RadarBangkalan.id - Kanker pankreas merupakan salah satu jenis kanker yang paling sulit dideteksi sejak dini karena gejalanya sering kali tidak khas. Akibatnya, banyak kasus baru terdiagnosis ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut.
Pankreas adalah organ yang berada di belakang lambung dan memiliki peran penting dalam menghasilkan enzim pencernaan serta hormon insulin untuk mengatur kadar gula darah. Karena letaknya yang tersembunyi, tumor pada pankreas dapat berkembang selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun tanpa menimbulkan keluhan yang jelas.
Baca Juga: Benarkah Makan Nasi Bikin Wajah Bengkak? Fakta di Balik Tren 'Carb Face' Menurut Ahli
Menurut US National Cancer Institute, gejala awal kanker pankreas sering menyerupai penyakit lain sehingga kerap diabaikan. Dokter spesialis gastroenterologi lulusan Harvard, Stanford, dan AIIMS, Dr. Saurabh Sethi, mengungkapkan sejumlah tanda yang patut diwaspadai.
Berikut tujuh gejala awal kanker pankreas yang sebaiknya tidak diabaikan.
1. Gatal yang Tidak Kunjung Hilang
Rasa gatal di seluruh tubuh yang berlangsung terus-menerus tanpa ruam dapat menjadi salah satu tanda awal kanker pankreas.
Kondisi ini bisa terjadi ketika tumor menyumbat saluran empedu sehingga garam empedu menumpuk di dalam darah. Akibatnya, penderita mengalami rasa gatal hebat meski kulit tampak normal.
2. Tiba-tiba Sulit Makan atau Kehilangan Nafsu Makan
Perubahan pola makan secara tiba-tiba, seperti mudah mual, cepat kenyang, atau kehilangan nafsu makan tanpa penyebab yang jelas, juga perlu diwaspadai.
Baca Juga: Benarkah Tidak Pemanasan Jadi Penyebab Cedera Olahraga? Ini Penjelasan Dokter
Gangguan pada pankreas dapat memengaruhi produksi enzim pencernaan sehingga proses mencerna makanan menjadi tidak optimal.
Baca Juga: Rahasia Panjang Umur Wanita 101 Tahun, Rutin Zumba hingga Selalu Bersyukur
3. Kulit dan Mata Menguning (Jaundice)
Penyakit kuning merupakan salah satu gejala paling dikenal pada kanker pankreas.
Penyumbatan saluran empedu oleh tumor menyebabkan bilirubin menumpuk di dalam tubuh sehingga kulit dan bagian putih mata berubah menjadi kuning. Kondisi ini sering disertai urine berwarna gelap dan tinja yang lebih pucat.
4. Nyeri Tumpul di Tengah Punggung
Nyeri akibat kanker pankreas biasanya terasa sebagai nyeri tumpul yang menetap di bagian tengah punggung.
Rasa sakit ini umumnya tidak membaik meski sudah beristirahat atau mengonsumsi obat pereda nyeri karena disebabkan oleh tekanan tumor terhadap saraf di sekitar pankreas.
Baca Juga: Minum Kopi Bikin Sering Buang Air Kecil? Ini Penjelasan Dokter Urologi
5. Tinja Berwarna Pucat, Berminyak, atau Mengapung
Gangguan fungsi pankreas dapat membuat lemak tidak tercerna dengan baik.
Akibatnya, tinja tampak lebih pucat, berminyak, mengilap, mengapung, serta sulit disiram hingga bersih. Perubahan ini sebaiknya segera diperiksakan jika berlangsung terus-menerus.
Baca Juga: Diet Mentimun Jepang Diklaim Turunkan 11 Kg dalam 2 Bulan, Ini Fakta dan Risikonya
6. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab yang Jelas
Turunnya berat badan secara signifikan tanpa diet atau peningkatan aktivitas fisik merupakan salah satu tanda yang sering ditemukan pada penderita kanker pankreas.
Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh perubahan metabolisme tubuh dan terganggunya penyerapan nutrisi akibat fungsi pankreas yang menurun.
Baca Juga: Dada Terasa Terbakar Jangan Diabaikan, Ini 10 Penyebab Mulai dari GERD hingga Serangan Jantung
7. Diabetes yang Baru Muncul Setelah Usia 50 Tahun
Munculnya diabetes pada usia di atas 50 tahun tanpa faktor risiko yang jelas juga dapat menjadi tanda peringatan.
Tumor pada pankreas dapat mengganggu produksi insulin sehingga kadar gula darah meningkat. Meski demikian, sebagian besar penderita diabetes tidak mengalami kanker pankreas.
Kapan Harus ke Dokter?
Gejala-gejala di atas tidak selalu berarti seseorang menderita kanker pankreas. Namun, jika satu atau beberapa keluhan muncul tanpa penyebab yang jelas, berlangsung terus-menerus, atau disertai penurunan berat badan maupun penyakit kuning, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Pria 44 Tahun di Prancis Hidup Normal Meski Hasil MRI Tunjukkan Otaknya Sangat Kecil
Deteksi dini dapat meningkatkan peluang penanganan yang lebih efektif sebelum kanker berkembang ke stadium lanjut.
Editor : Ubaidillah