News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Studi Ungkap 5 Profesi yang Dikaitkan dengan Risiko Kanker Ovarium Lebih Tinggi

Ubaidillah • Jumat, 10 Juli 2026 | 06:06 WIB
Foto: Ilustrasi Kanker Ovarium (Getty Images/iStockphoto/Chinnapong)
Foto: Ilustrasi Kanker Ovarium (Getty Images/iStockphoto/Chinnapong)

 

RadarBangkalan.id - Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa jenis pekerjaan tertentu kemungkinan berkaitan dengan peningkatan risiko kanker ovarium pada perempuan. Meski usia, faktor genetik, dan kondisi kesehatan tetap menjadi penyebab utama, paparan zat tertentu di lingkungan kerja diduga turut berkontribusi terhadap munculnya penyakit ini.

Peneliti mengidentifikasi lima kelompok profesi yang memiliki risiko lebih tinggi, mulai dari penata rambut hingga pekerja konstruksi. Temuan ini membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh lingkungan kerja terhadap kesehatan reproduksi perempuan.

Baca Juga: Tak Perlu Menahan Lapar, Ini 5 Makanan Diet yang Membantu Menurunkan Berat Badan

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine dan dipimpin akademisi dari University of Montreal, Kanada, menganalisis data 491 perempuan penderita kanker ovarium serta membandingkannya dengan 897 perempuan yang tidak mengidap penyakit tersebut.

Para peneliti memanfaatkan Canadian Job-Exposure Matrix untuk mengevaluasi kemungkinan paparan berbagai bahan kimia berdasarkan jenis pekerjaan masing-masing responden. Setelah memperhitungkan sejumlah faktor risiko lain, ditemukan adanya hubungan antara beberapa profesi dengan peningkatan risiko kanker ovarium.

Lima Profesi yang Dikaitkan dengan Risiko Lebih Tinggi

Hasil penelitian menunjukkan beberapa kelompok pekerjaan memiliki risiko lebih besar dibandingkan populasi umum, yaitu:

Baca Juga: Dokter Gizi Ungkap Cara Diet Sehat di Warteg, Tak Perlu Salad atau Quinoa Mahal

Meski demikian, penelitian ini menunjukkan adanya hubungan (asosiasi), bukan membuktikan bahwa pekerjaan tersebut secara langsung menyebabkan kanker ovarium.

Paparan Zat Kimia Diduga Berperan

Peneliti menemukan bahwa profesi-profesi tersebut memiliki peluang lebih besar terpapar berbagai bahan kimia selama bekerja.

Beberapa zat yang disebut antara lain:

Baca Juga: Sakit Ginjal atau Nyeri Punggung? Kenali 3 Perbedaan Utamanya agar Tak Salah Diagnosis

"Kami mengamati adanya hubungan yang menunjukkan bahwa akuntansi, tata rambut, penjualan, menjahit, dan pekerjaan terkait mungkin berkaitan dengan peningkatan risiko," tulis para peneliti.

Mereka menegaskan bahwa masih diperlukan penelitian berskala lebih besar untuk memastikan apakah paparan di tempat kerja benar-benar berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kanker ovarium.

Perempuan Dinilai Masih Kurang Terwakili dalam Penelitian

Dalam editorial yang menyertai publikasi tersebut, akademisi dari National Cancer Institute, Maryland, Amerika Serikat, menilai perempuan masih kurang terwakili dalam penelitian mengenai kanker akibat faktor pekerjaan.

Baca Juga: Pria Ini Mengira Sakit Bahu karena Cedera Otot, Ternyata Gejala Kanker Darah

Mereka menekankan pentingnya memperluas penelitian mengenai risiko kesehatan kerja yang secara khusus dialami perempuan agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih efektif.

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Selain faktor pekerjaan, sejumlah kondisi telah lama diketahui meningkatkan risiko kanker ovarium, di antaranya:

Baca Juga: 7 Gejala Awal Kanker Pankreas yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Gatal Tak Kunjung Hilang

Para ahli mengingatkan bahwa hasil penelitian ini tidak berarti seseorang yang bekerja pada profesi tertentu pasti akan mengalami kanker ovarium. Pemeriksaan kesehatan rutin, mengenali faktor risiko, serta menerapkan gaya hidup sehat tetap menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit tersebut.

Editor : Ubaidillah
#faktor risiko #penelitian kanker #pekerjaan dan kesehatan #Profesi yang berisiko kanker ovarium #kanker ovarium