RadarBangkalan.id - Olahraga padel yang kini semakin populer ternyata tidak lepas dari risiko cedera. Salah satunya adalah saraf kejepit, yang dapat terjadi akibat gerakan memutar pinggang secara tiba-tiba atau saat pemain memaksakan diri mengejar bola.
Meski dikenal sebagai olahraga yang ramah bagi pemula, dokter mengingatkan bahwa padel tetap membutuhkan teknik bermain yang benar, pemanasan yang cukup, dan kemampuan mengukur batas fisik agar terhindar dari cedera, termasuk saraf kejepit.
Baca Juga: Benarkah Makan Nasi Bikin Wajah Bengkak? Fakta di Balik Tren 'Carb Face' Menurut Ahli
Padel menjadi salah satu olahraga yang tengah naik daun di berbagai kota besar. Perpaduan antara tenis dan squash ini digemari karena permainannya seru, mudah dipelajari, sekaligus menjadi tren di media sosial.
Namun, di balik popularitasnya, olahraga ini juga memiliki potensi menimbulkan cedera apabila dilakukan tanpa persiapan yang baik.
Gerakan Swing Bisa Memicu Saraf Kejepit
Dokter Spesialis Bedah Saraf Lamina Hospital, dr Victorio, SpBS, mengatakan risiko saraf kejepit pada pemain padel umumnya muncul ketika melakukan gerakan swing atau memutar pinggang secara berlebihan.
"Olahraga padel berisiko terkena saraf kejepit, biasanya pada posisi swing atau saat kita memutar tulang pinggang. Kadang-kadang juga saat mengejar bola terlalu jauh," ujar dr Victorio.
Menurutnya, gerakan tersebut dapat membuat bantalan tulang belakang (diskus) menerima tekanan mendadak.
Baca Juga: Benarkah Tidak Pemanasan Jadi Penyebab Cedera Olahraga? Ini Penjelasan Dokter
"Itu membuat diskus atau bantalan tulang belakang kaget sehingga bantalan bisa rusak atau robek. Jika terus-menerus terjadi, kondisi itu dapat menyebabkan saraf kejepit," jelasnya.
Baca Juga: Rahasia Panjang Umur Wanita 101 Tahun, Rutin Zumba hingga Selalu Bersyukur
Lapangan Padel Membuat Pemain Terus Bergerak
Berbeda dengan tenis, lapangan padel memiliki ukuran lebih kecil dan dikelilingi dinding kaca yang membuat bola terus memantul selama permainan berlangsung.
Kondisi tersebut membuat ritme pertandingan berlangsung cepat sehingga pemain dituntut bergerak aktif, berlari, berputar, dan mengubah arah secara mendadak untuk mengejar bola.
Jika kondisi fisik belum siap atau teknik bermain kurang tepat, risiko cedera pada punggung, pinggang, maupun persendian bisa meningkat.
Baca Juga: Penyebab Gelombang Panas Ekstrem di Eropa, BMKG Ungkap Fenomena Heat Dome dan Omega Block
Dokter Ingatkan Pentingnya Pemanasan
Untuk mengurangi risiko cedera, dr Victorio mengingatkan setiap pemain agar selalu melakukan pemanasan sebelum bermain.
"Pemanasan dan juga kita mampu mengukur kegiatan kita, jangan berlebihan," katanya.
Pemanasan membantu meningkatkan fleksibilitas otot, memperlancar aliran darah, serta mempersiapkan persendian sebelum menerima beban aktivitas yang lebih tinggi.
Baca Juga: Diet Mentimun Jepang Diklaim Turunkan 11 Kg dalam 2 Bulan, Ini Fakta dan Risikonya
Cara Mengurangi Risiko Cedera saat Bermain Padel
Agar tetap aman saat bermain padel, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Lakukan pemanasan sebelum bermain.
- Hindari memaksakan tubuh ketika mengejar bola yang sulit dijangkau.
- Gunakan teknik ayunan (swing) yang benar.
- Tingkatkan intensitas permainan secara bertahap.
- Beristirahat apabila mulai merasakan nyeri pada punggung atau pinggang.
- Gunakan sepatu olahraga yang sesuai untuk mengurangi risiko terpeleset.
Baca Juga: Minum Kopi Bikin Sering Buang Air Kecil? Ini Penjelasan Dokter Urologi
Dengan persiapan yang tepat, padel tetap dapat menjadi olahraga yang menyenangkan sekaligus menyehatkan tanpa meningkatkan risiko cedera serius seperti saraf kejepit.
Editor : Ubaidillah