RadarBangkalan.id - Banyak orang menganggap setiap nyeri di area pinggang atau punggung sebagai tanda penyakit ginjal. Padahal, nyeri akibat gangguan ginjal memiliki lokasi, karakteristik, dan gejala penyerta yang berbeda dengan sakit punggung akibat masalah otot atau tulang belakang.
Memahami perbedaan keduanya penting agar tidak salah mengambil tindakan. Dengan mengenali ciri-cirinya sejak dini, seseorang dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang tepat apabila keluhan mengarah pada gangguan ginjal.
Baca Juga: Pria Ini Mengira Sakit Bahu karena Cedera Otot, Ternyata Gejala Kanker Darah
1. Perbedaan Lokasi Nyeri
Nyeri Ginjal
Ginjal berada di bawah tulang rusuk, tepat di kedua sisi tulang belakang. Karena itu, nyeri akibat gangguan ginjal umumnya terasa di sisi tubuh antara tulang rusuk dan pinggul, punggung bagian atas, atau sekitar pinggang.
Pada banyak kasus, nyeri hanya muncul pada satu sisi tubuh, sesuai dengan ginjal yang mengalami gangguan.
Baca Juga: 7 Gejala Awal Kanker Pankreas yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Gatal Tak Kunjung Hilang
Nyeri Punggung
Sementara itu, nyeri punggung dapat muncul di berbagai bagian tulang belakang, mulai dari leher hingga tulang ekor. Nyeri punggung bawah biasanya dirasakan di kedua sisi dan dapat menjalar hingga bokong atau kaki.
2. Karakteristik Rasa Nyeri
Nyeri Ginjal
Nyeri ginjal umumnya berupa rasa nyeri tumpul yang terus-menerus atau nyeri tajam yang muncul tiba-tiba dan semakin memburuk.
Baca Juga: Benarkah Makan Nasi Bikin Wajah Bengkak? Fakta di Balik Tren 'Carb Face' Menurut Ahli
Ciri khasnya, rasa sakit berasal dari bagian dalam tubuh dan tidak membaik meski penderita beristirahat atau mengubah posisi duduk maupun tidur.
Nyeri Punggung
Sebaliknya, nyeri punggung akibat gangguan otot atau tulang biasanya terasa seperti tertarik, tegang, atau menusuk.
Keluhan ini sering membaik setelah beristirahat atau mengubah posisi tubuh, tetapi dapat bertambah parah saat mengangkat beban, membungkuk, atau melakukan aktivitas tertentu.
Nyeri punggung juga kerap disertai rasa kaku, sulit berdiri tegak, hingga mati rasa yang menjalar ke tungkai.
Baca Juga: Benarkah Tidak Pemanasan Jadi Penyebab Cedera Olahraga? Ini Penjelasan Dokter
3. Gejala Penyerta
Gangguan ginjal umumnya disertai gejala lain yang memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, seperti:
- Demam dan menggigil, terutama jika terjadi infeksi ginjal.
- Mual dan muntah.
- Urine berwarna keruh atau lebih gelap.
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
- Frekuensi buang air kecil meningkat.
- Tubuh terasa lemas.
- Pusing.
- Muncul rasa logam di mulut.
Baca Juga: Rahasia Panjang Umur Wanita 101 Tahun, Rutin Zumba hingga Selalu Bersyukur
Sebaliknya, nyeri punggung akibat cedera otot, saraf terjepit, atau pengapuran tulang belakang umumnya tidak disertai gangguan berkemih maupun demam.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika nyeri di area pinggang atau punggung tidak kunjung membaik, semakin berat, atau disertai gejala seperti demam, mual, muntah, perubahan warna urine, maupun nyeri saat buang air kecil, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Baca Juga: Diet Mentimun Jepang Diklaim Turunkan 11 Kg dalam 2 Bulan, Ini Fakta dan Risikonya
Dokter dapat memastikan penyebab keluhan melalui pemeriksaan fisik, tes urine, serta pemeriksaan darah untuk membedakan apakah nyeri berasal dari gangguan ginjal atau masalah pada otot dan tulang belakang.
Editor : Ubaidillah