News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Benarkah Makan Nasi Bikin Wajah Bengkak? Fakta di Balik Tren 'Carb Face' Menurut Ahli

Ubaidillah • Minggu, 5 Juli 2026 | 09:39 WIB
Ilustrasi (Foto: Getty Images/mtreasure)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/mtreasure)

 

RadarBangkalan.id - Tren 'carb face' yang viral di media sosial memunculkan anggapan bahwa terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat seperti nasi, mi, dan roti dapat membuat wajah tampak bengkak, kusam, hingga berjerawat. Namun, para ahli menegaskan belum ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa makanan berkarbohidrat secara langsung menyebabkan perubahan penampilan wajah.

Sebaliknya, karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama yang dibutuhkan tubuh. Para pakar mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan nasi atau makanan pokok lainnya sebagai penyebab utama wajah sembap hanya karena mengikuti tren yang ramai di media sosial.

Baca Juga: Benarkah Tidak Pemanasan Jadi Penyebab Cedera Olahraga? Ini Penjelasan Dokter

Belakangan ini, istilah 'carb face' ramai dibahas di berbagai platform digital, khususnya di China. Sejumlah kreator konten mengklaim bahwa mengurangi konsumsi karbohidrat membuat wajah menjadi lebih tirus, garis rahang lebih tegas, dan kulit tampak lebih bersih.

Bahkan, tak sedikit pengguna media sosial yang membagikan foto sebelum dan sesudah menjalani pola makan rendah karbohidrat sebagai bukti perubahan penampilan mereka.

Ahli: Tidak Ada Bukti Karbohidrat Membuat Wajah Bengkak

Dikutip dari The Global Times, istilah 'carb face' merujuk pada anggapan bahwa konsumsi karbohidrat menyebabkan wajah sembap, kulit kusam, muncul jerawat, hingga garis rahang kurang tegas.

Namun, Profesor Kedokteran Integratif dari Beijing Guang'anmen Hospital, Cui Yongqiang, menegaskan tidak ada alasan ilmiah untuk langsung mengaitkan makanan bertepung dengan perubahan bentuk wajah seseorang.

Baca Juga: Rahasia Panjang Umur Wanita 101 Tahun, Rutin Zumba hingga Selalu Bersyukur

Karbohidrat justru menjadi bagian penting dari pola makan sehari-hari karena berfungsi sebagai sumber energi sekaligus menyediakan berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Senada dengan itu, Profesor Madya dari China Agricultural University, Zhu Yi, mengatakan anggapan bahwa karbohidrat membuat seseorang terlihat kurang menarik atau tidak sehat tidak didukung bukti ilmiah.

Menurutnya, pola makan sehat harus terdiri dari kombinasi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang seimbang.

Baca Juga: Mengenal Child Grooming, Modus Manipulasi Anak yang Diduga Terjadi di SMK Pamulang

"Tidak ada makanan yang secara alami membuat seseorang menjadi jelek. Yang lebih berbahaya justru pola makan yang tidak seimbang serta kecemasan akibat mengikuti tren di media sosial," jelasnya.

Diet Rendah Karbohidrat Berlebihan Berisiko bagi Kesehatan

Para ahli mengingatkan bahwa mengurangi karbohidrat secara ekstrem demi mengejar bentuk wajah ideal justru dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utama. Jika asupannya dibatasi terlalu ketat dalam jangka panjang, seseorang berisiko mengalami:

Karena itu, diet rendah karbohidrat secara ekstrem bukan merupakan cara yang aman maupun berkelanjutan untuk menjaga penampilan.

Baca Juga: Carbohydrate Mouth Rinse, Teknik yang Dipakai Atlet untuk Menjaga Performa

Karbohidrat Bukan Musuh

Para pakar juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan nasi, mi, maupun roti sebagai kambing hitam dalam menentukan standar kecantikan.

Kecantikan tidak hanya ditentukan oleh bentuk wajah, tetapi juga dipengaruhi oleh kesehatan tubuh, rasa percaya diri, gaya hidup sehat, dan penerimaan terhadap diri sendiri.

Mengikuti tren media sosial tanpa dasar ilmiah justru dapat memicu kecemasan yang tidak perlu terkait penampilan.

Baca Juga: Kanker Usus Besar Meningkat pada Anak Muda, Waspadai 4 Tanda Awalnya

Pilih Sumber Karbohidrat yang Lebih Sehat

Meski karbohidrat tetap diperlukan tubuh, para ahli menyarankan masyarakat memilih sumber karbohidrat yang lebih bernutrisi.

Beberapa pilihan karbohidrat sehat antara lain:

Mengombinasikan berbagai sumber karbohidrat tersebut dapat membantu meningkatkan asupan serat, menjaga rasa kenyang lebih lama, sekaligus memperlambat lonjakan gula darah.

Baca Juga: Dada Terasa Terbakar Jangan Diabaikan, Ini 10 Penyebab Mulai dari GERD hingga Serangan Jantung

Selain memilih makanan yang tepat, menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, tidur yang cukup, dan mengelola stres tetap menjadi kunci utama untuk memperoleh tubuh yang sehat sekaligus menjaga penampilan.

Editor : Ubaidillah
#carb face #diet rendah karbohidrat #pola makan seimbang #kecantikan #kesehatan kulit