengaja menelan telur cacing pita yang mencemari makanan atau minuman. Kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan sanitasi yang buruk atau konsumsi daging yang tidak dimasak hingga benar-benar matang.
Baca Juga: Penyebab Gelombang Panas Ekstrem di Eropa, BMKG Ungkap Fenomena Heat Dome dan Omega Block
Setelah masuk ke saluran pencernaan, telur akan menetas menjadi larva, kemudian menembus dinding usus dan menyebar melalui aliran darah menuju berbagai organ, termasuk otak.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Hadirkan REHAB 3.0, Tunggakan Iuran Bisa Dicicil Harian hingga Mingguan
Di dalam otak, larva membentuk kista yang dapat memicu peradangan, sakit kepala hebat, kejang, gangguan penglihatan, hingga penurunan fungsi saraf. Gejala tersebut sering kali menyerupai tumor otak sehingga diagnosis awal dapat keliru.
Berakhir Bahagia Setelah Operasi
Meski terdengar mengerikan, temuan tersebut justru menjadi kabar baik bagi Shawn dan keluarganya. Setelah cacing pita berhasil diangkat melalui operasi, ia menjalani terapi obat antiparasit untuk memastikan infeksi benar-benar hilang.
Berbeda dengan kanker otak yang memerlukan kemoterapi atau terapi jangka panjang, Shawn dinyatakan pulih setelah menjalani pengobatan.
Kasus langka ini menjadi pengingat bahwa tidak semua massa yang ditemukan di otak merupakan kanker. Pemeriksaan menyeluruh sangat penting untuk memastikan penyebab sebenarnya.
Baca Juga: Diet Mentimun Jepang Diklaim Turunkan 11 Kg dalam 2 Bulan, Ini Fakta dan Risikonya
Cara Mencegah Infeksi Cacing Pita
Para ahli mengingatkan bahwa infeksi cacing pita dapat dicegah dengan menjaga kebersihan makanan dan lingkungan. Beberapa langkah yang disarankan meliputi:
- Mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.
- Mencuci buah serta sayuran hingga bersih sebelum dikonsumsi.
- Memasak daging, terutama daging babi, hingga benar-benar matang.
- Mengonsumsi makanan dan air dari sumber yang higienis.
- Menjaga sanitasi lingkungan agar tidak terjadi pencemaran oleh telur parasit.
Dengan menerapkan pola hidup bersih dan aman, risiko infeksi cacing pita yang dapat menyerang organ vital, termasuk otak, dapat diminimalkan.
Baca Juga: Pilih Teh Hijau atau Kopi Hitam Saat Diet? Ini Perbandingan Manfaat dan Risikonya
Editor : Ubaidillah