RadarBangkalan.id - Dead hang menjadi salah satu latihan sederhana yang efektif untuk mengukur sekaligus meningkatkan kekuatan tubuh bagian atas. Meski hanya bergelantungan pada palang besi tanpa bergerak, latihan ini melatih kekuatan genggaman tangan, bahu, punggung, hingga otot inti (core). Lalu, berapa lama durasi ideal melakukan dead hang?
Berdasarkan panduan para pelatih kebugaran, durasi dead hang yang ideal berbeda pada setiap kelompok usia. Orang berusia 20 hingga 50 tahun umumnya ditargetkan mampu bertahan selama 30 detik hingga lebih dari satu menit, sedangkan kelompok usia di atas 50 tahun memiliki standar waktu yang lebih singkat sesuai kondisi fisik.
Baca Juga: Rahasia Panjang Umur Wanita 101 Tahun, Rutin Zumba hingga Selalu Bersyukur
Dead hang dilakukan dengan menggenggam palang menggunakan teknik pronated grip, yakni telapak tangan menghadap ke depan dengan kedua lengan lurus. Selama bergelantungan, otot inti harus tetap aktif agar tubuh tidak berayun dan posisi tetap stabil.
Pendiri FORM Fitness di Brooklyn, Amerika Serikat, Francine Delgado-Lugo, CPT, mengatakan dead hang memberikan banyak manfaat bagi kebugaran tubuh.
"Dead hang membantu membangun kekuatan genggaman, mobilitas bahu, serta daya tahan pada lingkar bahu, otot punggung, dan dinding perut," ujarnya kepada Health.
Baca Juga: Penyebab Gelombang Panas Ekstrem di Eropa, BMKG Ungkap Fenomena Heat Dome dan Omega Block
Durasi Ideal Dead Hang Berdasarkan Usia
Berikut panduan durasi dead hang yang dapat dijadikan acuan:
Baca Juga: BPJS Kesehatan Hadirkan REHAB 3.0, Tunggakan Iuran Bisa Dicicil Harian hingga Mingguan
Usia 20-50 Tahun
• Pemula: sekitar 30 detik.
• Menengah: 30 hingga 60 detik.
• Mahir: lebih dari 60 detik.
Usia 50 Tahun ke Atas
• Pemula: 10 hingga 20 detik.
• Menengah: 20 hingga 45 detik.
• Mahir: lebih dari 45 detik.
Baca Juga: Pilih Teh Hijau atau Kopi Hitam Saat Diet? Ini Perbandingan Manfaat dan Risikonya
Meski demikian, kemampuan setiap orang dapat berbeda-beda. Faktor seperti berat badan, mobilitas sendi bahu, ukuran palang, hingga kondisi telapak tangan yang berkeringat dapat memengaruhi lamanya seseorang mampu bertahan.
Manfaat Dead Hang untuk Kesehatan
Selain meningkatkan kekuatan tubuh bagian atas, dead hang juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan.
Latihan ini membantu memperkuat kekuatan genggaman tangan (grip strength), yang diketahui menjadi salah satu indikator penting kesehatan terutama pada usia lanjut. Berbagai penelitian menunjukkan grip strength yang baik berkaitan dengan harapan hidup yang lebih panjang, kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri, serta risiko rawat inap yang lebih rendah.
Dead hang juga membantu meningkatkan stabilitas bahu sehingga postur tubuh menjadi lebih baik saat duduk, berjalan, maupun berlari. Kekuatan bahu dan punggung yang meningkat juga memudahkan seseorang mengangkat atau membawa beban dalam aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Diet Mentimun Jepang Diklaim Turunkan 11 Kg dalam 2 Bulan, Ini Fakta dan Risikonya
Dengan dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan, dead hang dapat menjadi latihan sederhana yang memberikan manfaat besar bagi kebugaran dan kesehatan tubuh.
Editor : Ubaidillah