RadarBangkalan.id - Monosodium glutamate (MSG) atau micin telah lama digunakan sebagai penyedap rasa untuk memperkuat cita rasa umami pada berbagai masakan. Meski penggunaannya sangat luas, MSG masih sering dikaitkan dengan anggapan dapat menyebabkan pusing atau sakit kepala setelah makan.
Namun, berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa konsumsi MSG dalam jumlah wajar dapat menyebabkan sakit kepala pada sebagian besar orang. Meski demikian, sebagian kecil individu memang dapat mengalami reaksi tertentu setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG.
Baca Juga: Prancis Setujui RUU Euthanasia, Pasien Penyakit Terminal Bisa Akhiri Hidup Secara Medis
Apa Itu MSG?
MSG merupakan garam natrium dari asam glutamat, yaitu asam amino yang secara alami juga terdapat pada berbagai bahan makanan seperti:
- Tomat
- Jamur
- Keju parmesan
- Rumput laut
- Daging
MSG yang digunakan sebagai penyedap diproduksi melalui proses fermentasi bahan seperti tebu, bit gula, atau molase sehingga menghasilkan glutamat yang memberikan rasa gurih (umami).
Baca Juga: Dokter Anjurkan Orang Tua Ajak Anak Bermain Sepak Bola Usai Nonton Piala Dunia, Ini Manfaatnya
Benarkah MSG Menyebabkan Pusing?
Hingga kini, penelitian belum menemukan bukti yang konsisten bahwa MSG menjadi penyebab sakit kepala, pusing, mual, atau wajah memerah pada mayoritas orang.
Anggapan tersebut berawal dari istilah Chinese Restaurant Syndrome yang muncul pada akhir 1960-an setelah beberapa orang melaporkan keluhan usai mengonsumsi makanan di restoran China.
Sejak saat itu, berbagai penelitian dilakukan untuk menguji dugaan tersebut.
Baca Juga: Tanda-Tanda Kematian yang Muncul di Tangan dan Kaki, Ini Penjelasan Ahli
Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar orang dapat mengonsumsi MSG tanpa mengalami efek samping apabila digunakan dalam jumlah normal sebagai bagian dari makanan sehari-hari.
Baca Juga: BPOM Rilis Daftar 14 Kosmetik Berbahaya 2026, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon
Sebagian Kecil Orang Bisa Lebih Sensitif
Meski secara umum aman, sebagian kecil orang diperkirakan memiliki sensitivitas terhadap MSG.
Kelompok yang sensitif diperkirakan kurang dari 1 persen populasi.
Gejala yang dapat muncul antara lain:
- Sakit kepala
- Pusing
- Wajah memerah
- Berkeringat
- Mual
- Mati rasa
- Kelelahan
Gejala biasanya muncul dalam waktu sekitar dua jam setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG dan umumnya bersifat ringan serta sementara.
Baca Juga: 10 Hewan yang Dianggap Punya Tingkat Kecerdasan Paling Rendah, Ada Koala hingga Ikan Mola-mola
Beberapa penelitian juga menunjukkan keluhan tersebut lebih sering muncul ketika MSG dikonsumsi dalam dosis yang jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah yang biasa digunakan dalam masakan sehari-hari.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Merasa Pusing Setelah Makan MSG?
Jika mengalami pusing atau sakit kepala setelah mengonsumsi makanan tertentu, tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah MSG.
Baca Juga: Kasus Kanker di Indonesia Diprediksi Naik 70 Persen, Kenali 7 Gejala Awal yang Tak Boleh Diabaikan
Apabila gejala ringan muncul, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Minum air putih yang cukup.
- Beristirahat sejenak.
- Memantau apakah keluhan membaik dengan sendirinya.
- Mencatat makanan yang dikonsumsi jika keluhan berulang.
Segera periksakan diri ke dokter apabila sakit kepala disertai gejala serius seperti:
Baca Juga: Studi Ungkap 5 Profesi yang Dikaitkan dengan Risiko Kanker Ovarium Lebih Tinggi
- Sesak napas.
- Nyeri dada.
- Jantung berdebar.
- Pembengkakan wajah atau tenggorokan.
MSG Tetap Dianggap Aman
MSG termasuk bahan pangan yang secara umum diakui aman (Generally Recognized as Safe/GRAS) apabila digunakan sesuai kebutuhan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batas konsumsi sekitar 120 mg per kilogram berat badan per hari, sementara sejumlah ahli menyebut konsumsi sekitar 3 gram per hari masih tergolong aman bagi kebanyakan orang.
Baca Juga: 7 Makanan Orang Jepang yang Diyakini Bantu Panjang Umur, Ada Matcha hingga Ubi Ungu
Menariknya, kandungan natrium pada MSG sekitar sepertiga lebih rendah dibandingkan garam dapur. Karena itu, penggunaan MSG dalam jumlah yang tepat dapat membantu mempertahankan cita rasa makanan sekaligus mengurangi penggunaan garam berlebih.
Tips Membuat Nasi Goreng Lebih Sehat
MSG dapat tetap digunakan sebagai penyedap dalam pola makan seimbang. Agar nasi goreng lebih bergizi, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:
Baca Juga: Dokter Gizi Ungkap Cara Diet Sehat di Warteg, Tak Perlu Salad atau Quinoa Mahal
- Gunakan nasi merah, nasi cokelat, atau nasi multigrain.
- Pakai minyak secukupnya, seperti minyak kanola atau minyak zaitun.
- Perbanyak sayuran, misalnya wortel, brokoli, paprika, atau buncis.
- Tambahkan sumber protein seperti telur, ayam tanpa kulit, ikan, tahu, atau tempe.
- Gunakan bumbu, garam, dan MSG secukupnya agar cita rasa tetap gurih tanpa natrium berlebihan.
Selain penggunaan MSG yang bijak, pola makan bergizi seimbang, memilih bahan makanan segar, serta memperbanyak konsumsi sayur dan protein tetap menjadi kunci menjaga kesehatan.
Baca Juga: 7 Gejala Awal Kanker Pankreas yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Gatal Tak Kunjung Hilang
Editor : Ubaidillah