News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Telur Ceplok vs Telur Dadar, Mana yang Lebih Sehat untuk Diet? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Ubaidillah • Minggu, 19 Juli 2026 | 09:18 WIB
Foto: Freepik/ jcomp
Foto: Freepik/ jcomp

 

RadarBangkalan.id - Banyak orang yang sedang menjalani program diet kerap bertanya apakah telur ceplok atau telur dadar lebih sehat untuk dikonsumsi. Faktanya, perbedaan utama keduanya bukan terletak pada kandungan gizi telur, melainkan pada cara memasaknya, terutama jumlah minyak dan bahan tambahan yang digunakan.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa telur ceplok dan telur dadar pada dasarnya memiliki kandungan nutrisi yang hampir sama. Namun, penggunaan minyak saat menggoreng dapat membuat nilai kalori dan lemak keduanya berbeda.

Baca Juga: Dokter Ungkap Risiko Weightlifting Asal-asalan, Bisa Picu Tulang Geser (Spondylolisthesis)

"Secara umum tidak ada perbedaan kandungan gizi yang berarti antara telur ceplok dan telur dadar. Yang membedakan biasanya adalah kandungan lemak, bergantung dari jumlah minyak yang digunakan untuk memasak," ujar Dr Karina.

Mengapa Telur Dadar Cenderung Lebih Tinggi Kalori?

Menurut Dr Karina, telur dadar umumnya menyerap lebih banyak minyak dibandingkan telur ceplok. Hal ini terjadi karena telur yang dikocok memiliki tekstur yang lebih berpori sehingga lebih mudah menyerap minyak saat dimasak.

Selain itu, banyak orang menambahkan berbagai bahan ke dalam telur dadar, seperti:

Baca Juga: Dokter Anjurkan Orang Tua Ajak Anak Bermain Sepak Bola Usai Nonton Piala Dunia, Ini Manfaatnya

Bahan-bahan tersebut otomatis meningkatkan jumlah kalori, lemak, dan natrium dalam satu porsi telur dadar.

Baca Juga: Sering Menyundul Bola Saat Bermain Sepak Bola, Apakah Bisa Merusak Otak?

Sementara itu, telur ceplok biasanya hanya terdiri dari telur dan sedikit minyak sehingga total kalorinya cenderung lebih rendah, terutama jika dimasak menggunakan sedikit minyak.

Jangan Takut Mengonsumsi Kuning Telur

Masih banyak orang yang membuang kuning telur karena khawatir kolesterol. Padahal, kuning telur justru mengandung banyak vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh.

Kuning telur merupakan sumber berbagai nutrisi, seperti:

Baca Juga: Tanda-Tanda Kematian yang Muncul di Tangan dan Kaki, Ini Penjelasan Ahli

Menurut Dr Karina, berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi telur utuh dalam jumlah wajar tidak terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung pada sebagian besar orang sehat.

Sebaliknya, peningkatan kolesterol darah lebih banyak dipengaruhi oleh pola makan tinggi lemak jenuh dan lemak trans, misalnya dari gorengan, makanan cepat saji, atau makanan olahan yang sering dikonsumsi bersama telur.

Baca Juga: BPOM Rilis Daftar 14 Kosmetik Berbahaya 2026, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon

Cara Memasak Telur yang Lebih Sehat

Bagi yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau ingin membatasi asupan kalori, metode memasak telur tanpa minyak menjadi pilihan terbaik, seperti:

Namun, jika tetap ingin menikmati telur goreng, telur ceplok maupun telur dadar tetap dapat dikonsumsi dengan beberapa cara berikut:

Baca Juga: 10 Hewan yang Dianggap Punya Tingkat Kecerdasan Paling Rendah, Ada Koala hingga Ikan Mola-mola

Mana yang Lebih Baik untuk Diet?

Jika dibuat menggunakan jumlah minyak yang sama, telur ceplok dan telur dadar sebenarnya memiliki kandungan gizi yang hampir identik.

Baca Juga: Pria Ini Mengira Sakit Bahu karena Cedera Otot, Ternyata Gejala Kanker Darah

Namun dalam praktik sehari-hari, telur ceplok cenderung memiliki kalori lebih rendah karena biasanya menggunakan lebih sedikit minyak dan tidak diberi tambahan bahan lain.

Meski demikian, faktor terpenting dalam diet bukan hanya jenis olahan telur, tetapi juga total asupan kalori harian, kualitas pola makan, serta aktivitas fisik secara keseluruhan.

Editor : Ubaidillah
telur dadar nutrisi telur gizi telur telur ceplok diet sehat