RadarBangkalan.id - Tekanan darah tinggi atau hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal. Selain rutin berjalan kaki, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Berjalan kaki memang menjadi salah satu aktivitas fisik yang direkomendasikan karena membantu melatih pembuluh darah agar lebih fleksibel dan memperlancar aliran darah. Namun, pola makan, asupan cairan, serta kualitas tidur juga berperan penting dalam mengontrol tekanan darah.
Baca Juga: Benarkah Makan Nasi Bikin Wajah Bengkak? Fakta di Balik Tren 'Carb Face' Menurut Ahli
Berikut tiga kebiasaan yang dapat membantu menurunkan risiko hipertensi.
1. Kurangi Konsumsi Garam
Membatasi asupan garam menjadi salah satu langkah utama yang dianjurkan bagi penderita hipertensi.
Natrium yang terkandung dalam garam dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Kondisi ini meningkatkan volume darah sehingga memberikan tekanan lebih besar pada pembuluh darah.
Bagi penderita tekanan darah tinggi, asupan natrium disarankan tidak melebihi 1.500 miligram per hari. Salah satu pola makan yang banyak direkomendasikan adalah diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).
Baca Juga: 7 Gejala Awal Kanker Pankreas yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Gatal Tak Kunjung Hilang
Diet DASH menekankan konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta membatasi makanan tinggi gula dan daging merah.
Menurut ahli gizi Gina Rancourt, pola makan DASH menjadi salah satu intervensi nonobat yang paling efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah, terutama jika dikombinasikan dengan aktivitas fisik seperti berjalan kaki dan olahraga teratur.
Baca Juga: Benarkah Tidak Pemanasan Jadi Penyebab Cedera Olahraga? Ini Penjelasan Dokter
2. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi
Mencukupi kebutuhan cairan setiap hari juga berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan tekanan darah.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sekitar 6 hingga 8 gelas air per hari dapat membantu menurunkan risiko hipertensi. Secara umum, kebutuhan cairan harian sekitar 11,5 gelas untuk perempuan dan 15,5 gelas untuk laki-laki.
Tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu pembuluh darah tetap lentur dan berfungsi optimal dalam mengatur sirkulasi darah.
Selain dari air putih, kebutuhan cairan juga bisa diperoleh dari buah dan sayuran yang kaya kandungan air. Namun, penderita gagal jantung sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terkait batas aman konsumsi cairan harian.
Baca Juga: Minum Kopi Bikin Sering Buang Air Kecil? Ini Penjelasan Dokter Urologi
3. Tidur yang Cukup dan Berkualitas
Tidur yang cukup memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jantung dan tekanan darah.
Saat tidur nyenyak, tubuh mengalami proses pemulihan, termasuk relaksasi pembuluh darah dan penurunan hormon stres. Kondisi tersebut membantu tekanan darah turun secara alami.
Baca Juga: Minum Kopi Bikin Sering Buang Air Kecil? Ini Penjelasan Dokter Urologi
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki pola tidur tidak teratur atau kurang tidur memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi.
Ahli jantung B. Keith Ellis menyarankan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam untuk membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Baca Juga: Diet Mentimun Jepang Diklaim Turunkan 11 Kg dalam 2 Bulan, Ini Fakta dan Risikonya
Selain durasi, kualitas tidur juga penting. Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, mengurangi paparan layar sebelum tidur, serta rutin berolahraga pada siang hari dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.
Hipertensi Perlu Dikendalikan Sejak Dini
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Karena itu, menerapkan pola hidup sehat seperti mengurangi konsumsi garam, mencukupi kebutuhan cairan, serta menjaga kualitas tidur dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk membantu mengontrol tekanan darah.
Baca Juga: Sering Sakit Perut Bagian Atas? Ini Perbedaan Maag, GERD, dan Gastritis yang Perlu Diketahui
Jika tekanan darah tetap tinggi meski sudah menerapkan gaya hidup sehat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Editor : Ubaidillah