RadarBangkalan.id - Minum air putih yang cukup setiap hari berperan penting dalam menjaga kesehatan ginjal. Organ ini bekerja menyaring sekitar 189 liter darah setiap hari untuk membuang limbah dan cairan berlebih melalui urine. Kekurangan cairan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan ginjal, meski bukan penyebab langsung gagal ginjal.
Menurut para ahli, menjaga tubuh tetap terhidrasi membantu mengencerkan zat sisa seperti urea dan natrium sehingga dapat menurunkan risiko batu ginjal, infeksi saluran kemih, hingga kerusakan fungsi ginjal dalam jangka panjang.
Baca Juga: Prancis Setujui RUU Euthanasia, Pasien Penyakit Terminal Bisa Akhiri Hidup Secara Medis
Jarang Minum Air Putih Bisa Berdampak pada Ginjal
Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Pringgodigdo Nugroho, menjelaskan bahwa kebiasaan kurang minum air putih tidak secara langsung menyebabkan gagal ginjal.
Namun, kekurangan cairan yang berlangsung terus-menerus dapat memicu dehidrasi kronis yang perlahan mengganggu fungsi ginjal.
Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko munculnya penyakit lain, seperti:
- Batu ginjal.
- Infeksi saluran kemih berulang.
- Peradangan pada ginjal.
- Penurunan fungsi ginjal secara bertahap.
Dehidrasi membuat urine menjadi lebih pekat sehingga mineral dan zat sisa lebih mudah membentuk kristal yang berpotensi berkembang menjadi batu ginjal.
Baca Juga: Dokter Anjurkan Orang Tua Ajak Anak Bermain Sepak Bola Usai Nonton Piala Dunia, Ini Manfaatnya
Berapa Kebutuhan Air Putih Setiap Hari?
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, aktivitas fisik, cuaca, dan kondisi kesehatan.
Sebagai panduan umum:
Baca Juga: Sering Menyundul Bola Saat Bermain Sepak Bola, Apakah Bisa Merusak Otak?
- Pria: sekitar 3,7 liter cairan per hari (termasuk dari makanan dan minuman).
- Wanita: sekitar 2,7 liter cairan per hari.
Sementara untuk air putih, banyak ahli menyarankan konsumsi sekitar 2 liter atau delapan gelas per hari bagi orang dewasa dengan kondisi kesehatan normal.
Jumlah tersebut dapat berubah sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Warna Urine Bisa Menjadi Petunjuk Kondisi Tubuh
Warna urine dapat memberikan gambaran mengenai status hidrasi dan kesehatan saluran kemih.
Baca Juga: Tanda-Tanda Kematian yang Muncul di Tangan dan Kaki, Ini Penjelasan Ahli
1. Kuning Jernih hingga Kuning Muda
Menunjukkan tubuh terhidrasi dengan baik.
2. Kuning Tua
Mengindikasikan tubuh mulai kekurangan cairan sehingga perlu meningkatkan konsumsi air putih.
3. Merah atau Merah Muda
Dapat menandakan adanya darah dalam urine (hematuria). Kondisi ini perlu segera diperiksakan ke dokter karena bisa berkaitan dengan:
Baca Juga: BPOM Rilis Daftar 14 Kosmetik Berbahaya 2026, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon
- Batu ginjal.
- Infeksi saluran kemih.
- Gangguan ginjal.
- Penyakit pada kandung kemih.
4. Cokelat Tua
Urine berwarna cokelat tua juga tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi tanda gangguan ginjal, penyakit hati, dehidrasi berat, maupun kondisi medis lainnya yang memerlukan evaluasi.
Baca Juga: 10 Hewan yang Dianggap Punya Tingkat Kecerdasan Paling Rendah, Ada Koala hingga Ikan Mola-mola
Jangan Sampai Kekurangan atau Kelebihan Air
Selain dehidrasi, minum air putih secara berlebihan juga dapat membahayakan kesehatan.
Dehidrasi
Terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk.
Baca Juga: Pria Ini Mengira Sakit Bahu karena Cedera Otot, Ternyata Gejala Kanker Darah
Penyebabnya antara lain:
- Cuaca panas.
- Demam.
- Diare.
- Muntah.
- Aktivitas fisik berat.
Overhidrasi
Overhidrasi terjadi ketika asupan air melebihi kemampuan ginjal membuang cairan.
Kondisi ini dapat menyebabkan:
- Keracunan air (water intoxication).
- Hiponatremia atau kadar natrium terlalu rendah.
- Pembengkakan sel akibat kelebihan cairan.
Meski jarang terjadi, overhidrasi juga memerlukan penanganan medis apabila menimbulkan gejala serius.
Baca Juga: Studi Ungkap 5 Profesi yang Dikaitkan dengan Risiko Kanker Ovarium Lebih Tinggi
Menjaga Ginjal Tetap Sehat
Selain memenuhi kebutuhan cairan setiap hari, kesehatan ginjal juga dapat dijaga dengan:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Membatasi asupan garam berlebihan.
- Menjaga tekanan darah dan gula darah tetap terkontrol.
- Berolahraga secara rutin.
- Tidak merokok.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan bila memiliki faktor risiko penyakit ginjal.
Baca Juga: Pria Ini Mengira Sakit Bahu karena Cedera Otot, Ternyata Gejala Kanker Darah
Menjaga kebiasaan minum air putih yang cukup merupakan langkah sederhana namun penting untuk membantu ginjal bekerja optimal dan menurunkan risiko berbagai penyakit.
Editor : Ubaidillah