RadarBangkalan.id - Kebiasaan makan larut malam ternyata tidak hanya memengaruhi kualitas tidur dan pencernaan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan ginjal. Menurut para ahli, makan dalam porsi besar menjelang waktu tidur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh dan meningkatkan risiko gangguan metabolisme yang berujung pada kerusakan ginjal.
Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi menyaring limbah dari darah, menjaga keseimbangan cairan dan mineral, membantu mengatur tekanan darah, serta mendukung berbagai proses metabolisme tubuh.
Baca Juga: 7 Gejala Awal Kanker Pankreas yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Gatal Tak Kunjung Hilang
Karena itu, menjaga kesehatan ginjal tidak hanya bergantung pada asupan air putih, tetapi juga pola makan, termasuk waktu mengonsumsi makanan.
Mengapa Makan Larut Malam Bisa Memengaruhi Ginjal?
Menurut Dr. Himesh Gandhi, konsultan Uro-Onkologi dan Direktur Bedah Robotik, tubuh memiliki jam biologis atau ritme sirkadian yang mengatur metabolisme, hormon, hingga fungsi berbagai organ.
Mengonsumsi makanan dalam porsi besar terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu ritme tersebut sehingga proses metabolisme menjadi kurang optimal.
Baca Juga: Benarkah Makan Nasi Bikin Wajah Bengkak? Fakta di Balik Tren 'Carb Face' Menurut Ahli
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kebiasaan makan terlalu larut berkaitan dengan:
- Kontrol gula darah yang lebih buruk
- Resistensi insulin
- Kenaikan berat badan
- Tekanan darah tinggi
Baca Juga: Benarkah Tidak Pemanasan Jadi Penyebab Cedera Olahraga? Ini Penjelasan Dokter
Keempat kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama penyakit ginjal kronis.
Baca Juga: Rahasia Panjang Umur Wanita 101 Tahun, Rutin Zumba hingga Selalu Bersyukur
Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal
Ginjal memiliki jutaan pembuluh darah kecil yang berfungsi menyaring limbah dari dalam darah.
Kadar gula darah dan tekanan darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak sistem penyaringan tersebut secara perlahan. Kerusakan sering kali berlangsung tanpa gejala hingga fungsi ginjal menurun secara signifikan.
Karena itu, kebiasaan makan besar pada pukul 22.30 hingga 23.00 malam tidak hanya membebani sistem pencernaan, tetapi juga dapat meningkatkan tekanan metabolik yang berdampak pada kesehatan ginjal dalam jangka panjang.
Baca Juga: Diet Mentimun Jepang Diklaim Turunkan 11 Kg dalam 2 Bulan, Ini Fakta dan Risikonya
Apa yang Terjadi Setelah Makan Besar Sebelum Tidur?
Mengonsumsi makanan berat menjelang tidur membuat tubuh harus tetap bekerja ketika seharusnya mulai beristirahat.
Menurut Dr. Gandhi, kondisi ini dapat menyebabkan kadar gula darah dan trigliserida tetap tinggi lebih lama dibandingkan jika makan lebih awal.
Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut berisiko memicu:
Baca Juga: Pilih Teh Hijau atau Kopi Hitam Saat Diet? Ini Perbandingan Manfaat dan Risikonya
- Obesitas
- Diabetes tipe 2
- Hipertensi
Ketiga kondisi tersebut merupakan penyebab utama penyakit ginjal kronis di berbagai negara.
Baca Juga: Minum Kopi Bikin Sering Buang Air Kecil? Ini Penjelasan Dokter Urologi
Kapan Waktu Terbaik untuk Makan Malam?
Para ahli menyarankan makan malam dilakukan lebih awal dan tidak terlalu dekat dengan waktu tidur.
Idealnya, makan malam dilakukan sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk mencerna makanan serta menstabilkan kadar gula darah.
Selain memperhatikan waktu makan, pilihlah menu yang seimbang, seperti:
- Sayuran
- Biji-bijian utuh
- Protein rendah lemak
- Lemak sehat
Pola makan tersebut dinilai lebih ramah bagi metabolisme tubuh sekaligus membantu menjaga kesehatan ginjal.
Baca Juga: Dada Terasa Terbakar Jangan Diabaikan, Ini 10 Penyebab Mulai dari GERD hingga Serangan Jantung
Menjaga Ginjal Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Selain mencukupi kebutuhan cairan, menjaga berat badan ideal, mengontrol tekanan darah dan gula darah, serta menghindari kebiasaan makan terlalu larut juga menjadi langkah penting untuk mempertahankan fungsi ginjal dalam jangka panjang.
Editor : Ubaidillah