News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Diet Jus Sayur Ekstrem Berujung Gagal Ginjal Akut, Wanita Ini Alami AKI Setelah 3 Bulan

Ubaidillah • Selasa, 7 Juli 2026 | 08:00 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/Sewcream
Foto ilustrasi: Getty Images/Sewcream

 

RadarBangkalan.id - Keinginan menurunkan berat badan secara cepat justru membawa petaka bagi seorang wanita berusia 56 tahun di India. Setelah tiga bulan menjalani diet ekstrem dengan hanya mengonsumsi jus sayuran hijau pekat, ia didiagnosis mengalami gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI).

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pola makan yang terlihat sehat sekalipun dapat membahayakan tubuh jika dilakukan secara berlebihan tanpa pendampingan tenaga medis atau ahli gizi.

Baca Juga: Pria Ini Mengira Sakit Bahu karena Cedera Otot, Ternyata Gejala Kanker Darah

Ganti Makanan dengan Jus Sayuran Pekat

Wanita dengan berat badan sekitar 110 kilogram itu memutuskan menghentikan konsumsi karbohidrat, termasuk nasi, setelah terinspirasi dari tayangan televisi dan konten diet di internet.

Sebagai pengganti makanan utama, ia setiap hari mengonsumsi jus sayuran hijau pekat yang terdiri dari campuran labu air, amla (malaka), labu abu, dan daun fenugreek dalam jumlah besar.

Awalnya ia berharap cara tersebut dapat mempercepat penurunan berat badan. Namun setelah tiga bulan, kondisinya justru memburuk.

Baca Juga: 7 Gejala Awal Kanker Pankreas yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Gatal Tak Kunjung Hilang

Muncul Muntah dan Pembengkakan Kaki

Pasien mulai mengalami muntah terus-menerus disertai pembengkakan pada kedua kaki.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar kreatinin serum meningkat dari sekitar 1,0 mg/dL menjadi 3,0 mg/dL, yang menandakan fungsi ginjal mengalami penurunan drastis.

Ia kemudian dirujuk ke tim nefrologi di Manipal Hospital Millers Road untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Benarkah Makan Nasi Bikin Wajah Bengkak? Fakta di Balik Tren 'Carb Face' Menurut Ahli

Kristal Oksalat Menumpuk di Ginjal

Dokter melakukan biopsi ginjal guna mengetahui penyebab kerusakan organ tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penumpukan kristal oksalat dalam jumlah besar di jaringan ginjal.

Menurut Dr. Kallappa Baligeri, oksalat merupakan senyawa alami yang terdapat pada berbagai sayuran hijau dan umumnya aman dikonsumsi dalam jumlah normal.

Namun, konsumsi jus sayuran pekat secara berlebihan selama berbulan-bulan membuat tubuh menyerap oksalat dalam jumlah sangat tinggi hingga membentuk kristal yang memicu peradangan pada ginjal.

Baca Juga: Benarkah Tidak Pemanasan Jadi Penyebab Cedera Olahraga? Ini Penjelasan Dokter

Fungsi Ginjal Berhasil Pulih

Beruntung, kondisi pasien terdeteksi sebelum terjadi kerusakan permanen.

Dokter meminta pasien menghentikan diet jus ekstrem, kembali menjalani pola makan bergizi seimbang, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta mengikuti program penurunan berat badan yang lebih aman.

Baca Juga: Rahasia Panjang Umur Wanita 101 Tahun, Rutin Zumba hingga Selalu Bersyukur

Setelah menjalani perawatan sekitar satu setengah bulan, fungsi ginjal pasien berangsur membaik dan kadar kreatinin kembali ke kisaran normal.

Baca Juga: Diet Mentimun Jepang Diklaim Turunkan 11 Kg dalam 2 Bulan, Ini Fakta dan Risikonya

Jangan Asal Mengikuti Diet Viral

Kasus ini menjadi pelajaran bahwa tidak semua metode diet yang viral di media sosial aman untuk semua orang.

Penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap melalui pola makan seimbang, aktivitas fisik yang teratur, serta konsultasi dengan dokter atau ahli gizi agar manfaatnya optimal tanpa membahayakan kesehatan.

Baca Juga: Pilih Teh Hijau atau Kopi Hitam Saat Diet? Ini Perbandingan Manfaat dan Risikonya

Editor : Ubaidillah
#pola makan sehat #diet ekstrem #gagal ginjal #kesehatan ginjal #jus sayur